Mengintip Karomah para Wali

manusia Di Indonesia khususnya sangat senang jika membaca kisah karomah para wali, buku-buku tentang karomah para wali laris manis bak kacang goreng. Bahkan sudah banyak orang yang berusaha agar mendapatkan karomah wali tersebut, ada yang belajar silat, ngalap berkah kubur wali, sampai berdo’a dan berkurban kepada sang wali tersebut. nah apa sebenarnya karomah itu, benarkah karomah bisa dipelajari ? berikut penjelasannya..

Anggapan keliru tentang wali :

1. Wali harus punya kromah. senantiasa memiliki kesaktian yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu sekehendak dia.

Banyak anggapan di masyarakat bahwa seorang wali itu mesti memiliki karomah yang nyata bahkan bisa dipertontonkan kepada khalayak ramai. Seperti tahan pedang dan sebagainya. Tapi sebetulnya itu semua adalah tipuan setan. Seorang wali boleh jadi ia diberi karomah yang nyata boleh jadi tidak, tapi karomah yang paling besar di sisi wali adalah istiqomah dalam menjalankan ajaran agama, bukan berarti kita mengingkari adanya karomah tapi yang kita ingkari adalah asumsi banyak orang bila ia tidak memiliki karomah berarti ia bukan wali. Oleh sebab itu Abu ‘Ali Al Jurjaany berpesan: “Jadilah engkau penuntut istiqomah bukan penuntut karomah, sesungguhnya dirimu lebih condong untuk mencari karomah, danTuhanmu menuntut darimu istiqomah”.

Betapa banyaknya para sahabat yang merupakan orang terdepan dalam barisan para wali tidak memiliki karomah. Begitu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai hamba yang paling mulia di sisi Allah waktu berhijrah beliau mengendarai unta bukan mengendarai angin, begitu pula dalam perperangan beliau memakai baju besi bahkan pernah cedera pada waktu perang uhud. Karomah bukan sebagai syarat mutlak bagi seorang wali. Karomah diberikan Allah kepada seseorang boleh jadi sebagai cobaan dan ujian baginya, atau untuk menambah keyakinannya kepada ajaran Allah, atau pertolongan dari Allah terhadap orang tersebut dalam kesulitan.

Para ulama menyebutkan seseorang yang tidak butuh kepada karomah lebih baik dari orang yang butuh kepada karomah. Bahkan kebanyakan para ulama salaf bila Mereka mendapat karomah justru Mereka bersedih dan tidak merasa bangga karena mereka takut bila hal tersebut adalah istidraaj (tipuan). Begitu pula mereka takut bila di akhirat kelak tidak lagi menerima balasan amalan mereka setelah mereka menerima waktu di dunia dalam bentuk karomah. Begitu pula bila mereka di beri karomah, mereka justru menyembunyikannya bukan memamerkannya atau berbangga diri di hadapan orang lain.

ketahuilah, selain ada wali Alloh ada juga wali syaithon !!

wali syaiton ini lah yang mengelabuhi manusia, ia mendapatkan berbagai kemampuan aneh karena bekerjasama dengan syaiton, naudzubillah. karena karomah dan sihir ada perbedaannya :

Karomah :

kejadian di luar kebiasaan yang Allah anugerahkan kepada seorang hamba tanpa disertai pengakuan (pemiliknya) sebagai seorang nabi, tidak memiliki pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus, yang terjadi pada seorang hamba yang shalih, baik dia mengetahui terjadinya (karamah tersebut) ataupun tidak, dalam rangka mengokohkan hamba tersebut dan agamanya. (Syarhu Ushulil I’tiqad, 9/15 dan Syarhu Al Aqidah Al Wasithiyah, 2/298 karya Asy Syaikh Ibnu Utsaimin—rahimahullah).

Karomah itu tanpa dipelajari, dan tidak bisa diulang-ulang dan dimainkan sesuka hatinya dan tidak bisa diwariskan atau diturunkan (sebagaimana ilmu tenaga dalam, metafisik, dkk).

Sihir :

datangnya dari syaiton dan bisa dipelajari, bisa diturunkan / diwariskan asalkan memenuhi persyaratan syaiton tsb.

Apakah Setiap yang Di Luar Kebiasaan Disebut Karamah?
Sesuatu yang terjadi di luar kebiasaan, bisa dikelompokkan menjadi tiga:
- Mukjizat, terjadi pada para rasul dan nabi.
- Karamah, terjadi pada para wali Allah.
- Tipuan setan, terjadi pada wali-wali setan.
(At Tanbihaatus Saniyyah hal. 312-313).
Lalu bagaimana membedakan antara karamah dan tipu daya setan? Tentunya, dengan mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwaan masing-masing orang yang mendapatkan hal luar biasa tersebut, maka benarlah apa yang di ucapkan oleh Imam Syafi’i rohimahulloh.

Al Imam Asy Syafi’i—rahimahullah—berkata, “Apabila kalian melihat seseorang berjalan di atas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193).

K.H. Hasyim Al Asy’ari—rahimahullah—(tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, NU) berkata, “Barangsiapa yang mengaku sebagai wali Allah tanpa mengikuti sunnah, maka pengakuannya adalah kebohongan.” (Ad Durar Al Muntasirah, hal. 4).

2. Wali mengatahui yang ghoib ??!!

Maka keliru, pemahaman yang berkembang di masyarakat kita saat ini, bahwa wali itu identik dengan ulama atau kyai yang memiliki keajaiban dan ilmu yang aneh-aneh. Meskipun dia adalah seorang kyai yang banyak meninggalkan kewajiban syariat, pernyataannya sering merugikan dan menyakiti umat Islam, mengobok-obok syariat, bahkan menjadi penolong musuh-musuh Allah, Yahudi dan Nasrani.

“Di sisi-Nya (Allah) segala kunci-kunci yang gaib, tiada yang dapat mengetahuinya kecuali Dia (Allah)”. (QS. Al An’aam, ayat : 59). Dan firman Allah, “Katakanlah” :tiada seorang pun di langit maupun di bumi yang dapat mengetahui hal yang gaib kecuali Allah”. (QS. An Naml, ayat: 65).

Termasuk para nabi dan rasul sekalipun tidak dapat mengetahui hal yang gaib kecuali sebatas apa yang diwahyukan Allah kepada Mereka. Sebagaimana firman Allah kepada Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepada kalian bahwa di sisiku gudang-gudang rezeki Allah, dan aku pun tidak mengetahui hal yang gaib”. (QS. Al
An’aam, ayat: 50). Dan firman Allah: “Katakanlah: aku tidak memiliki untuk diriku manfaat dan tidak pula (menolak) mudarat, dan jika seandainya aku mengetahui hal yang gaib tentulah aku akan (memperoleh) kebaikan yang amat banyak dan tidak akan pernah ditimpa kejelekan”. (QS. Al
A’raaf, ayat: 188). Asumsi sesat ini telah menjerumuskan banyak manusia kejalan kesyirikan, sehingga Mereka lebih merasa takut kepada wali dari pada takut kepada Allah, atau meminta dan berdoa kepada wali yang sudah mati yang Mereka sebut dengan tawassul. Yang pada hakikatnya adalah kesyirikan semata. Karena meminta kepada makhluk adalah syirik. Tidak ada bedanya dengan kesyirikan yang dilakukan oleh kaum Nuh ‘alaihis salam. Dan orang-orang kafir Quraisy pada zaman jahiliyah. Dengan argumentasi yang sama bahwa Mereka para wali itu orang suci yang akan menyampaikan doa Mereka pada Allah. Hal inilah yang dilakukan kaum
musyrikin sebagaimana yang disebutkan Allah dalam firman-Nya: “Ingatlah; milik Allah-lah agama yang suci (dari syirik), dan orang-orang mengambil wali (pelindung) selain Allah berkata: kami tidak menyembah Mereka melainkan supaya Mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. (QS. Az Zumar, ayat: 3).

3. Berlebihan kepada wali

Sesungguhnya menghormati wali bukanlah dengan berdoa di kuburannya, justru ini adalah perbuatan yang di benci wali itu sendiri karena telah menyekutukannya dengan Allah. Manakah yang lebih tinggi kehormatan seorang wali di sisi Allah dengan kehormatan seorang nabi? Jelas nabi lebih tinggi. Jangankan meminta kepada wali kepada nabi sekalipun tidak boleh berdoa. Jangankan saat setelah mati di waktu hidup saja nabi tidak mampu mendatangkan manfaat untuk dirinya sendiri, apalagi untuk orang lain setelah mati!. Kalau hal itu benar tentulah para sahabat akan berbondong-bondong ke kuburan nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat Mereka kekeringan atau kelaparan atau saat diserang oleh musuh. Tapi kenyataan justru sebaliknya, saat paceklik terjadi di Madinah, Umar bin Khaththab mengajak kaum muslimin melakukan shalat istikharah kemudian menyuruh Abbas bin Abdul Muthalib berdoa, karena kedekatannya dengan Nabi, bukannya Umar meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena kehidupan beliau di alam barzah tidak bisa disamakan dengan kehidupan di alam dunia.
Kemudian bentuk lain dari cara setan dalam menyesatkan wali-walinya adalah dengan memotivasi seseorang melakukan amalan-amalan bid’ah, sebagai contoh kisah yang amat mashur yaitu kisah Sunan Kalijaga, kita tidak mengetahui apakah itu benar dilakukan beliau atau kisah yang didustakan atas nama beliau, namun kita tidak mengingkari kalau memang beliau seorang wali, yang kita cermati adalah kisah kewalian beliau yang jauh dari tuntunan sunnah, yaitu beliau bersemedi selama empat puluh hari di tepi sebuah sungai kemudian di akhir persemedian beliau mendapatkan karomah. Kejanggalan pertama dari kisah ini adalah bagaimana beliau melakukan shalat, kalau beliau shalat berarti telah meninggalkan shalat berjamaah dan shalat Jum’at? adakah petunjuk dari Rasulullah untuk mencari karomah dengan persemedian seperti ini? Dengan meninggalkan shalat atau meninggalkan shalat berjamaah dan shalat Jum’at.

Banyak orang berasumsi bila seseorang memiliki atau dapat melakukan hal-hal yang luar biasa dianggap sebagai wali. Padahal belum tentu, boleh jadi itu adalah tipuan atau sihir, atas bantuan setan dan jin setelah ia melakukan apa yang diminta oleh jin dan setan tersebut. Seperti ada orang yang bisa terbang atau berjalan di atas air atau tahan pedang atau bisa memberi tahu tentang sesuatu yang hilang, oleh sebab itu yang perlu dicermati dari setiap orang memiliki halhal yang serupa adalah bagaimana amalannya apakah amalannya sehari-hari menurut sunnah atau tidak?  Karena setan bisa membawa seseorang untuk terbang, atau memberi tahu para walinya sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain. Sebagaimana Dajjal yang akan datang di akhir zaman memiliki kekuatan yang luar biasa. Begitu pula para kaum musyrikin dapat mendengar suara dari berhala yang mereka sembah, pada hal itu adalah suara setan. Dan banyak sekali kejadian yang luar biasa dimiliki oleh orang-orang yang sesat begitu pula orang yang murtad dsb. Yang kesemuanya adalah atas tipuan setan.

Sebagaimana yang diriwayatkan dalam kisah seorang Nabi palsu Mukhtar bin Abi ‘Ubaid, yang mengaku sebagai Nabi. Ia mengaku bahwa dia menerima wahyu, lalu seseorang berkata kepadaIbnu ‘Umar dan Ibnu ‘Abbas: sesungguhnya Mukhtar mengaku diturunkan kepadanya wahyu? Dua orang sahabat tersebut menjawab: benar, kemudian salah seorang dari Mereka membaca firman Allah: “Maukah kamu Aku beritakan kepada siapa turunnya para setan? Mereka turun kepada setiap pendusta yang banyak dosa “. (Asy Syu’araa, ayat: 221-222). Dan yang lain membaca firman Allah, “Dan sesungguhnya para setan itu mewahyukan kepada wali-wali Mereka untuk membantahmu”. (QS. Al An’aam, ayat: 121).

Oleh sebab itu bila seseorang mendapat ilham dia tidak boleh langsung percaya sampai ia mengukur kebenarannya dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Karena nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan dalam sebuah hadits: “Sesungguhnya dalam diri anak Adam terdapat bisikan dari setan dan bisikan dari malaikat”. (HR. A t Tirmizy no. 2988).

Berkata Abu Sulaiman Ad Daraany: “Boleh jadi terbetik di hatiku apa yang terbetik di hati Mereka (orang-orang sufi) maka aku tidak menerimanya kecuali dengan dua saksi dari kitab dan sunnah.”

43 Tanggapan ke “Mengintip Karomah para Wali”

  1. Pesona Muslim Says:

    Subhanallah..jika tidak keberatan bergabunglah di aggregasi web kami,cukup memasang banner dari kami,insya Allah setiap postingan terbaru dr blog ini akan muncul di web kami

  2. Pesona Muslim Says:

    Syukran…sudah pasang banner kami, silahkan sahabat posting terbaru maka setiap ada postingan terbaru dari blog ini akan muncul di web kami

  3. abu amr Says:

    izin men-copy ya akh…syukron

  4. musa Says:

    syukron atas ilmu’y..tp tyd yg sulit bagi allah.cuma itu yg ana bisa sampaikn.

  5. musa Says:

    sprti yg trjadi pd hamba allah yg kjadian’y diabadikn dlm suroh al-kahfi.mreka bisa hidup sampai 209thn tmpa makan dn minum dlm sbuah gua.kisah ini tk beda’y dng kisah sunan kalijaga yg betapa skian tahun dn tmpa mlakukan prbuatan syari’at.krn prbuatan syariat hnyalah formalitas yg itu smua bukan jaminan tuk mndapat rahmat allah.perbuatan syari’at hnyalah bentuk pmbuktian penghambaan.yg trpenting adalah hati.

    • ibnu fauzy Says:

      Ashabul kahfi itu ditidurkan oleh Allah, mereka tidak mengetahuinya. sedangkan sunan KJ, mnrt cerita ia dg sengaja meninggalkan sholat. jadi beda. orang yg tidur atau pingsan, atau koma meskipun dlm waktu lama, ia tmsk orang2 yg diangkat pena. tidak terkena kewajiban,beda dg orang yg sengaja tidak melaksanakan perintah. Hati-hati mengatakan bahwa syariat adalah hanya formalitas !! semua ulama sepakat bahwa Syahadat, sholat, zakat, puasa, haji adalah wajib, dan termasuk rukun Islam. Barangsiapa tidak meyakini kewajiban tsb maka dia telah kafir dg kesepakatan para ulama!! jika tidak melakukan syariat maka tidak ada buktinya, bahkan ibadah itu tdk cuma hati , tapi diwujudkan dalam lisan dan amal perbuatan. hati yg sehat tentu akan menggerakkan seluruh anggota badan untuk melaksanakan perintah Allah.

  6. Pecinta AhlulBait Says:

    Ibnu Fauzy…diem ente jangan menjelekkan wali…beliau bukan pendeta bukan juga keturunan comberan…beliau keturunan nabi Muhammad SAW,terus ente keturunan nabi enggak ( jangan jawab nabi adam AS,dodolll ente kalau jawab gituu )…cinta Nabi Muhammad SAW harus cinta dengan keturunannya…ingat itu Ibnu Fauzy….kalau engkau tidak mengakuinya lebih baik diam…jangan jawab dengan syariat jawab dengan hakekat…bagaimana ente tau hakikat wong cuma baca buku tanpa praktek…wahh….jauh mannn…jauh man….

    • ibnu fauzy Says:

      “diem ente jangan menjelekkan wali” MAAF, SAYA TIDAK PERNAH MENJELEKKAN WALI, dari mana anda bisa berkata seperti itu ? bahkan, salah satu akidah ahlussunnah adalah meyakini karomah para wali. dan yg saya soroti adalah cerita kurofat yg tidak bersanad yg disandarkan kpd para wali yg hal ini justru akan mencoreng kemuliaan wali. ente katakan : “beliau keturunan nabi Muhammad SAW,” siapa sih yg anda maksud ? yang namanya wali itu bisa dari keturunan Nabi atau bukan.

      “jangan jawab dengan syariat jawab dengan hakekat”, mas pecinta ahlul bait, mana dalilnya bahwa agama ini dibagi menjadi hakikat dan syariat ? jika manusia boleh berkata ttg agama tanpa dalil, niscaya akan rusak agama ini.

      anda tidak suka jika semua jawaban dikembalikan kpd Al-Qur’an dan As-Sunnah, padahal ini adalah perintah Tuhan semesta alam, perhatikan ayat berikut : Kemudian apabila kalian berselisih tentang sesuatu hal maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (As-Sunnah), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir…” (QS. an-Nisa’: 59).
      perhatikan pesan Nabi salallahu ‘alaihi wassalam “Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah-ku.” Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan Daruquthni (hadits no. 149). Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan Daruquthni (hadits no. 149).

      saya sarankan anda ikuti grup facebook komunitas pecinta ahlul bait http://www.facebook.com/home.php?#!/group.php?gid=129008093781248&ref=ts

  7. bukanu Says:

    Pecinta AhlulBait…menurut hakekat keturunan itu dari garis bapak bukan ibu mas….

  8. annisa Says:

    1,ada seorg ayah.dy sangat soleh.mengikuti syariat agama.dan suatu hari aq dengar tntang dy yg memiliki kelebihan.aq tertarik untuk brkunjung.tp tnpa bnyk bicara dy tau siapa aq.aq jg bnyk brtnya tntang kjadian2 aneh yg q alami.dy menjelaskan.tp saat brcerita,berkali2 dy berkata”astaghfirullah,itukan cuma menurut pndapat saya.bs jd itu salah.cuma Allah yg maha tau”.dan dy memang bnar2 bs tau hal2 yg ghaib.sepulang dr sana aq msh bingung knp bs bgt.tp yg pasti aq hal tsb justru makin mmbuat aq mengagungkan Allah SWT.Bs tlng di jelaskan?

  9. annisa Says:

    2,aq pernah mondok di slh satu ponpes selama 3 thn.saat slesai skolah aq mndapati ibuku cerita bhwa beliau terlilit hutang.beliau ditawari jln uang ghaib oleh seseorg.aq yg br kluar dr ponpes penasaran dan dibwh tekanan ibu,aq trhasud untuk membntu.katakanlah ”arya” adl org yg mngtahui ttg cara2nya.tnp brfikir logis,aq trpngaruh dan mulai mengerjakan amalan2nya (wirid,dsb).tp tiba2 aq skt tipes.bnyk2 hal2 aneh yg q alami.
    1.tdk dpt membdakan mana yg mimpi dan nyata.
    2.seringkali aq melihat sorg laki2 mengawasi q dr jauh.tp org lain tdk bs liat dy.hanya aq.
    3.setiap memejamkan mata aq bs pergi ktempat2 trtntu.
    -aq kt4 teman,dan mengawasi ia sdang merubah posisi k

  10. annisa Says:

    (lanjutan) ia sdang merubah merubah posisi kamar.dan saat q konfirmasi trnyata hal tsb benar.
    -aq kt4 arya.aq mendapati rumah porak poranda oleh masa yg prnah trtipu.dan trnyata itu benar.arya lalu dpenjara kurang lebh 16 thn atas pasal penipuan.
    -dan msh bnyk lg.
    tp berangsur2 kemampuan tsb hilang.tp membuatku brsyukur aq tdk jd terjerumus dlm lubang kemusyrikan.lalu apa namanya itu?tolong dijelaskan.

    • ibnu fauzy Says:

      diantara tanda2 orang yg kena gangguan jin yaitu :
      1. Tanda dalam tidurnya
      1. Sulit tidur malam.
      2. Banyak bangun malam.
      3. Mimpi yang menakutkan.
      4. Melihat binatang dalam tidurnya seperti kucing, anjing.
      5. Giginya mengerat.
      6. Tertawa, mengigau, teriak dalam tidur.
      7. Mengaduh-aduh dalam tidur.
      8. Mimpi jatuh dari tempat yang tinggi.
      9. Mimpi dirinya di kuburan, tempat-tempat yang kotor atau jalan yang menakutkan.
      10. Mimpi melihat sesuatu dengan sifat-sifat aneh (tinggi sekali, hitam, menakutkan dll).
      11. Mimpi melihat bayang-bayang dirinya dalam tidurnya.
      2. Tanda saat sadar
      1. Pusing terus menerus, dengan catatan bukan pusing karena ada badan yang sakit.
      2. Berpaling dari berdzikir kepada Allah.
      3. Hilang akalnya.
      4. Lemah dan malas.
      5. Mengkerut salah satu syarafnya (selalu tegang).
      6. Merasa sakit pada salah satu anggota badan yang dokter tidak mampu mengungkap jenis penyakitnya.
      7. Sempoyongan saat berjalan dan bicaranya tidak jelas.

      Apakah anda ketika dipesantren pernah melakukan suatu ritual (amalan/wirid ttn) yg tidak ada contohnya dari Rasululloh ? amalan2 bid’ah tsb biasanya dilakukan dg tujuan agar mendapatkan kemampuan luar biasa, yg pada hakikatnya adalah meminta bantuan jin, atau disebut sihir. namun banyak orang yg terkecoh dg amalan2 tsb krn dibungkus dg baju islami shg mereka merasa itu bukan sihir tapi karomah.

      coba anda ruqyah diri anda sendiri dg membaca bacaan ruqyah.diantara bacaan ruqyah, dapat dilihat di http://abusalma.wordpress.com/2007/02/16/bagaimana-mengobati-kesurupan/
      atau download ebook disini http://salafiyunpad.files.wordpress.com/2008/01/terapi-pengobatan-dengan-ruqyah-syariyyah.pdf

      sebagai tambahan ilmu, bisa anda baca http://metafisis.wordpress.com/2010/08/17/anak-indigo-bertingkah-aneh-karena-bisa-melihat-jin/

      semoga bermanfaat.

  11. dee wahjoedi Says:

    saya sangat menyayangkan wali dianggap dianggap sebagai ‘superman’, padahal wali juga manusia biasa.

    Dan ironis,banyak yg minta ‘amalan2 instan’ utk penglaris,jodoh,dll

    padahal itu semua kita kembalikan pada Allah SWT

  12. mairoel Says:

    smoga kita tidak mendambakan koramah, yakinlah karomah datang apabila kita kuat akan keyakinan menjalankan ajaran agama islam,,,,
    agama yang membawa kita selamat dunia dan akhirat,,,
    amin…..

  13. gion Says:

    berhentilah mengoreksi orang lain..apa lagi para wali Allah..
    padahal siapa yang membenci kekasih/para wali allah..terlaknatlah dia..
    ” Rasulullah Saw bersabda : Sesungguhnya Allah Swt telah berfirman, “Barangsiapa memusuhi wali-Ku (kekasih-Ku), sungguh Aku telah menyatakan perang terhadapnya… ( HR. al-Bukhari ).
    pikiran kalin tidak akan sama dengan pikiran para wali..
    nabi musa as pun tidak bisa memahami ajaran nabi khidir..
    karena syariat dengan hakekat itu beda tapi sama..

    syech Asrori ra…berkata..amalan apa pun itu..asalkan tujuanya baik,dan mencari ridho Allah,,dan tidak bertentengan dengan agama..itu di bolehkan..meskipun bid’ah…
    karena bid’ah itu ada dua…yang baik dan yang buruk..
    beliau keturunan langsung nabi muhammad swa yang 33..
    pikiran kalian jika hanya syariat,,,tidak akan mampu memahami hakekat…dan pada akhirnya malah malah mudah menuduh orang lain sesat..jika itu terjadi..malah kitalah sesungguhnya yang tersesat..

  14. ardi Says:

    Gimana dengan syeikh abdul qodir jaelani dia juga wali yang punya karomah apakah juga bertentangan dgn syariat

    • ibnu fauzy Says:

      saya tidak mengingkari adanya karomah, bahkan mengimani karomah pada sebagian hamba yang sholih, tp banyak yang salah paham tentang makna karomah dan perbedaannya dengan sihir. sebaiknya mas ardi membaca buku “buku putih syaikh abdul qodir aljailani” agar kita tahu siapa sebenarnya beliau, karena banyak cerita palsu yang disandarkan kpd beliau.. barokallohu fiikum

  15. aramsagita Says:

    Assalamualikum Mas Fauzi ikut komentar Yach,
    Mengenai masalah karomah memang sll di permaslahkan tp banyak orang yg tertarik untuk mempelajarinya mengenai hijib2 tenaga dalam(biasanya diselipi bacaan2 atu dzikir2) dan banyak orang yg tertarik terus mempelajari karomah tsb,tp banyak orang yg tidak tahu mereka menginginkan punya karomah dan berpuasa sesuai yg dianjurkan pemberinya,tp setelah berpuasa dan mempuanyai kekuatan kadang mereka tidak th bahwa yg masuk dlm dirinya bukan karomah dr Allah tp tipu daya syetan walaupun kalimah yg diberikannya banyak diambil dr Al Qurán dan kadang2 bisa menghalangi di ijabahnya Doá kita.contohnya kuat dgn senjata tajam bisa melihat hal2 ghaib bisa bersilat sesuai dgn nama jurus2nya walaupun dia tidak pernah belajar dllnya lagi.dan itu sebenarnya dibantu oleh jin.orang2 yg awam memang tidak bahwa kita lg di perdaya oleh syetan dan menjadi pengikutnya dan karomah dan kekuatan itu kadang membuat kita lebih percaya sama kekuatan daripada sama Kekuatan Allah dan lebih percaya sama isim dan jampe2 daripada sama kekuatan Allah dan akhirnya kemusyrikan yang ada.Maaf sya terlalu panjang lebar tapi itu semua sesuai dgn pengalaman sy,Untuk lebih jelas bisa di lihat di blog sy mengenai pengalaman spiritual saya.
    terimakasih atas diberi ijinnya.
    wassalam,
    asep al fakir

  16. ASEP Says:

    mas fauzi tahukah anda dengan pasti kejadian waktu sunan kalijaga kenapa anda bisa menafsirkan begitu sedangkan anda sendiri masih baca di cerita terlalu dangkal anda menafsirkan karena anda tidak tahu yang sebenarnya
    cobalah anda mengkaji Al-Qur’an dan Hadist itu sambil anda sholat minta kebenarannya. didunia ini banyak sekali yang kita tidak ketahui maka jangan lah anda menafsirkan begitu karena anda sendiri tidak tahu juga kebenarannya

  17. sunan gunung jati al karomah Says:

    bung ibnu fauzy…anda..memang pandai berdalih anda berbicara tentng karomah dan andapun bisa mendefinisikan karomah itu sendiri,apakah anda juga termasuk mendapatkan karomah…?kalo anda belum merasa mendapatkan karomah…mau nggak sy ajarin caranya mendapatkan karomah…?supaya yang samar-samar jadi jelas dan yang jelas jadi nampak,jangan yang jelas di samar-samarkan…

    • ibnu fauzy Says:

      mas sunan, saya tidak mendifinisikan karomah menurut pendapatku sendiri, tapi saya kutip dari pendapat para ulama. silahkan baca artikel saya dengan cermat dan pahami baik-baik. salah dalam memahami tulisan bisa fatal. karomah bukanlah tujuan. dan setahuku karomah itu tidak bisa diajarkan. maka jika bisa diajarkan itu bukan karomah, lihat kembali tulisan saya di atas.
      Wallahu a’lam..

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        Alhamdulillah …saya sengaja menayakan ini untuk meluruskan anggapan orang-orang tentang “karomah”karomah itu tidak bisa diajarkan, maka jika bisa diajarkan itu bukan karomah”karena yang namanya karomah itu langsung dari Allah SWT kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.jadi karomah itu tidak bisa di pelajari tetapi bisa di dapat dengan cara :
        Allah berfirman ”
        “INNA AKROMAKUM ‘INDALLOOHI ATQOOKUM”

  18. sunan gunung jati al karomah Says:

    Ibnu Fauzy…..anda cerita tentang walisanga…macam tahu saja….anda membuat umat jadi bingung dengan ulasan2 anda…Saya mengutip kata-kata anda:
    “1.salah satu akidah ahlussunnah adalah meyakini karomah para wali. dan yg saya soroti adalah cerita kurofat yg tidak bersanad yg disandarkan kpd para wali yg hal ini justru akan mencoreng kemuliaan wali
    “2.anda mengutip kata-kata dari K.H. Hasyim Al Asy’ari—rahimahullah—(tokoh pendiri Nahdlatul Ulama, NU) berkata, “Barangsiapa yang mengaku sebagai wali Allah tanpa mengikuti sunnah, maka pengakuannya adalah kebohongan.” (Ad Durar Al Muntasirah, hal. 4).
    “”Kesalahan FATAL anda adalah…
    di satu sisi anda menjadikan KH.Hasyim Al Asy’ari sebagai tokoh yg harus di ikuti tetapi di sisi lain anda telah menjelek-jelekkan para wali atas karomahnya.anda tahu..tidak siapa KH.Hasyim Al Asy’ari?…Beliau adalah keturunan WALI DARI SUNAN GIRI ini adalah silsilah lengkapnya Ainul Yaqin (Sunan Giri), Abdurrohman (Jaka Tingkir), Abdul Halim (Pangeran Benawa), Abdurrohman (Pangeran Samhud Bagda), Abdul Halim, Abdul Wahid, Abu Sarwan, KH. Asy’ari (Jombang), KH. Hasyim Asy’ari (Jombang) supaya lebih jelas sumbernya dan di percaya silahkan datang langsung ke PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM TAMABK BERAS JOMBANG.Di sana setiap santri yang baru masuk (Masa Orientasi) akan di kenalkan dengan sejarah Beliau………

  19. erdi Says:

    Untuk menutup diskusi tentang kharomah wali, maka perhatikan Allah berfirman, putus hubungan antara si mati dengan yang masih hidup kecuali tiga perkara, pertama doa anak yang sholeh kedua ilmu yang bermanfaat, ketiga sedekah harta yang baik, nah kalau mau seperti wali maka langsung minta kepada pemiliknya yaitu Allah SWT karena para wali yang telah diberi kharomah oleh Allah ilmunya tinggal diberikan kepada siapa setelah wali itu wafat, Allah maha berkehendak kepada siapa ilmu itu diberikan tinggal Dia menunggu siapa yang berkeinginan kuat untuk mnedapatkannya, pergi ke kuburnya wali boleh yang tidak boleh minta sama yang sudah tidak punya apa2 ya….salah dan itu termasyuk syirik, syaiton kata Allah lagi ada 2 jenis, jenis jin dan jenis manusia kerjanya menjadikan yang dilarang oleh Allah itu seolah olah baik dan benar dan kelihatan sangat indah, dengan mengkambing hitamkan nama Allah, (semuanya dari Allah menurut logikanya sendiri) Dan semuanya dari Allah sangat betul sekali, namun Allah akan menguji seluruh manusia apakah mereka betul2 beriman kepadaNya atau tidak maka Allah akan tetap memberikannya walaupun manusia mengganggap ilmu atau kharomah dari para wali datangnya dari wali itu sendiri bukan dari Allah. disini kuncinya maka Allahpun tinggal menambahkan kesesatannya semakin jauh, yang paling ditakutkan adalah kalau Allah langsung yang menyesatkan kita maka tidak akan diterima tobatnya dan azabNya sangat pedih di dunia apalagi di akhirat, tapi kalau masih dari kesalahan dari syaiton yang 2 jenis itu, pintu tobat masih dibukakan, subhanallah…….jadi sebenarnya apapun tidak perlu diperdebatkan dengan mengeluarkan dalil2 yang macam2 untuk pembenaran. Manusia itu tinggal memilih pilihan hidupnya, kalau sudah diberikan khabar dan hukumnya melalui Alqur’an dan sudah diketahui maka kafirlah dia karena ingkar kepada ketentuan Allah yang Maha Ghaib.
    Semuanya boleh, dan lakukan saja kenapa dipertentangkan dan diperdebatkan yang patut diingat bahwa setiap hukum yang telah disampaikan Alkitab sangsinya melekat, dan tidak satupun perbuatan yang luput dari akibat dan serta sangsi Allah sendiri di dunia dan akhirat, bukankah telah Aku katakan bahwa engaku manusia adalah makhluk yang paling mulia yang Aku ciptakan dan Aku berikan kelebihan Otak untuk berfikir mana yang boleh dan mana yang tidak karena semuanya sudah Aku sampaikan kepada pemimpinmu yaitu Muhammad Rasulillah SAW didalam kitab Alqur’an dan isinya adalah FirmanKu dan bukan karangan Muhammad. hanya sedikit yang mampu memahaminya kecuali yang kuat akal fikirannya.

  20. Orang biasa Says:

    Ass,wr,wb

    ibnu fauzy Says:
    4 Maret 2011 pukul 10:33
    Maaf, bisa ditunjukkan mana kata-kata saya yang menjelekkan para wali ??
    kalau baca tulisan yang cermat mas..

    ibnu fauzy Says:
    6 Agustus 2010 pukul 11:43
    Ashabul kahfi itu ditidurkan oleh Allah, mereka tidak mengetahuinya. sedangkan sunan KJ, mnrt cerita ia dg sengaja meninggalkan sholat.

    Mohon maaf mas Ibnu, hal yg berkaitan dgn Qur’an sdh kita fahami mutlak benar adanya, sdg kisah wali Songo dlm hal ini Sunan Kalijaga…jgn anda berkesimpulan cuma dgn referensi “menurut cerita” “katanya” “saya dengar” “saya baca” 4 kalimat yg umum diucapkan ummat Islam modern.

    Sy pribadi Insya Allah mendapat “petunjuk” bkn krn sy pingin namun kejadian alamiah yg sy alami saat sdg getol2nya ibadah kpd-NYA, akan halnya Sunan Kalijaga beliau itu mmg ingin bertaubat & menjadi murid Sunan Bonang maka saking patuhnya terhadap perintah sang guru utk ibadah, maka Sunan Kalijaga pun langsung ibadah ditmpt yg skrg menjadi petilasan beliau, cm krn saking khusyuk & fana dlm beribadah kpd Allah, beliau fisiknya tdk tersadar {mematung} baru setelah Sunan Bonang ingat bahwa beliau perintahkan Sunan Kalijaga utk ibadah ditmpt petilasan yg kebetulan mmg sepi dr khalayak, dibacakan kalimat Syahadat perlahan tersadar Sunan Kalijaga.

    Hal diatas prnh terjadi di Indonesia, bedanya saat berdzikir, saat fana dikira mati oleh keluarganya,smpt dikubur namun blm lama dikeluarkan lg & dibacakan kalimat syahadat oleh Syaikhnya baru tersadar {nama tdk akan sy cantumkan tkt fitnah}

    So kalau ditilik2 ke 2 kejadian itu mirip di Gua kahfi, bedanya kalau Guah Kahfi dibikin “pulas” tidurnya oleh Allah, maka Sunan & sufi diatas dibikin seolah2 “mematung” mirip mayat tp bkn krn mrk ingin begitu tp kejadian alamiah atas kehendak Allah.

    Beda dgn pesulap2 dizaman skrg yg mmg sengaja dikubur,gk makan2 dll utk cari sensasi.

  21. habib muhammad Says:

    ibnu fauzy….
    ente ini kurang ilmu tapi banyak kalam.
    ini susahnya kalo belajar setengah-setengah,,
    lebih baik ente belajar yang bener..baru kalam

    • ibnu fauzy Says:

      Terimakasih nasihatnya, memang saya kurang ilmu dsn Insya Allah akan selalu mencari ilmu…

      • pakujagadgad Says:

        mengomentari catatan yang Ibnu Fauzy tulis, apakah kita akan mengatakan bahwa bulan itu tidak ada hanya karena kita tidak pernah sampai ke sana? lalu bagaimana dg ilmuwan yang telah menginjakkan kaki di sana? apakah kita akan mengatakan bahwa musik itu tidak memiliki rasa? hanya karena kita tidak dapat merasakannya? lalu bagaimana dg mereka pecinta musik.. sunnguh betapa anda tidak fair jika anda mengatakan bahwa apa yang dialami oleh para wali termasuk karomah dan keanehan keanehan lain itu tidak ada hanya karena anda tidak pernah mengalaminya.. ketika ada org sholat, tanyakan, ada yang mengatkan bahwa shoat itu biasa biasa saja, ada juga yang mengatkan bahwa sholat itu begitu nikmat hingga lama dia menjalankan sholat.. lihatlah… cukupkah kita hanya memahami syariat yang kental dengan fiqh tanpa memahami makna sholat secara hakikat.. dalam al ma’un dikatakan, fawailullil musholllin… celaka orang orang yang sholat.. ini artinya tidak cukup syariat saja, tapi aspek hakikat harus menjadi perhatian.. silakan anda berbeda pendapat, tapi jangan menyalahkan yang tidak sepaham dengan anda.. ‘assa an takrohuu syaian, wa huwu khoirullakum, wa ‘asaa ‘an tuhibbu syai’an wa huwa syarrullakum, wallohu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun… ” wallahua’lam…

      • ibnu fauzy Says:

        Ternyata banyak yang salah paham dengan tulisanku …
        perhatikan baik-baik posting saya di atas, sama sekali saya tidak menafikan adanya karomah, bahkan salah satu akidah ahlussunnah yang wajib kita yakini adalah adanya karomah bagi para wali. hanya saja perlu kita ketahui apa itu karomah dan apa bedanya dengan khoriqul adah yang lain misalnya sihir…
        tentang ” celakalah orang yang shalat..” maka pada ayat berikutnya sudah dijelaskan, yaitu diantaranya “yang lalai dari shalatnya”. Wallahu a’lam..

  22. ponbit Says:

    Bang Ibnu Fauzi,sy percaya dengan waliyullah yaitu orang yang dekat pd Allah dng pemberian Allah berupa karamah krn Allah cinta pd org tsb.Ini didpt krn ibadah dan meninggalkan maksiat dng sunguh-sungguh,bahkan ada yg dpt menyembuhkan sihir atas izin Allah,doanya makbul.Mas yg mau sy tanya apakah ada dizmn skrg waliyullah spt Dr. Kadirun Yahya yang dpt menyembuhkan penyakit sihir,sebab sy menderita sihir 6 thn lamanya.Pernah ktk sy berdzikir klr rambut yg bnyk dr muka saya.Saya srg mimpi yg mengerikan,dan dikpla saya jin bicara dgn sy untk menganggu dan ini krp terjadi.berhubungan dng tulisan mas Ibnu waliyullah itu ada,apakah ada diindonesia?sy mau berobat dgnnya krn sy cukup menderita dng sihir ini.Tolong dijwb Mas.

  23. Muhammad Furqon ad-Difuqi Says:

    Artikel antum bagus. kalau dibaca dengan cermat, tidak ada kata-kata yang menjelekkan wali, justeru ane liat antum ingin meluruskan pemahaman tentang wali dan karomahnya. Jawaban-jawaban antum juga santun, sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasul saw. Sedangkan orang yang mengomentari dengan kata-kata yang kurang baik, perlu dipertanyakan kembali, apakah sudah mengenal dengan baik kepribadian Nabi saw yang sangat santun, jangankan dengan muslim, dengan non muslimpun beliau menjaga sekali kata-kata dan sikapnya. Ane dukung artikel2 antum. Salam ta’aruf dari ane, Muhammad Furqon ad-Difuqi.

  24. Andree Kurniawan Says:

    “Janganlah seorang itu menuduh seorang yang lain dengan tuduhan kafir atau fasik,maka perkataan itu akan kembali kepadanya sekiranya orang yang dituduh itu bukan seperti itu (bukan golongan kafir atau fasik” [HR Bukhari (no 6045)

    Stop menuduh Wali (kekasih) Allah itu sesat… jika anda tidak mau menjadi orang yang tersesat…

  25. JcBoy Scooterman Says:

    saya sgt stuju dgn artikel anda,,,dan sy ingin belajr cara membangkitkan tenaga dalm ..trimaksih sebelum nya


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.