INILAH INTI TENAGA DALAM, TENAGA METAFISIK DAN ILMU HIKMAH (Sebuah Pengalaman Pribadi – bag.1)

pingin sakti ?

Apakah anda ingin menguasai tenaga dalam / tenaga metafisik / ilmu hikmah tingkat tinggi ?

pernahkah anda mempelajari tenaga dalam / tenaga metafisik / ilmu hikmah ? saya ajak anda untuk saling berbagi pengalaman tentang dunia persilatan.

saya akan kisahkan pengalamanku malang melintang didunia prsilatan… semoga bisa diambil ibroh bagi ita semua, amiiin.

mungkin anda pernah berangan-angan menjadi “orang sakti” seperti cerita2 silat. ketika awal di SMU, saat kemah perkenalan siswa baru, ada penampilan salah satu perguruan silat. mereka memperagakan jurus2 andalan mereka. tak lupa peragakan mematahkan balok es dengan tangan dan kepala. namun ada satu anggotanya yg gagal mematahkan balok es.

melihat adegan ajaib tsb. saya jadi penasaran ingin tahu bagaimana caranya kok mereka bisa melakukan hal2 luar biasa tsb.

Saat saya masuk kuliah, ketika acara pembukaan OSPEK, ada penampilan dari bermacam unit kegiatan mahasiswa, termasuk perguruan silat. waktu itu ada 2 perguruan silat yg tampil. Yang pertama menampilkan atraksi kebal bacok, ditusuk jarum diseluruh tubuh tapi tak berdarah, dan mementalkan lawan tanpa menyentuh, dan cuci tangan dengan air keras, wooow.. disamping atraksi klasik mematahkan kikir. atraksi dari perguruan lain lebih ajaib lagi, bisa melihat dengan mata ditutup kain. sungguh itu sangat menggoda para penonton.

apalagi beberapa perguruan silat menawarkan bisa aplikasi pengobatan dengan tenaga dalam / metafisik maka hal itu membuat saya penasaran karena saya pernah menderita sakit nafas.

maka mulailah saya ikut salah satu perguruan silat. namun baru tingkat pertama cabang perguruannya dikampus bubar. kemudian saya ikut latihan perguruan lain. sebut saja perguruan “X”.

perguruan “X” menawarkan konsep lain. mereka menggolongkan ilmu persilatan menjadi 3, yaitu :

1. ilmu hitam : didapat dg ritual2 tertentu dengan bantuan jin, selayaknya dukun

2. ilmu hitam berkedok putih : didapat dengan amalan2 yang tidak disyariatkan, sering diajarkan oleh “kyai” pada santrinya. sebenarnya sama, pakai jin.

3. Ilmu Putih : didapat dengan melatih potensi yang ada dalam diri manusia. katanya potensi manusia malah jauh lebih hebat dari jin.

maka dengan tawaran spt itu, saya kepincut dan rajin latihan, bahkan pertama kali latihan saya langsung membawa kikir untuk dipatahkan dan berhasil.  Padahal untuk dapat mematahkan kikir, perguruan lain memerkukan beberapa bulan latihan dan tingkat tertentu. Maka saya semakin semangat, apalagi sering ikut menangani orang kesurupan dan pengaruh ilmu hitam dan pengobatan berbagai penyakit..

JADILAH WAKTU ITU SEPERTI GHOST BUSTER, sibuk ngurusi jin dan praktek pengobatan alternatif.

Bahkan ketika ujian tingkat pertama, saya menjadi peserta dg nilai terbaik…

Beberapa konsep Ilmu perguruan X diantaranya :

1.Ilmu sang guru utama didapat dari bayang2 hitam yg mengajarinya. hal itu terjadi setelah ia membaca komik silat. Ia mengaku bahwa itu adalah sebuah ma’unah (setingkat dibawah karomah)

2. Manusia lebih mulia dari jin. jadi manusia punya enrgi yg lebih kuat dari jin. Perlu mengolahnya untuk membangkitkan.

2. manusia punya aura (tenaga metafisik / TM ) yang dapat digunakan untuk bermacam2 kesaktian. TM ini didapat dari sang guru (ditranfer), istilah TMnya sesuai tingkatannya (mega, giga, pektra dst….) sepertinya perguruan “X” berkeyakinan TM bisa dimiliki sampai tak terbatas besarnya. Mengerikan kan…?

Namun, kemudian saya menemukan keanehan-keanehan …..

1. Kenapa TM didapat dengan tranfer ? itu sama saja dengan perguruan silat lainnya. hanya beda istilah. ada yang istilahnya dibuka, ditranfer, diisi dll. tapi hakikatnya adalah sama. pertanyaannya adalah, apakah yang dimasukkkan / diisikan kedalam tubuh di murid ? adakah yang bisa menjamin bahwa itu bukan jin ?!!

2. perguruan tsb mengaku bisa menjelajah waktu lain. bahkan bisa ke zaman dinosaurus. bahkan ke zaman Nabi, naudzubillah… kalau memang demikian, apakah mereka akan menjadi sahabat nabi, karena pernah bertemu nabi ? dengan alasan itu maka mereka dengan seenaknya menshohihkan dan mendhoifkan hadits Nabi salallohu ‘alaihi wasalam.

3. Jika ingin mengaktifkan ilmunya, murid perguruan ini cuma perlu meniatkan didalam hati saja. Bukankah hal ini mirip dengan Reiki ?

4. Siapakah sosok bayangan yang mengajari GU jurus2 TD dan TM ? adakah yang bisa menjamin itu bukan JIn ?!!

5. JIka itu maunah, dan ia berkeyakinan bahwa maunah adalah suatu keistimewaan dibawah karomah wali, maka kenapa bisa diajarkan ? bukankah keistimewaan itu diberi langsung dari Allah dan tidak dapat diturunkan.

Kemudian aku berpikir…

1. bukankah Nabi salallahu ‘alaihi wassalam tidak sakti ? beliau tidak kebal, beliau terluka bahkan tanggal giginya waktu perang, beliau menggunakan pedang dan tidak mementalkan musuh dari jarak jauh. beliau tidak pernah belajar ataupun mengajarkan tenaga dalam atau tenaga metafisik kepada sahabatnya.

Jika seandainya ilmu Tenaga dalam (TD) dan Tenaga Metafisik (TM) itu benar (haq), tentulah NAbi akan mengajarkannya, karena hal itu sangat berguna terutama untuk jihad fii sabilillah.

2. Nabi diberi mu’jizat, tapi tidak didapat dari belajar dan tidak dapat diajarkan. hal itu semta-mata ebagi bukti kerasulan beliau.

3. Para murid perguruan selalu mengandalkan ilmu mereka TD/TM ketika dalam masalah. muncullah sifat paling hebat sendiri, merasa dirinya sakti, aman dari godaan jin, dan muncul kesombongan dll

4. Jadilah mereka para pengikut guru utama (GU) mereka yang setia. Setiap apa yang diucapkan GU, langsung diterima bahkan sampai masuk ke masalah agama, mereka mengikuti ajaran GU mereka bahkan dalam menshohihkan dan mendhoifkan sebuah hadits!


152 Tanggapan ke “INILAH INTI TENAGA DALAM, TENAGA METAFISIK DAN ILMU HIKMAH (Sebuah Pengalaman Pribadi – bag.1)”

  1. Pesona Muslim Says:

    Alhamdulillah…setiap postingan terbaru dari blog ini biasa selalu muncul di web kami..kalaupun sahabat belum melihatnya,biasanya 1 jam setelah sahabat posting pasti muncul di web kami…silahkan di coba lagi

    • ARIS Says:

      MUHAMMAD SAW PERNA KENA SIHIR, LALU MNEGAPA ANDA MENGIKARI SUATU YANG HAK.

      • ARIS Says:

        SAHABAT PERNA RUKIYAH DNGAN AL FATIHA, ITU PUN HAK

      • ibnu fauzy Says:

        Saudaraku aris, saya tidak mengingkari adanya sihir dan ruqyah. justru saya mengajak kaum muslimin untuk menggunakan ruqyah syar’iyyah untuk mengobati sihir, sebagaimana yang Nabi ajarkan. Yang saya paparkan adalah bahwa tenaga dalam dan metafisik (dan sejenisnya) tidak pernah diajarkan Nabi bahkan kemungkinan besar terkena tipu daya syaitan.
        Barokallaho fikum.

  2. Djoko Sableng Says:

    Jika ada penjelasan yg shohih ttg Hipnotis/hipnosis, mohon dijelaskan. Karena masih syubhat bagi ana. Ada yang bilang hipnotis itu melibatkan jin. Ada juga yang bilang murni bisa dijelaskan secara ilmiah.

  3. mohtarlegend Says:

    Saya sependapat dengan antum!

  4. Maz Amry Says:

    thx infonya…bagus sekali….

  5. asistenjendral Says:

    menurut info,yg kami dpt
    tenaga dalam/inner powwer ad 3 macam golongan
    1.tenaga dalam dengan gerak,nafas&lafal(tenaga inti murni tubuh di bantu khodam)
    2.tenaga dalam lafal/wirid(hanya di bantu khodam)
    3.tenaga dalam gerak&nafas(tenaga inti murni tubuh)
    dan kesemuanya halal di pelajari asal tidak menyimpang dr syariat
    jd kalau pake rukyah,tenaga dalam x,jimat boleh2 saja
    asal berlandaskan satu semua kekuatan itu dari ALLAH

    • ibnu fauzy Says:

      1. Sekali lagi saya katakan, dalam bicara masalah agama (ghaib termasuk bagian agama), harus ada dalilnya…
      2. Anda katakan “info yang kami dapat” info dari mana ? shohihkah ?? sedangkan saya mendapatkan info dari Al-Qur’an dan Hadits yang tentunya tidak ada yg meragukan..
      3. anda katakan “halal di pelajari asal tidak menyimpang dr syariat” emang menurut anda batasan tidak menyimpang dari syariat itu apa sih?
      Memang semuanya berasal dari Allah, namun hukum berbeda tergantung cara mendapatkannya, jika ternyata dengan sihir maka tentu dilarang.
      bisa anda jelaskan khodam itu apa dan siapa?

      • sahril Says:

        kalo menurut aku:
        1. tenaga dalam adalah urusan dunia, bukan termasuk agama, sama dengan karate, silat, kungfu dll. Asal tidak merusak akidah dan menghalalkan yg haram, sah2 saja.
        2. tenaga dalam merupakan suatu ilmu yg dikembangkan oleh umat nabi, bukan berasal dari nabi, jd tdk akan ada ditemukan haditsnya.
        3. kita tdk akan bisa merubah keyakinan seseorang walau dg argumen apapun apabila ia telah meyakininya, perbedaan adalah rahmat dan merasa paling benar merupakan sumber perpecahan umat

      • ibnu fauzy Says:

        katakanlah tenaga dalam bukan urusan agama, maka ada kaidah jika ada dalil yg melarang maka hukum yg asalnya boleh menadi haram. larangan tsb, diantaranya meminta bantuan jin.
        anda katakan asal tidak merusak akidah.. maka betapa banyak orang yg rusak akidahnya gara-gara belajar tenaga dalam, ia menjadi takabur, tawakal kpd ilmunya atau gurunya, yg parah lagi jika ia berkolaborasi dg jin. selain itu terjadi banyak fitnah, bisa mendholimi sesama muslim, dan beragam ilmu kesaktian lain ada yang sampai pada taraf membuat hukum baru dalam islam hanya karena ilmukesaktiannya yg katanya bisa menembus waktu, tahu hakikat segala sesuatu dsb.. Wallahu a’lam..
        adapun hadits : “Perselisihan di antara umatku adalah rahmat”
        Hadits ini tidak ada sumbernya. Para pakar hadits telah berusaha mendapatkan sumbernya dengan meneliti dan menelusuri sanadnya,

  6. purnomo Says:

    memang benar tulisan anda. dan saya sependapat&mendukungnya.
    nah,ini ada masalah,tolong bantu saya memecahkannya.
    ini kisah teman saya. sebut saja “si x ”
    si x itu dari kecil merasakan hal yg aneh.seperti merasakan hal gaib tapi tidak bisa melihatnya,terkadang tubuhnya sebagian panas&panasnya tidak wajar.terkadang dia bilang kalo dia bisa mengeluarkan bola energi ditangannya seperti di film,memang sih dia menyukai film film seperti itu.tetapi ia baru sadar ketika dewasa,dia merasa kalo setiap berada disuatu tempat bersama orang lain,maka orang-orang disekitarnya akan batuk batuk padahal ketika bersama saya orang tersebut normal.kalo toh kena debu kok saya tidak padahal saya alergi debu.dan saya sudah survei untuk membutikannya beberapa kali ternyata memang benar.padahal dia tidak pernah mengikuti silat/tenaga dalam.ku tanya kan padanya dia bersumpah kalo di bukan yg melakukannya.
    nah apakah itu termasuk ganguan jin?
    minta bantuanya,terima kasih.salam

  7. indro Says:

    ikut sumbang pikiran

  8. indro Says:

    Ass.Wr.Wb..
    Mohon Pendapat dari Bang Ibnu Faudzi
    Sangat penting sekali buat kita untuk mendiskusikan mengenai masalah tenaga dalam.Hal ini diperlukan untuk menghidari dari syrik seandainya ada bantuan jin didalamnya,sebaliknya..seandainya tidak ada bantuan jin,atau dengan kata lain ini dihalalkan dalam Islam..saya kira itu perlu disosialisasikan untuk dipelajari.Bukankan rasul pernah bersabda…bahwa muslim yang kuat itu lebih disukai dari pada muslim yang lemah.Dalam hadist lain …kita disuruh berdakwah dengan tangan kita,dengan lisan kita atau dengan hati .Dan selemah lemahnya iman adalah dengan hati.Bagaimana kita bisa berdakwah dengan tangan,seandainya kita lemah?. Jadi..inti permasalahannya adalah tenaga dalam ( dalam hal ini dibatasi hanya bisa MEMENTALKAN LAWAN TANPA DISENTUH,DAN MEMATAHKAN BENDA KERAS DAN TIDAK TERMASUK DEBUS,MELIHAT MASA LALU,KAROMAH YANG BISA DIWARISKAN DLL).
    Saya ingin bercerita mengenai pengalaman saya mengenai tenaga dalam.
    Butuh waktu lebih dari 20 tahun buat saya untuk berfikir mengenai belajar tenaga dalam,karena takut musyrik.Hingga akhirnya sy ikut tenaga dalam ( maaf saya bukan anggota HI) setelah berkonsultasi dengan ustadz dari persis.Setelah belajar 10 jurus,maka saya dpat mementalkan lawan tanpa disentuh.Dalam latihannya,sy tidak mempergunakan jampi2 atau puasa atau wirid dll.Ketika menyerang lawan,sy hanya membaca taudz dan basmalah.Itupun apabila tidak diucapkan,tetap saja lawan terpental.Memang ada proses trasfer energi setelah latihan beberapa lamanya,tentu saja tidak dengan jampi2 atau yang lainnya. Ketika saya membaca di internet,banyak sekali yang mengatakan bahwa semua tenaga dalam adalah musyrik ( umumnya yang berpendapat adallah ustadz2),sementara yang mengatakan tidak musyrik umumnya adalah praktisi tenaga dalam.Dalam keraguan itu,saya sering berdo’a dalam shalat malam..kalau tenaga dalam yang saya miliki itu musyrik,mohon untuk dihilangkan,namun swandainya itu tidak musyrik,mohon bisa lebih kuat lagi ilmunya.Nzmun..tentu sja itu tidak cukup..hingga akhirnya saya di rukhyah.Namun setelah dirukyah ternyata tidak ada reaksi apa2.Setelah sekian lama,kebetulan saya ada musibah,sy dirukyah lagi..ternyata ada yang mengirim/menyantet ke saya.Dan timbul reaksi muntah muntah.Setelah itu sy dirukyah lagi..ternyata sudah tiddak ada apa2.Namun setelah saya uji tenaga dalam saya ternyata masih ada.Kemudian saya mencoba mencari jawaban dari internet mengenai masalah tenaga dalam ini.Alhamdulilllah…akhirnya saya menemukan jawabannya yang menurut saya benar hingga saat ini.Bahwa,tidak semua tenaga dalam adalah musyrik,karena ini dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan.Silahkan anda simak penuturan KH bambang pranggono mengenai tenaga dalam.Cara mencarinya, ketik ‘Tenaga dalam percikan iman’.
    Jadi menurut saya
    1. Latihan tenaga dalam yang tidak ada unsur puasa,jampi2 memanggil syaitan adalah halal.Dan untuk membuktikannya adalah dirukyah.Apabila ada reaksi,maka ada bantuan jin dalam tenaga dalamnya itu.Namun jika tidk ada reasi,bagaimana kita biaa menentukan bahwa tenaga dalam itu dibantu jin? Sedang ornag itu sendiri tidak pernah meminta bantuan jin? Apa mungkin jin itu pergi dulu ketika hendak dirukyah,lalu masuk lagi ketika rukyahnya telah selesai? Itu suatu hal yang mustahil bukan?
    2.Ada yang mengatakan bahqa tenaga dalam itu merupakan kemampuan yang luar biasa yang diberikan kepda orang shaleh…dengan mengutip pendapat dari Ibnu Taimiyah.Menurut saya itu bukan kemampuan luar biasa..yang dimaksud oleh ibnu taimiyah itu adalah karomah..bukan tenaga dalam.Demikian menurut pendapat saya Wallahu A,lam

    • ibnu fauzy Says:

      1.tidak mesti orang yang diruqyah harus ada reaksi seperti kesurupan..
      2. meskipun tanpa jampi2, apakah anda yakin dan bisa membuktikan bahwa tidak ada jin yang bermain disitu ? ingat Iblis itu umurnya sudah tua banget, sudah sangat berpengalaman menggelincirkan manusia dg cara yang tidak diduga.
      3. Minimal tenaga dalam adalah masalah subhat, maka sebaiknya kita meninggalkan masalah subhat untuk menjaga diri dan agama dari yang haram. “Sesungguhnya perkara yang halal itu sudah jelas, demikian pula yang haram sudah jelas. Dan diantara keduanya ada perkara syubhat. Maka barang siapa yang menjauhi syubhat, maka berarti ia telah berlepas diri untuk menjaga dien dan akhlaknya. Dan barang siapa yang melakukan syubhat, ia akan jatuh ke dalam keharaman.”
      4. Tolak ukur semuanya adalah pribadi Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. jika memang tenga dalam adalah haq, dan sangat bermanfaat dalam membela agama terutama untuk jihad, tentu akan diajarkan oleh nabi. Namun nabi tidak bisa mementalkan orang dari jauh, apalagi kebal dll. beliau jihad dengan senjata dan taktik. bukan dengan TD/TM
      Faktanya : mereka yang berggulat dengan tenaga dalam adalah mereka yang jauh dari kegiatan taklim apalagi jihad.
      5. praktisi TD/TM rentan terjangkiti penyakit sombong, riya, dan hilang tawakal.
      silahkan buka http://metafisis.wordpress.com/
      Wallahu a’lam

  9. indro Says:

    Ass.Wr.Wb..
    Mohon tanggapan bang faudzi…
    Terima kasih atas jawabannya…terus terang…dari kecil sy suka untuk bertanya tanya mengenai masalah agama.Hal ini dikarenakan karena …sy juga sangat takut kalo itu menyekutukan Allah.
    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda satu per satu…namun mohon maaf…saya tidak berniat untuk menghalalkan tenaga dalam.Oleh karena itu…bagi pembaca yang lain …jangan mengikuti apa pendapat saya..kalo besok lusa saya yakini bahwa tenaga dalam itu musyrik..tentu demi Allah..saya akan meninggalkan tenaga dalam saya.Oleh karena itu marilah kita sama sama mencari kebenaran,mudah2 Allah menunjukan jalan kebenaran perihal ilmu agama. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda satu persatu.

    1&2.Menurut pendapat saya..jalan satu satunya tentu saja dengan rukyah.Karena kalo dirukyah tidak ada reaksinya,itu berarti memang tidak ada jin yang membantu.Tapi tentu saja dirukyah dengan sebenar benarnya rukyah.Misalnya..harus konsentrasi mendengarkan ayat ayat al qur’an tersebut.Karena apabila tidak, maka tidak akan effektif rukyah tersebut. Mengenai adanya jaminan bahwa itu tidak dibantu syaithan,sy balikan pertanyaan saya ,apa buktinya kalo itu dibantu oleh syaithan? Sedang kita gak pernah meminta syaithan untuk membantu kita?
    Amalan apa yang kita lakukan hingga syaithan membantu kita:(dapat mementalkan lawan tanpa disentuh kita batasi disini tidak termasuk ilmu kebal senjata tajam karena saya tidak memilikinya dan tidak diajarkan diperguruan kami)
    Apakah kita melakukan puasa bid’ah2′membaca jampi jampi’mengadakan sembelihan kepada syaithan? Semuanya itu tidak kita lakukan.
    Lantas…apakah senam nafas dilarang karena kita berangggapan bahwa syaithan akan masuk ke diri kita dengan senam nafs itu ?
    Menurut saya tidak masuk akal tentang itu.
    Mungkin pada waktu transfer energinya itu …maka kita beranggapan bahwa ada yang dimasukan syaithan ke dalam diri kita yang menyebabkan kemusyrikan.
    Pengalaman saya pada waktu ditransfer energi,saya dalam keadaan sadar dan mengucap dalam hati atas inisiatif sy sendiri(bukan perintah guru) yaitu taudz,lalu doa agar syaitan tidak mendekat,dan do’a agar terjauh dari kemusyrikan.
    Namun menurut pendapat saya, kenapa pada waktu di rukyah tidak ada apa apa?
    Apakah jin itu lari dulu ketika akan diruqyah,lalu masuk lagi setelah proses rukyah itu selesai ?
    Kalo memang begitu, tentu saja orang yang kena santetpun tidak akan ada reaksi apa apa ketika dirukyah,karena jinnya pasti lari dulu ketika hendak dirukyah dan masuk lagi ketika selesai rukyah.Lantas..tentu saja kita ragukan kemampuan rukyah dapat mengobati gangguan jin..seandainya jin itu dapat lari dulu ketika hendak dirukyah.
    Saya membaca beberapa kali tulisan bpk ustadz perdana akhmad yg menulis kisah pengalamnnya tentang tenaga dalam’dan ada reaksi keras atas dirinya sehubungan dengan tenaga dalam,reiki dll ketika dirukyah , namun menurut saya ilmu yang dulu dipelajari oleh bp. Ustadz perdana akhmad adalah yang sangat sangat berbau musyrik.Namu tentu saja, sy tidak tahu apakah itu dari tenaga dalamnya juga, karena beliau mempelajari reiki juga.
    Saya sependapat dengan beliau tentang kemusyrikan reiki,yang walaupun tanpa puasa,jampi2 dll,adalah syirik.Hal ini setelah saya baca beberapa artikel di internet,tentang pengalaman orang yg memiliki ilmu reiki dan reaksinya ketika diruqyah. dan lebh diyakini pengalaman teman saya yg mengikuti reiki,ketika dirukyah dia muntah2.
    Namun ketika sy dirukyah yang Insya Allah syar’iyah..perukyah saya mengatakan bahwa tenaga dalam haram.Banyak juga yg datang kesini yg rukyah (yang memiliki tenaga dalam ) tanpa jampi2 cuma ditransfer saja tapi ketika dirukyyah mereka ada reaksi
    Namun sya kenyataanya tidak ada reaksi apa apa.
    3.Mengenai masalah subhat saya sependapat dengan anda, sampai2 saya harus menunggu kira2 20, karena saya belum menemukan jawaban yang saya yakini perihal tenaga dalam ini.Namun, masalah subhat ini harus kita cari supaya bisa terang.Seperti yg saya katakan pada uraian terdahulu,kalau ternyata haram, kita harus hindari,namun kalo halal, alangkah lebih baik untuk kita pelajari,agar kita bisa menolong kepada sesama karena kita kuat.Oleh karena itu, kata rasul ,tanyalah kepada orang yang lebih tahu tentang itu.Jadi,disini harus kita bertanya kepada ilmuwan,praktisi tenaga dalam,dan terakhir ulamalah yang menetukan itu musyrik atau tidaknya.Kalo energi dari tenaga dalam itu dapat dibuktikan secara ilmiah,dlam prakteknya tidak ada kemusyrikan..sebelah mana syirikmya.Kalo jaman nabi memang tidak ada mementalkan tanpa disentuh,sama seperti halnya mungkin tidak ada orang (jaman nabi) yang sekuat orang boserseperti saat ini yang dapat bertahan dipukul dengan pukulan yang sangat keras.Tapi apakah itu berarti boser juga haram? Apa bedanya dengan tenaga dalam? Kalo boxer olah fisik, sedangkan tenaga dalam olah nafas.Hanya yang menjadi masalah…..apakah dengan olah nafas itu,memang benar dapat memberikan kekuatan hingga lawan dapat terjatuh ketika menyerang tanpa disentuh tanpa bantuan jin? Apakah bisa dibuktikan secara ilmiah oleh yang benar benar akhlinya,hingga ada ulama sependapat mengenai pembuktian ilmiah itu.Nah ternyata ada yg berpendapat seperti itubahwa dengan tenaga dalam dapat mementalkan lawan (sekali lagi…tidak termasuk kebal senjata tajam dll).Coba anda cari di google “TENAGA DALAM PERCIKAN IMAN”.Itu berisitentang penjelsan pakar fisika tentangtenaga dalam dan ulasannya oleh ulama KH.bambang pranggono.Saya harap anda bisa membaca artikel tersebut dan mohon tanggapannya.Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa tidak dapat dibuktikan secara ilmiah? Padahal kita bukan akhlinya?
    8agaimana kita bisa mengatakan bahwa itu pasti dibantu jin,padahal KH.Bambang pranggono mengatakan bahwa denag latihan tenaga dalam dapat memntalkan lawan tanpa disentuh tanpa bantuan jin? Padahal kita belum tentu lebih tahu perihal ilmu melebihi ustadz KH.bambang pranggono,atau ustadz eman (guru besar bela diri mustika maenpo)
    Jadi,menurut sy tanaga dalam merupakan penemuan ilmiah yg baru ditemukan setelah jaman rasul.seperti boxer,penerbangan ruang angkasa atau yang lainnya.Mengenai tolak ukur adalah nabi’sy sependapat dengan anda,namun nabi juga menyuruh kita mencari ilmu.Mengenai masalah sombong dll..sy kira itu tergantung orangnya.Ada seorang ustadz (dari golongan persis) dia menjadi pengajar tenaga dalam bahkan merupakan guru besar dari perguruan tersebut.Untuk menghindari fitnah…lebih baik saya sebutkan saja nama perguruannya adalah mustika maenpo (maaf saya bukan anggota perguruan ).
    Anda bisa cek di internet mengenai perguruan tenaga dalam tersebut,apakah orang seperti dia jauh dari taklim…padahal dia aktif dalam memberikan ceramah.
    Saya sangat merekomendasikan buat anda untuk dapat konsultasi dengan dia perihal tenaga dalam.Demikian pendapat saya Wallahu a’lam.

    • ibnu fauzy Says:

      dalam beragama maka hendaknya kita :
      1. tidak mendahulukan perkataan seseorang atas Kalamullah dan RasulNya,
      “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguh-nya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1)
      2. kembali (merujuk) kepada Kalamullah dan RasulNya tatkala terjadi perselisihan dan pertentangan di antara mereka,
      “Kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibat-nya.” (An-Nisaa’: 59)
      3. memahami Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh para sahabat nabi.
      4. Menjauhi semua perkara dalam agama yang diada-adakan (bid’ah).

    • ibnu fauzy Says:

      bismillah..
      1. ya akhi, klo referensinya kpd seorang praktisi tenaga dalam tentu saja ia akan membela diri, tidak akan mengatakan bahwa tenaga dalam itu tidak syar’i. maka bertanyalah kpd ulama ahlussunnah, adakah mereka menfatwakan bolehnya tenaga dalam?
      2. jika anda benar2 ingin mencari tahu hakikat perguruan yg anda ikuti, lacaklah dari mana asal muasal ilmu perguruan anda tsb.
      tanyakan langsung kpd pendiri perguruan. dari mana ia mendapatkan ilmunya, TENTU SAJA INI MEMBUTUHKAN KEJUJURAN DARI SANG GURU. jika ia mendapatkannya dari meminta kpd jin, apakah kiranya ia mau jujur mengatakan hal tsb ? tentu saja hal itu bisa menjadi bumerang dan ia ditinggalkan muridnya. jika ia mendapat ilmunya tanpa pendahulu (berguru) /secara tiba-tiba, tahu-tahu ada yang mengajari lewat mimpi/bayangan maka patut dipertanyakan siapakah yg mengajarkannya, jin ataukah siapa ?
      jika ia dapat dari gurunya lagi dan gurunya itu mendapat dari gurunya lagi dan seterusnya, kemudian ia meramu dan membuat formula tersendiri, maka anda harus mengumpulkan semua jejak sumber ilmu dari para guru tsb dan meneliti satu-persatu, adakah diantara guru-guru tsb yang terindikasi berkolabolari dg jin.
      3. anda mengatakan berkali2 perguruan anda tidak mengajarkan kekebalan, apakah anda pernah bertanya kpd pendiri perguruan bahwa ia tidak bisa ilmu kebal ? atau tidakkah ia tergiur ingin menguasai kesaktian yang lain seperti ilmu kebal, melihat jin, kembali ke masa lalu, raga sukma dll shg menjadi lebih saktilah dia dan semakin laris manislah perguruannya ?
      4. tanggapan sederhana untuk mementalkan lawan : coba anda mentalkan kucing, atau sendok dsb, bisa ?
      klo buka http://metafisis.wordpress.com/2010/07/11/kumpulan-para-master-tenaga-dalam-yang-dipermalukan/ maka mementalkan lawan kayaknya hoak deh..
      5. anda belum yakin hukum tenaga dalam, tapi nekat menggelutinya. bukankah lebih baik anda ketahui hukum sesuatu tsb, kemudian baru memutuskan sikap ? cari dalil dulu baru beramal. jangan beramal dulu baru cari-cari dalil.
      saya dulu juga seperti anda, tapi setelah saya merenung, maka saya tinggalkan tenaga dalam karena saya tidak ingin sewaktu nanti menghadap-Nya diri ini ternyata telah tertipu oleh syaitan, naudzubillah..
      6. saya sudah membuka situs percikan iman, dan saya melihat metode penafsiran Al-Qur’an sangat berbahaya. contoh, dia menafsiri ayat mengetahui apa-apa yang kamu nyatakan dan apa-apa yang kamu sembunyikan. (Al-Baqoroh 2:33) dan saya komentari : hati-hatilah wahai ustadz dalam menafsirkan AL-Qur’an. janganlah keluar dari tafsir para salaf. hari ini mengatakan manusia bisa mengatahui isi hati manusia seperti Tuhan, esok hari lain lagi, jangan-jangan nanti akan sampai pada : manusia bisa menyamai Tuhan !! Allahul Musta’an… (namun sayang komentarku berkali-kali gagal masuk, ga tahu kenapa..)

      sekali lagi saya katakan jika tenaga dalam itu haq, tentu sudah diajarkan nabi karena itu sangat berguna untuk jihad. jika anda katakan nabi tidak tahu tenaga dalam dan anda tahu, maka anda sama saja dengan menuduh nabi bodoh dan anda lebih tahu tahu nabi. naudzubillah..
      jika anda katakan nabi tahu tahu belum mengajarkan, maka sama saja mengatakan bahwa nabi menghianati risalah, naudzubillah..

      lebih baik kita tawakuf (diam) dan tidak mencoba menceburkan diri kedalamnya karena akan susah keluar darinya kalau belum jelas hukumnya.

      Allahu a’lam..
      barokallohu fiik

  10. indro Says:

    Ass.Wr.Wb….
    Terima kasih atas tanggapannya yang akan saya jadikan masukan untuk mencari ilmu lagi perihal tenaga dalam.Namun sya masih belum yakkin dengan uraian anda, saya akan mencoba menjawab satu persatu uraian anda.Untuk point no r sd no 4 saya setuju dengan pendapat anda.
    Untuk yang dibawahnya..saya Insya Allah saya akan mencoba meenjawab tentu saja setahu saya.
    1.8ukan praktisinya yang saya kedepankan,seperti yang anda katakan bahwa harus bertanya kepada ulama.Nah ..sya memang tidak ikut tenaga dalam di mustika,namun pelajarannya saya liat di brosur mirip dengan yang diajarkan oleh guru saya, dimana tidak ada puasa,jampi2 dll dan dalam brosur nya dituliskan bahwa penasihat atau pelindung..maaf saya lupa lagi ..adlah aa gym ( abdullah gymnastiar).Namun…baiklah..kiya sama sama cari tahu apakah ustad tersebut suka melakukan syrik,coba anda tanyakan kepada teman teman ustadz anda,mungkin ada yang mengenal perilaku beliau.Setahu sya (maaf..mungkin bisa jadi saya salah) di kalangan persis dia dikenal sebagai org yg anti sekali terhadap syrik.Saya tau itu dari guru agama saya.
    2.s.d 4 Saya sudah jelaskan kepada anda diperguruan sya tidak ada ilmu kebal senjata seperti itu.Saya sering bertanya kepada kakak kelas saya yang sudah belatih lebih dari 10 tahun bahwa tidak pernah ada yang memiliki ilmu kebal, meraga sukma dll semacam itu.
    Kalo anda blg apa tidak tergiur Insya Allah pasti tidak tergiur…buktinya saya sampai saat ini ilmu itu benar2 tidak ada pada perguruan saya.Kita benar benar tidak dapat melihat jin,meraga sukma..artinya saja saya tidak tahu.
    5.Saya tidak tahu kenapa tidak mental,yang pasti..pengalaman di lapangan beberapa kawan mengatakan bisa mementalkan lawan.
    6. Sebelumnya saya tidak yakin, jujur saya..saya taklid kepada ustadz saya..kebetulan saya sama2 dibesarkan dalam lingkungan persis.Setelah saya bertanya pada beliau ..saya baru mengikuti.Saya ragu kembali ketika saya buka internet yang berisi penjelasan tentang tenaga dalam setelah baca kolom artikel seperti yang saya sampaikan terdahulu.Setahu saya..percikan iman adalah websitenya ustadz Aam amirudin..seorang ustadz yang sudah lama dikenal oleh masyarakat.Rasanya tidak mungkin sembarang orang bisa menulis artikel di websitenya dia. Oleh sya sarankan anda untuk bertaya kepada ustadz yang anda kenal tentang Kh.Bambang pranggono,disamping itu juga pernah saya baca bahwa Kh miftah farid sempat membrikan acara ceramah pada kenaikan tingkat di perguruan satria nusantara (maaf..sy bukan anggota SN).Yang satu ini saya tidak tahu benar atau tidak,karena sya cuma baca di web fadillah kalau tidak salah.coba saja cari di google.
    Kemudian pertanyaan saya kepada anda:
    Anda meragukan kredibilitas kh bambang pranggono sebagai ustadz dalam menafsirkan ayat padahal ia menulis artikel tersebut pada websitenya Bp. Ustadz
    Aam Amirudin seorang da’i yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat, anda meragukan keustadz ustadz eman padahal dalam brosur yang sya baca tercantum nama aa gym (abdulah gymnastiar) sebagai penasihat atau pelindung..saya lupa lagi dan sudah sangat dikenal di lingkungan persis…Nah sekarang pertanyaan saya…Apakah anda juga meragukan penemuan Prof.Lili..yang mantan Rektor ITB yang mengatakan bahwa dengan latihan tenaga dalam dapat mementalkan lawan dll..seperti yang ditulis oleh kh.bambang pranggono dlam artikelnya di web percikan iman ? Wallahu a’lam

    • ibnu fauzy Says:

      Bismillah.
      timbangan sesuatu adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah dg pemahaman sahabat, bukan karena banyaknya ustadz yang mendukungnya. Iblis begitu lihai dalam memperdaya manusia dan mengemas sihir dengan nama2 yang menjadikan manusia tertarik dan tidak takut. Jika seandainya ilmu tenaga dalam dinamai perguruan sihir, tentu manusia akan lari. tapi jika diperhalus dg istilah aura, cakra, metafisik, indera keenam, ilmu hikmah, tenaga dalam, bahkan silat tauhid dll tentu manusia tidak akan curiga.
      begitu pula istilah dukun sekarang disamarkan dg paranormal, orang pintar, mbah, “kyai” tentu agar mengelabuhi manusia. maka tetap waspadalah dg makar dan tipu daya iblis yg begitu halus..
      ada sebuah perguruan yg sangat kreatif dlm membuat istilah sehingga nampak begitu ilmiyah. tingkatan energi tenaga dalam mereka namakan dg satuan mega, giga, titan dst, untuk melihat dg mata tertutup dan melihat bakteri mereka katakan mengaktifkan sel2 tertentu, untuk meringankan tubuh mereka katakan energi di pantulkan ke bumi, santet mereka katakan perubahan materi-immateri-materi, bahkan mereka klaim jika tenaga dalam sudah tinggi bisa melakukan apa saja seperti menembus waktu bahkan merubah diri menjadi apa saja termasuk menjadi energi (immateri)
      Aa Gym, sebaiknya anda baca buku raport merah Aa Gym, dan Alhamdulilah Aa Gym telah menyadari kekeliruannya, silahkan lihat pengakuannya http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsprograms/2010/08/22/6640/207/Kesempatan-Kedua dan bukan disini tempat membicarakan ustadz2 tsb.
      sebaiknya anda mencari fatwa ulama ahlussunnah ttg tenaga dalam dari pada fatwa ustadz.
      tentang mantan rektor ITB, maka sudah dimaklumi bahwa penemuan sains dari masa ke masa selalu berkembang, kadang teori terdahulu dipatahkan oleh teori kemudian. maka teori mantan rektor tsb bisa saja dipatahkan dg teori ilmuwan lainnya, karena belum menjadi ilmu yang pasti dan di terima seluruhnya.
      sebagai referensi klik http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/06/18/ilmu-tenaga-dalam-dalam-perspektif-islam/
      yang jelas tenaga dalam tidak dikenal diajarkan oleh salafussholih, perkara apakah itu termasuk sihir apa bukan
      Wallahu a’lam.. sebaiknya cari beladiri yg murni beladiri tanpa bumbu2 kesaktian..
      wallahu a’lam

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        ha…ha…ha…panjang banget jelasin tenaga dalam….macam tahu saja….dengarin saya mas fauzy….ini haq…..tenaga dalam itu ada 2 macam titik….yg pertama tenaga dalam yg haq ilmu putih,…yang ke dua tenaga dalam yang batil ilmu hitam seperti yg anda katakan di atas…ini betul adanya dan berlandaskan Al qur’an……Dangkal sekali pengetahuan mas tentang tenaga dalam,memang benar nabi tidak mengajarkan tenaga dalam,.tapi bukan berarti itu haram…coba gali terus Al Qur’an pasti nemu jawabannya….kayaknya mas ini malas belajar Al Qur’an hanya mau ambil manfaat aja dari dialog ini.mudah-mudahan pembaca lebih selektif dalam mengambil kesimpulan.

      • ibnu fauzy Says:

        “coba gali terus Al Qur’an pasti nemu jawabannya”. tolong saya yang masih awam ini dijelaskan di ayat berapa yang menjelaskan tentang tenaga dalam dan bagaimana tafsir dari ulama. saya akan sangat senang jika anda mau berbagi ilmu..
        o ya.. pembagian tenaga dalam ilmu putih dan hitam itu yang membagi ulama siapa mas ? dasar dalilnya apa ?
        terima kasih jika anda mau menjelaskan kepada saya, sehingga ilmu saya nanti akan bertambah..

      • buchlb Says:

        wah seru bngt nih jadi pengen ikutann, saya mau sering sdkt tentang tenaga dalam yg saya ketahui,saya belajar tenaga dalam tahun 1988 di yogyakarta ,mnrt saya belajar tenaga dalam sangat berbahaya bila terkontaminasi dngan kepercayaan hindu atau animisme yg dpt berakibat berbuat suatu kesirikan atau lebih mempercayakan kekuatan benta mati dari pada kekuatan Allah swt. namun seiring perjalanan waktu saya bersama teman2 iseng2 mendirikan suatu perguruan tenaga dalam tandingan yg akan mengcountr pengaruh2 ilmu tenaga dalam confensional (tradisional) yg bersifat musrik itu, kami lebih mengedepankan teknik pernafasan dan misi visi yg oreintasi pada jihad fisabillilah,berbagai macam cibiran dan godaan silih berganti dan inti dari pada semua itu adalah jihad,singkat kata tenaga dalam berbeking Allah,tampa Allah hawa murni yg di keluarkan pasti tidak murni lagi,aliran kami adalah pengolahan hawa munrni semurni murninya pembersihan pikiran dan hati memang tdk mudah pada jaman gila seperti lndonesia ini yg sudah terlalu banyak orang berbuat kesirikan dan orang2 yg takut pada manusia bukan pada Allah auzybilaminzalik,maka saya memberanikan dan sedikit menyela tentangkutipan anda tentang tenaga dalam yg berbau minor

  11. unen Says:

    aslmlkmwrwb, maha benar allah dengan segala firmanya, dan kemuliaan rassulNya atas perkataanya. Dan lebih baik kita diam dan berintrospeksi diri lalu menimbang-nimbang ketika melakukan suatu pekerjaan. Yg menurut pemahaman kita benar belum tentu menurut allah benar. Sungguh perbedaan pendapat itu adalah rahmat. Maha suci allah atas semua ciptaanNya. Wslmwrwb

  12. ojo tukaran ae Says:

    ojo tukaran ae om. ojo menang dewe. santai ae …

  13. indro Says:

    Ass.wr.Wb
    Maaf baru sekarang bisa mengomentari lagi.
    Tentang pendapat bahwa tidak ada dijamah rasul , itu memang jelas tidak ada.Karena itu…seperti yang sudah saya ulas…merupakan hasil karya ilmu pengetahuan yang waktu itu belum ada di jaman rasul…seperti halnya telepon genggam atau penerbangan luar angkasa atau listrik.Mana mungkin logika akal sehat manusia bisa mempercayai dengan adanya tiang listrik dapat menjadikan rumah menjadi menyala.?Apabila kita datang ke perkampungan yang betul betul masih jauh dari perkotaan,ketika kita mempraktekkan telephone genggam…mungkin seorang ustadz mengganggap bahwa itu dibantu dengan jin,karena bisa berkomunikasi Hanya dengan sebatang hp.Artinya apa? Ya karena ia tidak tahu tentang ilmu itu,atau dengan kata lain…ilmunya belum sampai.Begitu pula kalo kita bicara dijamah rasul,kalo jaman rasul tidak dipelajari bukan berarti ilmu pengetahuan itu haram…tapi saya cenderung ilmu itu belum masuk ketika jaman rasul.Buktinya….kalo ilmu itu ada waktu jaman rasul,lalu rasul dan sahabat tidak mempelajarinya,tentu orang kafir musuh rasul akan mempelajarinya…karena mereka tidak perduli terhadap halal dan haram…tapi,ternyata orang kafir pada waktu itu ternyata tidak bisa juga. Tentang catatan merah aa gym sya buka situsnya tapi sya tidak menemukan apa2 disitu.8isa anda jelaskan tentang itu? Apabila seseorang berbuat salah itu wajar,karena dia juga bukan malaikat…bahkan…umar ibnu khatib sendiri pernah tidak setuju ketika hendak Dibukukannya Al Qur’an..tapi apa itu berarti rapor merah buat umar? Padahal ia nyata nyata dijamin syurga oleh rasul.Rapor merah itu,apabila ia nyata nyata ingin merubah hukum dan ketentuan islam…misalnya mengenai waris,menikahkan anak perempuan dengan orang laki laki non muslim dianggap sah…dan tidak pernah mengoreksi apa yang ia katakan…misalnya tentang orang2 islam liberal …nah orang seperti itu…Jangan dipercaya pendapatnya…itu betul suatu raport merah. Apa pernah Aa Gym melakukan hal itu? Tapi…baiklah..kita tidak usah membicarakan tentang ustadz ustadz disini. Situs yang anda referensi sudah saya baca…dan masih tatap..yang dibicarakan adalah tenaga dalam..termasuk diantaranya santet,kebal dll.Itu ilmu apa? Apa setiap perguruan tenaga dalam pasti mengajarkan hal itu? Coba anda pwriksa apa merpati putih,SN,mustika maenpo mengajarkan ilmu kebal juga? Setau saya semuanya juga tidak ada yang mengajarkan ilmu ilmu itu,tidak adapula puasa puasa bid’ah dll.Nah…inilah yang menjadi masalah…Saya percaya akan ilmu agama ustadz ustadz yang anda referensikan,yang Saya ragukan…apakah mereka tahu apa yang diajarkan di beberapa perguruan tenaga dalam tersebut atau tidak,apa mereka tahu juga tentang ilmu pengetahuan seperti yang sudah dijelaskan oleh prof lilik yang jelas merupakan orang yang ahlinya dalam ilmu pengetahuan,bukan seperti kita kita.Lalu…perihal itu bukan berasal dari islam…saya berpendapat sepanjang tidak menyalahi aturan Allah dan rasulnya,maka itu akan baik untuk dipelajari ilmunya.Apakah karate,taekwondo haram dipelajari karena bukan dari Islam? Coba anda lihat apakah perguruan thipan pho khan berasal dari arab? Apakah itu berarti juga haram buat umat islam belajar ilmu beladiri di perguruan thipan ? Wallahu A’lam.

  14. Syukron Says:

    Assalamualaikum,,,,,
    Anda berdua benar semua apa yg di kemukakan ibnu fauzy benar tapi lebih benar lagi kamu indro

    Kpd: ibnu fuzy____
    Anda kalau menilai sesuatu atas dasar syareat yang tercantum saja bukan hakikat seajati nya!!! Berarti hukum yg anda katakan masih sangat lemah,,,, ingat di dalam islam tingkatan ilmu ada 4
    SYARE’AT,,THORIQOH,,HAKIKAT,,MAKRIFAT.
    kalau anda hanya menilai dari satu sisi syareat belum tentu benar dari sisi hakikatnya

  15. SUFYAN Says:

    MOHON DI BAHAS MENGENAI PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATAI

  16. sunan gunung jati al karomah Says:

    assalamu alaikum wr.wb….bung Fauzy…
    dapat dalil dari mana pembagian SYARE’AT,,THORIQOH,,HAKIKAT,,MAKRIFAT. adalah pembagian batil yang tidak dikenal dalam Islam. Trus..bagmn dengan 14 cabang ilmu dari syare’at yg di pelajari oleh smua pondok pessantren di seluruh Indonesia,apakh itu batil…kalo baru belajar kulitnya tenaga dalam jagan bercerita tentng isi dalamnya tulang tenga dalam.

    • ibnu fauzy Says:

      Bukankah orang yang berbuat itu yang harus membawakan dalilnya ? begitu juga yang membagi agama menjadi syariat, hakikat dan ma’rifat, maka mereka yang membagi itulah yang wajib membawakan dalil tentang pembagian tsb. jika tidak bisa membawakan dalil / dalilnya lemah maka pendapat itu harus di tolak.
      Barokallohu fiikum..

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        jelas ada dalilnyalah…masa mau bicara agama bicara bodoh-bodoh.ini sudah membuktikan kesalahan mas….mas fauzy harus lebih banyak belajar fiqih sunnah..jangan setengah-setengah.masa nggak tahu dalilnya…udah jelas-jelas ada di dalam Al-Qur’an dan hadits masa nggak nemu juga.jangan-jangan anda belajar islam hanya lewat internet aja…Tahu nggak mas coba telusuri Al Qur’an dari 6666 ayat..pasti nemu mas…..ngaji dulu baru ngomong….

  17. sunan gunung jati al karomah Says:

    sufyan bertanya….MOHON DI BAHAS MENGENAI PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATAI fauzy menjawab…Maaf, saya tidak menyebut merk..

    secara tidak langsung anda jg menyebutkn merk,karna anda di sini berbicara tentang tenaga dalam dan syirik apakh anda tahu tentng proses pengambilan sabuk PSHT dari sabuk polos {sabuk hitam},Sabuk jambon,sabuk hijau, hingga sabuk putih {WARGA} menjadi seorang pendekar.mohon di jawab….kalo anda tidak tahu prosesnya dan maknanya knp anda berani mengklaim tenaga dalam itu sihir alias sesat…

    ibnu fauzy Says:
    26 Februari 2011 pukul 22:00
    Bukankah orang yang berbuat itu yang harus membawakan dalilnya ? begitu juga yang membagi agama menjadi syariat, hakikat dan ma’rifat, maka mereka yang membagi itulah yang wajib membawakan dalil tentang pembagian tsb. jika tidak bisa membawakan dalil / dalilnya lemah maka pendapat itu harus di tolak.
    Barokallohu fiikum.

    Sy ingin bertanya kepada anda..apakah anda yakin dengan
    empat mazhab atas kebenarannya?…

    • ibnu fauzy Says:

      yakin dengan empat mazhab, maksudnya ? bukankah tulisan-tulisan saya banyak yang menukil perkataan para imam madzhab ? dan sesungguhnya mereka para imam berakidah lurus tidak ada yang melegalkan praktek ilmu tenaga dalam.. Wallahu a’lam..

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        1.nah…ini dia masalahnya anda meyakini 4 mazhab tetapi anda juga mengatakan pembagian syareat,tarekat,hakikat,ma’rifat adalah pembagian yang batil dalam islam.Anda pasti tahu salah satu mazhab yaitu Imam Syafi’i sangat menganjurkan untuk kita mempelajari tasawwuf.sedangkan syareat,tarekat,hakikat,ma’rifat adalah Sebuah istilah dalam ilmu tasawuf sebagai salah satu tahapan dalam ajaran Islam yang harus dilalui seorang muslim setelah derajat syari’ah dan sebelum haqiqat.dan ini sangat jelas di dalam Al Qur’an dan ada dalilnya lhooo…
        2.tentang legal tidaknya praktek ilmu tenaga dalam.
        begini….kalau kita bicara tentang tenaga dalam maka kita akan bicara tentang BID’AH.
        3.pertanyaan :
        -menurut anda bid’ah itu bagaimana sih….?

      • ibnu fauzy Says:

        Pak sunan, mohon saya ditunjukkan bukti bahwa Imam syafii menganjurkan untuk mempelajari tasawuf. dikitab mana..?
        tentang syariat, hakikat dan ma’rifat dalilnya yang mana ya ?
        kalau menerut pak sunan, bid’ah itu apa ?

  18. sunan gunung jati al karomah Says:

    mas fauzy minta pendapatnya dong….jujur aku dari kecil sudah ada makhluk halus dalam tubuhku hingga sekarang ini.akupun tak tahu knp bisa begitu apakah dia jin,syaitan atau…tak tahulah…anehnya…. dari kecil hingga sekarang aku masih slalu ngaji baca kitab suci Al Qur’an bahkan jadi Guru Ngaji ntah berapa banyak sudah aku khatam Qur’an…anehnya..makhluk itu tetap saja berada dalam tubuhku…bahkan aku sering meruqiyah orang2 yg kesurupan jin atau apalh namanya…anehnya…makhluk itu tetap ada dalam tubuhku….sedangkan ayat ruqiyah itu setiap habis sholat selalu aku baca hingga akhir…ayat-ayat itu di susun dari ayat-ayat Al Quran oleh KH.Umar Kholik / KH.MAHMUD adalah Kiyai dari PONDOK PESANTREN AL FATAH TEMBORO MAGETAN….anehnya..makhluk itu tetap saja ada dalam tubuhku..bagmn menurut mas fauzy…apakah dia jin atau syaitan….kalo dia jin… menurut ulasan anda dia atas berarti aku syirik…tp kok nggak mau keluar ya…atau mungkin mas fauzy bisa keluarkan makhluk itu dari tubuhku…atau bagaimana ya……..masih banyak lagi mas pengalaman spritual saya nanti akan sy ceritakn…satu persatu….

    • ibnu fauzy Says:

      coba anda ruqyah dengan do’a ruqyah syar’iyyah.. banyak kitab/buku yang membahasnya. diantaranya buku : do’a dan wirid Ustadz Yazid Abdul Qodir jawas. atau bisa membaca buku terjemahan tetang cara mengobati sihir oleh Syaikh Abdussalam bali. diantara pengobatan ruqyah yaitu dengan menumbuk daun bidara dan dicampurkan kedalam air dan dibacakan ruqyah. sebagian air diminum dan sebagian untuk mandi. selengkapnya bisa baca buku tsb. satu hal lagi, anda harus yakin bahwa yang menyembuhkan adalah Allah Ta’ala bukan dzat ruqyah itu sendiri. dan anda harus benar2 bertekad untuk mengeluarkan jin itu dari tubuh anda. jika seseorang sampai meninggal selalu di ganggu jin, maka mudah2an dia memperoleh pahala yang besar atas kesabarannya.
      Syafakallohu..

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        Bismillah…makasih infonya insya allah saya akan mencobanya.saya ingin bertanya:
        1.Apakah jin Qarin dapat dihilangkan dengan ruqyah?.
        2.Kalau tidak,kenapa?
        3.Bukankah ayat-ayat al-Qur’an yang dibacakan dapat membakarnya?
        4.Jin-jin dari kalangan manakah sebetulnya yang dapat
        dihilangkan/terbakar dengan ruqyah itu?.

      • ibnu fauzy Says:

        yang kemarin anda tanyakan itu jin apa, jin qarin atau jin biasa?

  19. sunan gunung jati al karomah Says:

    1.saya sudah katakan berapa kali mas fauzy..nggak nyambung kah…nabi itu tidak pernah mengajarkan tenaga dalam tapi bukan berarti tenaga dalam itu batil.nabi itu pergi kemana-mana menggunakan onta….bukan berarti kalau kemana mana naik motor itu batil…nabi menganjurkan kita menjadi mukmin yang kuat bukan berarti menjadi mukmin yang lemah itu batil…nabi meyuruh kita ,“Ajarilah anak-anakmu memanah, bergulat, berkuda dan berenang” bukan berarti beladiri tenaga dalam itu batil (karena ada sebagian beladiri tenaga dalam yang materinya mengajari cara memanah,cara bergulat(sparing) dan berenang) …gimana mas belum nyambung juga….kalo belum nyambung nanti saya terangkan lewat firman Allah……( itu PR anda dan para pembaca dialog ini )
    2-Imu putih/Haq adalah segala sesuatu ilmu yang sumbernya dari Al Qur’an dan hadits yang pengamalannya sesuai dengan syariat islam.
    Allah Berfirman:
    Dan katakanlah: “Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap”
    Di ayat ini allah menjelaskan bahwa ilmu itu ada dua sumber yaitu dari Allah(haq) dan dari Syaitan atau orang-orang zalim yang menyembah berhala agama nenek moyang mereka (batil)
    Maksudnya adalah Allah turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.
    -Ilmu hitam/sihir/Batil adalah segala sesuatu ilmu yang sumbernya dari jampi-jami,mantra-mantra dan lain-lain (dalam tanda kutip) yang pengamalnnya tidak sesuai dengan syariat islam.(menyekutukan Allah)
    Allah berfirman :
    “Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka: “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.”
    Maka setelah mereka lemparkan, Musa berkata: “Apa yang kamu lakukan itu, itulah yang sihir, sesungguhnya Allah akan menampakkan ketidak benarannya” Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-yang membuat kerusakan.”
    Maksudnya adalah ilmu sihir itu bersumber dari menyembah berhala/menyekutukan Allah itu yang di namakan sihir( batil)
    3.Dalam kitab kimiyai saadat, bahwa ada tiga jenis manusia yang tidak akan bisa memahami alqur’an :
    - Pertama : Seorang yang tidak memahami bahasa arab
    -Kedua : Orang yang berkekalan dengan dosa-dosa besar dan bid’ah. Ini karena dosa dan amalan bid’ah itu akan menghitamkan hatinya yg menyebabkan dia tidak mampu memahami alqur’an.
    _ketiga : Orang yang yakin hanya terhadap makna-makna dhahir saja dalam hal-hal aqidah (mengambil makna dhohir dari ayat/hadits mutasyabihat, aqidahnya bermasalah: mu’tazillah, mujasimmah dsb). Perasaanya tidak dapat menerima apabila dia membaca ayat alqu’an yang bertentangan dengan keyakinannya itu. Orang yang demikian tidak akan bisa memahami alqur’an.

    Ya ALLAH…tunjukilah kami jalan yang lurus,(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

  20. indro Says:

    Ass.wr.wb…..
    Kembali ke persoalan semula perihal tenaga dalam…saya ingin mengambil kesimpulan dari diskusi kita ini mudah mudahan kita bisa mengambil manfaat untuk menjadi bahan diskusi bagi sebagian orang yang menganggap semua tenaga dalam itu adalah haram (tentu saja menurut versi saya yang belum tentu benar)
    1.Kita harus jujur mengakui bahwa segala ilmu yang akan mendatangkan kebaikan buat diri kita dan orang lain adalah baik untuk dipelajari.Fakta berbicara,bahwa dengan latihan senam tenaga dalam akan meningkatkan stamina tubuh,bahkan mampu menyembuhkan beberapa penyakit penyakit.walaupun tentu saja datangnya kesembuhan Hanya dari Allah.8beberapa kawan kita sudah membuktikan akan hal itu.Sepanjang itu tidak melanggar syariat Islam/misalnya musyrik ,bid’ah…Maka itu hukum nya baik untuk dipelajari.Sabda rasul…..barang siapa yang bisa memberi manfaat kepada saudaranya….maka lakukanlah.
    Namun….walaupun bisa memberi manfaat,misalnya dapat memberikan penyembuhan kepada orang lain,seandainya musyrik kepada Allah…maka itu wajib untuk ditinggalkan.
    2. Ayat al qur’an dan hadist perihal diperbolehkannya tenaga dalam secara khusus memang tidak ada apalagi yang melarangnya. Sama seperti halnya halal ataupun haramnya mengenai listrik,nuklir,motor ataupun mobil.karena dibahas Hanya secara umum saja.Namun secara umum tentu saja banyak…misalnya…Allah akan meningkatkan derajat orang yang berilmu beberapa tingkat dibanding dengan yang lainnya…..
    kemudian mukmin yang kuat lebih disukai……,dan banyak lagi….Adapun firman Allah dalam surat al jin yang mengatakan ada golongan orang yang meminta pertolongan kepada jin….itu apabila kita meminta pertolongan.Kalo dalam prakteknya latihan tenaga dalam tidak meminta pertolongan kepada jin,malah dalam latihannya juga…diawali dengan memohon perlindungan dari gangguan jin dan basmalah…..dimana letak meminta pertolongannyanya ? Apakah jin mau membantu tanpa diminta,terlebih lebih nama Allah disebut didalamnya ketika mulai latihan( minimal taudz dan basmalah) ? Bahkan ketika dirukyah tidak ada gejala apa apa?
    2. Perihal itu tidak ada dijamah rasul…itu memang Hanya hak Allah untuk memberikan ilmu itu kepada umat manusia kapan saja ….sebagai mana kita tahu ……Allah berfirman Hai..manusia dan jin…pergilah kamu ke bulan seandainya kamu mampu,niscaya kamu tidak akan mampu kecuali dengan ilmu pengetahuan…..nah disini bisa kita lihat…Baru beberapa abad kemudian Allah memberikan ilmu pengetahuan tersebut setelah rasul meninggal…..jadi..memang belum Allah berikan kepada umat manusia pada saat itu (jaman rasul) dan adalah memang hak Allah untuk memberikan ilmu apapun juga dan kapanpun juga .
    3. Perihal itu bukan berasal dari Islam.
    Yang dilarang sebagai mana Qur’an dan sunah adalah dilarang mengikuti tata cara peribadatan agama lain,bukan tentang ilmu pengetahuan.seperti dalam hadist pernah diceritakan ketika sedang mendiskusikan bagaimana cara memanggil orang untuk melakukan shalat atau sudah tibanya waktu shalat…salah seorang mengusulkan dengan cara memukul mukul benda keras agar terdengar….rasul melarang karena mengikuti agama lain.Kalo orang mesir kuno pada waktu latihan senam (kracktologi/tenaga dalam ) beberapa abad yang lalu merupakan tata cara ibadah mereka,tentu saja itu diharamkan….tapi….itu bukan tata cara ibadah mereka….mereka melakukan latihan untuk mendatangkan katanya namanya dhat untuk menghasilkan tenaga dalam. Di perguruan thipan pro khan pun katanya istilahnya dhat. Dan melakukan latihan tenaga dalam tidak memanggil roh siapapun juga Dan tidak juga bertawasul pada orang yang sudah meninggal ….justru diawali dengan asma Allah (minimal taudz dan basmalah.
    4.mengenai tolak ukur dibantu atau tidaknya oleh jin,menurut saya dengan dilakukan rukyah dengan sebenar benarnya rukyah yang syar’i.Harus benar benar konsentrasimendengarkan ayat ayat Al Qur’an tersebut.
    5.umumnya orang bicara tenaga dalm mengidentikannya dengan ilmu kebal,santet dll.Siapa yang tidak setuju dengan keharaman teluh,tenung ,santet ….Namun….apakah benar semua tenaga dalam mengajarkan akan hal itu? Tentu saja tidak.
    Wallahu a’lam…

  21. sunan gunung jati al karomah Says:

    1.yang saya tanyakan jin Qarin dan jin biasa
    2.Bagaimana cara membedakan jin qarin dan jin Biasa
    3.benarkah manusia dapat melihat jin…

    • ibnu fauzy Says:

      Para ulama sepakat bahwa manusia tidak mampu melihat jin dalam bentuk aslinya. berdasakan ayat : “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka” [Al-A’raf : 27]
      Namun jin kadang bisa dilihat manusia manakala jin merubah wujudnya menjadi bentuk lain. jadi bukan manusia yang melihat jin tapi jin yang menampakkan wujud lain kpd manusia. Jika manusia ada yang mengaku bisa melihat jin sekehendaknya, biasanya dalam dirinya juga ada jin yang membantu dia melakukan hal tsb.
      Wallahu a’lam.

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        1.nah….ini dia lagi masalahnya….ayat yang anda bawakan di atas [Al-A’raf : 27].adalah hujjah yang pernah di lontarkan oleh imam syafi”i bahwa manusia tidak bisa melihat jin.tetapi coba anda buka tafsir dan teliti baik-baik setiap kata pada ayat ini…?
        2.perhatikan juga hadis-hadis yang menyangkut hal ini….?
        3.perhatikan juga JUMHUR PARA ULAMA..?
        4.Jika manusia ada yang mengaku bisa melihat jin sekehendaknya, biasanya dalam dirinya juga ada jin yang membantu dia melakukan hal tsb……mohon anda tunjukkan dalilnya?

      • ibnu fauzy Says:

        Bisa anda jelaskan point 1,2 dan 3

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        “Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka” [Al-A’raf : 27]
        jumhur para ulama mengatakan bahwa ayat ini tidaklah menunjukkan bahwa manusia tidak bisa melihat jin.ada kemungkinan ayat ini yang di maksud adalah kebanyakan manusia dan ini yang terjadi.jadi..ada orang-orang tertentu yang di kasihi oleh Allah untuk mengetahui ke gaiban tersebut.Ini di tinjau dari al aqlabiyah dari kebanyakan manusia tidak dapat melihatnya namun jika Allah SWT menghendaki untuk melihat maka tidak ada yang mustahi dalam hal ini.Wallahu A’lam.

      • ibnu fauzy Says:

        bisa dijelaskan perkataan pendapat jumhur tsb dinukil dari perkataan ulama siapa?

  22. sunan gunung jati al karomah Says:

    Bismillah..begini mas…bicara masalah dalam agama harus kita hati-hati…sekali lagi mas salah langkah,saya langsung skak anda…ok..berfikirlah kata-kata saya ini…

    • ibnu fauzy Says:

      saya sangat setuju dengan anda. maka dari itu saya selalu berusaha baik dalam tulisan maupun menanggapi komentar selalu diatas dalil yang shohih. jika ada yang menyanggah juga hendaknya menggunakan dalil, bukan akal dan hawa nafsu semata..
      Jika saya salah langkah, tolong tunjukkan dimana kesalahan saya? saya sangat senang sekali jika diingatkan kesalahanku. tentunya berdasarkan dalil yang kuat.

  23. sunan gunung jati al karomah Says:

    Kembali ke masalah tenaga dalam,
    1.anda mengklaim semua tenaga dalam sesat alias sihir dan batil.
    2.anda mengajak semua praktisi tenaga dalam supaya segera bertaubat kepada Allah karena tenaga dalam itu sesat.
    pertanyaan:
    1.apakah anda mempunyai dasar dalil yang kuat sehingga mengatakan demikian…?
    2.Kalau anda katakan praktisi tenaga dalam sesat berarti anda yang salah besar…?

  24. sunan gunung jati al karomah Says:

    Tentang tasawuf silahkan di baca
    1.kitab Minhajul Abidin karya iman Ghazali
    2. kitab majmu fatawa ibnu taymiyah
    3.Kitab Diwan Al-Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah
    4.kitab Al-I’thisom Imam Asy-Syatibi
    5.Kitab sejarah keagungan Imam Syafi’I KH.sirajuddin Abba

    • ibnu fauzy Says:

      Subhanalloh, anda sudah baca kitab diatas semuanya ? wah saya iri jika anda sudah membaca kitab itu semuanya, berarti ilmu anda cukup dalam dlm agama.. Kalau Al-i’tisom saya punya, namun isinya bahkan menjelaskan ttg selukbeluk bid’ah. sedangkan Ibnu taymiyyah malah getol dalam membongkar penyimpangan tasawuf. dan Imam ghozali diakhir hayatnya rujuk kpd kitab shohih bukhari dan muslim.
      Imam Syafi’i menamai shufiyah dengan kaum zindiq, beliau berkata : “Jika seorang belajar tasawuf di pagi hari, sebelum datang waktu dhuhur engkau akan dapati dia menjadi orang dungu.” Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu juga mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seorang shufi yang berakal. Seorang yang telah bersama kaum shufiyah selama 40 hari, tidak mungkin kembali akalnya.” Beliau juga berkata, “Azas (dasar shufiyah) adalah malas.” (Lihat Mukhalafatush Shufiyah lil Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu hal. 13-15)

      berikut saya copykan perkataan para tokoh sufi, silahkan renungkan sendiri:
      diambil dari http://www.facebook.com/home.php#!/note.php?note_id=160387143980999

      AWAS, Inilah Perkataan Kufur Tokoh-Tokoh Sufi.. Sufi Lebih parah dari kayakinan Yahudi dan Nasrani, Celaan Ulama terhadap Sufi !

      Jika yahudi meyakini hanya zairlah yang memiliki sifat ketuhanan..
      Jika Nasrani meyakini hanya yesus yang memiliki sifat ketuhanan..
      Namun Sufi berkeyakinan bahwa semua mahluk bisa memiliki sifat ketuhanan, bahkan menyamakan Tuhan dan mahluk.. Manakah yang lebih jelek ??

      Berikut perkataan tokoh-tokoh sufi yang sangat kufur dari jauh dari cahaya kebenaran :
      1. keyakinan Wihdatul Wujud, yakni keyakinan bahwa Allah menyatu dengan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini. Demikian juga Al-Hulul, yakni keyakinan bahwa Allah dapat menjelma dalam bentuk tertentu dari makhluk-Nya (inkarnasi).

      *) mereka berkeyakinan : Tidaklah anjing dan babi kecuali sesembahan kami Dan bukanlah Allah, kecuali seorang pendeta di gereja! Dinukil dari Hadzihi Hiyash Shufiyah, halaman 64.

      *) Al-Hallaj, seorang dedengkot sufi, berkata: “Kemudian Dia (Allah) menampakkan diri kepada makhluk-Nya dalam bentuk orang makan dan minum.” (Dinukil dari Firaq Al-Mua’shirah, karya Dr. Ghalib bin ‘Ali Iwaji, 2/600)

      *) Ibnu ‘Arabi, tokoh sufi lainnya, berkata: “Seorang hamba adalah Rabb dan Rabb adalah hamba. Duhai kiranya, siapakah yang diberi kewajiban beramal? Jika engkau katakan hamba, maka ia adalah Rabb. Atau engkau katakan Rabb, kalau begitu siapa yang diberi kewajiban?” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah dinukil dari Firaq Al-Mu’ashirah, hal. 601)

      *) Muhammad Sayyid At-Tijani meriwayatkan (secara dusta, pen) dari Nabi bahwasanya beliau bersabda: رَأَيْتُ رَبِّي فِي صُوْرَةِ شَابٍ “Aku melihat Rabbku dalam bentuk seorang pemuda.” (Jawahirul Ma’ani, karya ‘Ali Harazim, 1/197, dinukil dari Firaq Mu’ashirah, hal. 615)

      2. Kayakinan Seorang yang menyetubuhi istrinya, tidak lain ia menyetubuhi Allah

      Padahal Allah telah berfirman: لَيْسَ كَمِثْلِه شَيْئٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11) قَالَ رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَنْ تَرَانِي … “Berkatalah Musa: ‘Wahai Rabbku nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat-Mu.’ Allah berfirman: ‘Kamu sekali-kali tidak akan sanggup melihatku’…” (Al-A’raf: 143)

      *) Ibnu ‘Arabi berkata: “Sesungguhnya seseorang ketika menyetubuhi istrinya tidak lain (ketika itu) ia menyetubuhi Allah!” (Fushushul Hikam).1 Betapa kufurnya kata-kata ini…, tidakkah orang-orang Sufi sadar akan kesesatan gembongnya ini?

      3. Keyakinan kafir bahwa Allah adalah makhluk dan makhluk adalah Allah , masing-masing saling menyembah kepada yang lainnya

      *) Ibnu ‘Arabi berkata: “Maka Allah memujiku dan aku pun memuji-Nya. Dan Dia menyembahku dan aku pun menyembah-Nya.” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah).2 Padahal Allah telah berfirman: وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56) إِنْ كُلُّ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ إِلاَّ آتِى الرَّحْمَنِ عَبْدًا “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Allah Yang Maha Pemurah dalam keadaan sebagai hamba.” (Maryam: 93)

      4. Keyakinan bahwa agama-agama yang ada itu sama..
      *) Ibnu ‘Arabi berkata: “Sebelumnya aku mengingkari kawanku yang berbeda agama denganku. Namun kini hatiku bisa menerima semua keadaan, tempat gembala rusa dan gereja pendeta, tempat berhala dan Ka’bah, lembaran-lembaran Taurat dan Mushaf Al Qur’an.” (Al-Futuhat Al-Makkiyyah).

      *) Jalaluddin Ar-Rumi, seorang tokoh sufi yang sangat kondang, berkata: “Aku seorang muslim, tapi aku juga seorang Nashrani, Brahmawi, dan Zaradasyti. Bagiku, tempat ibadah adalah sama… masjid, gereja, atau tempat berhala-berhala.”
      Padahal Allah berfirman: وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ اْلإِسْلاَمِ دِيْنًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي اْلأَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ “Dan barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya. Dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.” (Ali Imran: 85)
      Selengkapnya tentang borok-borok keyakinan sufi klik http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=155
      Celaan Ulama terhadap Sufi :

      1. Celaan Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu terhadap shufiyah. Shufiyah bukanlah pengikut Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu. Di antara buktinya adalah banyaknya celaan dari Al-Imam Asy-Syafi’i dan lainnya terhadap mereka. Al-Imam Al-Baihaqi rahimahullahu meriwayatkan dengan sanadnya sampai Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu: “Jika seorang belajar tasawuf di pagi hari, sebelum datang waktu dhuhur engkau akan dapati dia menjadi orang dungu.” Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu juga mengatakan, “Aku tidak pernah melihat seorang shufi yang berakal. Seorang yang telah bersama kaum shufiyah selama 40 hari, tidak mungkin kembali akalnya.” Beliau juga berkata, “Azas (dasar shufiyah) adalah malas.” (Lihat Mukhalafatush Shufiyah lil Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu hal. 13-15)

      Beliau menamai shufiyah dengan kaum zindiq. Kata beliau rahimahullahu, “Kami tinggalkan Baghdad dalam keadaan orang-orang zindiq telah membuat-buat bid’ah yang mereka namakan sama’ (nyanyian sufi, red.).” Asy-Syaikh Jamil Zainu berkata, “Orang-orang zindiq yang dimaksud Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu adalah kaum shufiyah.” (Lihat Shufiyah fi Mizan Al-Kitabi was Sunnah)

      2. Celaan Al-Imam Malik rahimahullahu terhadap shufiyah
      At-Tunisi mengatakan: Kami berada di sisi Al-Imam Malik, sedangkan murid-murid beliau di sekelilingnya. Seorang dari Nashibiyin berkata: “Di tempat kami ada satu kelompok disebut shufiyah. Mereka banyak makan, kemudian membaca qashidah dan berjoget.” Al-Imam Malik berkata, “Apakah mereka anak-anak?” Orang tadi menjawab, “Bukan.” Beliau berkata, “Apakah mereka adalah orang-orang gila?” Orang tadi berkata, “Bukan, mereka adalah orang-orang tua yang berakal.” Al-Imam Malik berkata, “Aku tidak pernah mendengar seorang pemeluk Islam melakukan demikian.”

      3. Celaan Al-Imam Ahmad rahimahullahu terhadap shufiyah
      Beliau ditanya tentang apa yang dilakukan shufiyah berupa nasyid-nasyid dan qashidah yang mereka namakan sama’. Beliau berkata, “Itu adalah muhdats (perkara baru yang diada-adakan dalam Islam).” Ditanyakan kepada beliau, “Apakah boleh kami duduk bersama mereka?” Beliau menjawab, “Janganlah kalian duduk bersama mereka.” Beliau berkata tentang Harits Al-Muhasibi –dia adalah tokoh shufiyah–, “Aku tidak pernah mendengar pembicaraan tentang masalah hakikat sesuatu seperti yang diucapkannya. Namun aku tidak membolehkan engkau berteman dengannya.”

      4. Celaan Al-Imam Abu Zur’ah rahimahullahu terhadap shufiyah
      Al-Hafizh berkata dalam Tahdzib: Al-Bardza’i berkata, “Abu Zur’ah ditanya tentang Harits Al-Muhasibi dan kitab-kitabnya. Beliau berkata kepada penanya, ‘Hati-hati kamu dari kitab-kitab ini, karena isinya kebid’ahan dan kesesatan. Engkau wajib berpegang dengan atsar, akan engkau dapati yang membuatmu tidak membutuhkan apapun dari kitab-kitabnya’.”

      5. Celaan Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullahu terhadap shufiyah
      liau berkata, “Aku telah menelaah keadaan shufiyah dan aku dapati kebanyakannya menyimpang dari syariat. Antara bodoh tentang syariat atau kebid’ahan dengan akal pikiran.”

      6. Marwan bin Muhammad rahimahullahu berkata: “Tiga golongan manusia yang tidak bisa dipercaya dalam masalah agama: shufi, qashash (tukang kisah), dan ahlul bid’ah yang membantah ahlul bid’ah lainnya.” (Lihat Mukhalafatush Shufiyah, hal.16-18)

      http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=898

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        bismillah….mas fauzy terus terang saya sangat bingung dengan anda …anda seakan-akan sangat membenci ajaran tasauf,dan anda mencoba meluruskan,….yang anda tulis itu tasauf yang mana….saya belajar tenaga dalam(di PONPES BU Bani Salam ) dan tasauf(kitab Kuning) dari kiyai kami di pondok pesantren Bahrul ulum Tambak beras jombang dan itu beda sekali dengan tasauf yang anda tuliskan.apa dari maksud semua ini…?

      • ibnu fauzy Says:

        Itulah pak sunan hakikat tasawuf, kita bisa melihat hakikat pokok ajaran tasawuf dengan membaca kitab dan perkataan para tokoh mereka. dan ternyata perkataan tokoh tasawuf seperti yang anda baca diatas… silahkan anda mengecek perkataan tsb dari kitab asli mereka.
        mungkin maksud anda ttg tasawuf bukanlah ajaran yang diajarkan ibnu arobi dkk.. karena tasawuf itu maknanya juga simpang siur. sebagi contoh anda mendefinisikan tasawuf sebagai kegiatan mempelajari kitab kuning. maka jika yang dimaksud adalah mempelajari kitab para ulama maka itu sungguh bermanfaat (tentu saja tidak harus / tidak cuma yang berwarna kuning kan..).
        Yang jelas segala sesuatu dlm agama kita cek apakah sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang dimalakan para sahabat nabi atau tidak..
        Barokallohu fiikum..

  25. sunan gunung jati al karomah Says:

    Mas Fauzy…anda katakan semua tenaga dalam sesat dan Syirik dan mengajak supaya segera bertaubat kepada Allah pernyataan anda ini sama artinya anda telah menghina dan menagatakan syirik kepada :
    1.H.Suharbillah, seorang pendekar dari Surabaya
    2.KH.Mustofa Bisri pendekar dari Rembang
    3.KH Agus Maksum Jauhari Lirboyo alias Gus Maksum
    Pada tanggal 12 Muharrom 1406 M bertepatan tanggal 27 September 1985 berkumpulah mereka di pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur yang di dirikan oleh KH.HASYIM ASHARI turunan dari SUNAN GIRI,untuk membentuk suatu wadah di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) yang khusus mengurus pencak silat. Musyawarah tersebut dihadiri tokoh-tokoh pencak silat dari daerah Jombang, Ponorogo, Pasuruan, Nganjuk, Kediri, serta Cirebon, bahkan dari pulau Kalimantan .
    Musyawarah berikutnya diadakan pada tanggal 3 Januari 1986, di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, tempat berdiam Sang Pendekar, Gus Maksum. Dalam musyawarah tersebut disepakati pembentukan organisasi pencak silat NU bernama Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama “Pagar Nusa” yang merupakan kepanjangan dari “Pagarnya NU dan Bangsa.” Kontan para musyawirin pun menunjuk Gus Maksum sebagai ketua umumnya. Pengukuhan Gus Maksum sebagai ketua umum Pagar Nusa itu dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid dan Rais Aam KH Ahmad Sidiq.

    Jadi sebaiknya anda harus membuat blog dengan judul tenaga dalam ada 2 aliran yaitu aliran hitam dan putih.bagi yang merasa aliran hitam segeralah bertaubat kepada Allah SWT.

    • ibnu fauzy Says:

      1. saya tidak bermaksud menghina person-person yang mendalami TD. apalagi sampai mengkafirkan, itu tidak boleh sembarangan.
      2. Tidak ada seorangpun yang maksum selain Nabi salallahu ‘alaihi wassalam, jangankan keturunan sunan giri, seorang sahabatpun bisa salah. sehingga jika ada dari tokoh yang benar, kita ambil dan jika ada kesalahan maka kita tidak mengambilnya dan semoga Allah mengampuni para ulama dari kesalahan mereka..
      kalau saya sendiri mengambil jalan yang mudah yaitu tidak berani belajar tenaga dalam, karena takut. jika memang TD itu boleh, saya tidak dosa jika tidak belajar TD, namun jika ternyata TD itu haram, maka saya telah selamat.
      sebagaimana para imam kita tidak pernah ada riwayat mereka sibuk belajar tenaga dalam atau mengajarkannya, Wallahu a’lam

      • sunan gunung jati al karomah Says:

        begini aja mas fauzy….nabi bersabda:
        “Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya terhadap para ulama dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan atau rapat) dan untuk menarik perhatian orang-orang kepadamu. Barangsiapa seperti itu maka baginya neraka … neraka.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
        jadi…marilah kita perbaiki niat masing-masing…
        “Sesungguhnya segala sesuatu itu tergantung dari niat”….OK

      • ibnu fauzy Says:

        Jazakallohu khoir.. terimakasih, sekali lagi ini nasihat yang sangat bermanfaat..
        sayapun sebenarnya tidak ingin memperdebatkannya, hanya saja banyak yg memberi komentar, maka saya selaku admin harus menanggapi. maka bagaimana kalau kita sudahi diskusi ini ? karena diskusi yang baik adalah mencari kebenaran didasarkan pada dalil-dalil yang shohih. jika hanya argumen berdasarkan pendapat sendiri tanpa merujuk kpd Al-Qur’an dan As-Sunnah maka diskusi tsb sia-sia. dan sesuatu yg sudah jelas memang tidak layak didiskusikan, tapi sami’na wa ato’na
        barokallohu fiikum..

  26. sunan gunung jati al karomah Says:

    Subhanalloh!!! Seakan-akan anda telah bersih dari berbagai syubuhat dan mencapai derajat para Malaikat dan Nabi.
    Wahai pemilik blog ini, wajib bagi kalian mengoreksi diri kalian terlebih dahulu Hisablah dulu diri kalian sebelum kalian dihisab oleh Allah dan jika kalian bisa memperbaiki kesalahan dan syubhat yang menimpa saudara-saudara kalian, maka lakukanlah tanpa menjadikan mereka keluar atau terusir seperti yang dilakukan kaum hizbiyun meskipun sebagian mereka mengaku sebagai salafiyun. Jika kalian tidak bisa melakukan itu, maka tinggalkanlah mereka untuk dinasehati oleh orang-orang yang berpengaruh terhadap mereka dan mampu mengobati mereka dengan cara yang lebih baik dan lurus.
    Sangat disayangkan, anda menggelari praktisi Tenaga dalam dengan gelar-gelar yang tidak pantas, seperti syirik,bid’ah,batil dan sesat.
    Tindakan ini sangat mirip dengan orang-orang yang berpemikiran bahwa kamilah yang paling benar.
    Mas fauzy…….. mensyari’atkan sesuatu adalah hak Allah Subhanahu wa Ta’ala . Yang dimaksud dengan mensyari’atkan sesuatu adalah apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk hambaNya berupa jalan yang harus mereka lalui dalam bidang aqidah, muamalat dan sebagainya.
    Termasuk di dalamnya masalah penghalalan dan pengharaman. Tidak seorang pun berwenang menghalalkan kecuali apa yang sudah dihalalkan Allah, juga tidak boleh mengharamkan kecuali apa yang sudah diharamkan Allah.
    Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
    ‎“Artinya : Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan dusta terhadap Allah.”

    • ibnu fauzy Says:

      Bismillah.. mohon anda jangan terburu-buru dlm menyimpulkan dan memvonis saya..
      “Seakan-akan anda telah bersih dari berbagai syubuhat dan mencapai derajat para Malaikat dan Nabi.” saya tidak pernah merasa spt itu, anda sendiri yang memvonis saya seperti itu.. sungguh saya hanyalah hamba yang dhoif yang senantiasa tidak luput dari kesalahan dan saya terus belajar menuntut ilmu. maka jika ada tulisan saya yang salah tidak sesuai dg Al-Qur’an dan As-Sunnah mohon dikoreksi..
      Yang saya katakan bid’ah adalah ritual nya bukan orangnya.

      “Tidak seorang pun berwenang menghalalkan kecuali apa yang sudah dihalalkan Allah, juga tidak boleh mengharamkan kecuali apa yang sudah diharamkan Allah.” saya sangat setuju dengan anda, jika dalam tulisan saya ada seperti menghukumi sesuatu, maka itupun berdasarkan Al-Qur’an dan As-sunnah. jadi dengan kata lain yang menghukumi bukan saya tapi AL-Qur’an danAs-Sunnah..
      terimakasih atas nasihatnya ang sangat berharga..
      Barokallohu fiikum..

  27. sunan gunung jati al karomah Says:

    Terima kasih banyak juga mas….kesalahan datangnya dari diri pribadi dan kebenaran datangnya dari Allah SWT.Semoga Allah menyebutkan suatu kebaikan untuk kita semua.Amin.

  28. salmanpasvog Says:

    saya pernah mendngar cerita bahwa
    kahlifah Ali bin Abi Thalib pernah memanggil malaikat untuk membantu melawan musuhnya…
    betulkah itu…?
    apa mungkin malaikat mau membantu manusia…
    maaf saya perlu jawabannya..
    karena saya masih AWAM.

    • ibnu fauzy Says:

      setiap hadits/kabar dalam islam harus jelas, diriwayatkan oleh siapa. sehingga bisa dicek kebenarannya. jika anda hanya mendengarsaja tanpa mengetahui riwayat cerita itu maka akan sulit menentukan benar tidak cerita tsb. maka jika anda mendengar orang bercerita ttg riwayat dalam sejarah islam, tanyakan sumbernya…

  29. Abdullah Says:

    bagaiman menurut anda…
    http://cahayakekuatan.wordpress.com/perihal/
    sesat kah….sesuai pernyataan anda..?

    • ibnu fauzy Says:

      coba tanyakan :
      1. Islam kan agama yang sempurna, dan harus disebarkan jadi tidak ada yang harus disembunyikan : lalu kenapa (jika memang yang diajarkan itu dari islam) kok harus daftar dulu dan bacaannya disembunyikan, serta prosenya tidak dijelaskan..?
      2. Islam kan agama untuk seluruh manusia, jadi semua syariatnya mudah untuk dilaksanakan semua orang. kenapa untuk mendapatkan tenaga dalam (jika memang itu dari islam) kok harus membayar ? bukankah syariat ini bukan untuk diperjual belikan ?
      tambahan : kok bisa untuk penglaris juga..?

      • Abdullah Says:

        Aku sejalan dengan anda..kok ayat Al Qur’an di perjual belikan …..mirip pedagang asongan…aja…
        tambahan : kok bisa untuk penglaris juga..apa hubungannya tenaga dalam dengan penglaris…wah..wah..udah nggak bener nih.. tenaga dalamnya…tujuan tenaga dalam kan untuk beladiri..masuk kategori muamalah..kalo menyangkut penglaris kan itu namanya pesugihan… masukkemasalah ritual…ada apa di balik tenaga dalam yg ini ya..hu…cape’deh….mikirnya….?

  30. Abdullah Says:

    Kalo yang ini bagaimana…. sesat juga ya menurut anda….?
    http://marvindo-fatih.blogspot.com/

    Hati-hati jangan sembarangan dong…main klaim seenaknya tenaga dalam sesat

  31. Abdullah Says:

    anda selalu mengaitkan Tenaga Dalam dengan Jin.
    pertanyaan saya:
    1.Memangnya anda bisa pastikan tenaga dalam itu pake jin atau anda punya alat pendeteksi jin sehingga mengatakan tenaga dalam pake jin
    2.haram kah jika bersahabat/berteman dengan jin muslim?
    3.Apakah jin Qarin dapat dihilangkan dengan ruqyah?.
    4.Kalau tidak,kenapa?kalau bisa,kenapa ?
    5.cara membedakan antara jin biasa sama jin Qorin bagaimana Ya…?atau anda mempunyai alat pendeteksi untuk membedakan antara jin biasa dengan jin qorin kan kata anda ada jin biasa sama jin qorin gitu kan..?
    6.Mungkinkah setiap orang bisa mengislamkan jin Qorinnya seperti qorinnya Rasulullah?
    7.kalo Tenaga Dalam itu sesat tolong dong buktikan dalilnya yang mana ya….

    • ibnu fauzy Says:

      bismillah :
      1. apakah anda bisa membuktikan kalau tenaga dalam tidak pakai jin ?
      2. baca sendiri dari blog yang anda bawakan http://cahayakekuatan.wordpress.com/tidak-boleh-bersahabat-dengan-jin/
      3 dst alam jin adalah alam ghaib, kita tidak tahu melainkan yang diberi tahukan kpd kita melalui Nabi salallahu ‘alaihi wassalam..
      7. anda sudah menjawab sendiri di koment anda yang bawah…

      • Abdullah Says:

        1.rata-rata semua pencak silat,karate,boxser,tinju,tinju karate,dll yg tidak ada embel-embelnya berupa wirid-wirid/bacaan-bacaan tertentu mempunyai tekhnik yang sama seperti tenaga dalam yaitu memukul,mematahkan balok es,batu bata dll dengan cara menahan NAFAS.termasuk anda….mari kita buktikan sendiri…..coba anda angkat beras seberat 50 kg…omong kosong dan mustahil…kalo anda tidak TAHAN NAFAS DAN MENGENCANGKANKAN OTOT PERUT…berarti anda juga pakai tenaga dalam dong… karena pake tekhnik tenaga dalam Yaitu MENAHAN NAFAS DAN MENGENCANGKANKAN OTOT PERUT berarti anda juga sesat….dong…iya..kan..
        2.Blog yang aneh dan plin-plan..http://cahayakekuatan.wordpress.com/tidak-boleh-bersahabat-dengan-jin/ udah jelas-jelas TENAGA DALAMNYA PAKE JIN …. Malah nulis tidak boleh bersahabat dengan jin
        cepe’deh….blog asal-asalan…
        3.dst alam jin adalah alam ghaib, kita tidak tahu melainkan yang diberi tahukan kpd kita melalui Nabi salallahu ‘alaihi wassalam..makasih nasehatnya….

      • ibnu fauzy Says:

        klo tenaga dalam cuma sebatas ngangkat beras 50 kg sih ga begini jadinya..

  32. Abdullah Says:

    Dalam Al qur’an Allah jelaskan jin itu sama seperti manusia ada kafir,ada muslim dan juga berkembang biak dll.mau nanya lagi nih….kan anda banyak tahu tentang jin.
    1.Apakah jin Qorin berkembang biak seperti halnya manusia?
    2.Kalo Jin qorin berkembang biak berarti ada yang laki-laki dan ada yang perempuan dong…?
    3.kalo jin Qorin tidak berkembang biak berarti tidak berjenis kelamin dong..?Apakah ada dalilnya..?

  33. ibnu fauzy Says:

    sekedar berbagi kisah..
    Banyak pergurun tenaga dalam yang berlebel islam, bahkan ada yang namanya diembel-embeli istilah islamy seperti tauhid, iman, hikmah dst..
    sampai ada aturan / pantangan bagi muridnya untuk meninggalkan mo-li-mo (5M) yaitu : main, madon,maling (dst aku tidak tahu..). Bahkan ada yang mengharuskan muridnya untuk tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu..! sekali saja hal itu dilanggar, maka ilmu tenaga dalam yg diperolehnya akan hilang..!

    sampai disini mungkin bagi sebagian kita akan berkata : apa salahnya, bukankah itu bagus, menyuruh yg baik dan mencegah yg jelek ??

    Namun begitulah syaitan sangat lihai dalam mengelabuhi manusia..!

    PERHATIKAN : seorang murid tenagadalam yg diharuskan mentaati peraturan diatas dan akibat melalaikannya ilmu tenagadalamnya hilang, maka tanpa dia sadari dia melakukan ibadah (sholat) tujuannya sudah melenceng…
    DIA MELAKUKAN SHOLAT TUJUANNYA BUKAN KARENA IKHLAS KARENA ALLAH, TAPI AGAR DIA MENDAPATKAN ILMU TENAGADALAM..! DIA SANGAT TAKUT MENINGGALKAN SHOLAT DAN MELAKUKAN MO–LI-MO BUKAN KARENA TAKUT KPD ADZAB ALLAH, NAMUN KARENA TAKUT ILMU TENAGA DALAMNYA HILANG…!

    LIHATLAH.. betapa syaitan sangat halus dalam menyesatkan manusia, sampai sampai beribadahpun manusia digiring agar ibadahnya rusak, dan tentunya akidahnyapun akan rusak !!
    Maka tentulan syaitan akan dengan senang hati memberikan apa yang diinginkan orang tersebut, termasuk kemampuan luarbiasa, karena orang tsb telah mau menuruti ajakan syaitan dan diperdaya olehnya…

    so hati-hatilah, bahaya laten jin…

  34. Abdullah Says:

    mantap….kisah yang menarik…
    sekedar berbagi kisah…setiap manusia yang terlahir di dunia ini sudah di sertakan oleh Allah satu jin Qorin yang senantiasa mendampingi kita..mereka senantiasa membisikkan kejahatan kepada manusia namun mereka tidaklah menyesatkan manusia tetapi manusia itu sendiri yang menyesatkan dirinya sendiri karena mau mengikuti bisikan jin Qorin ini…Para TIM Praktisi Tenaga dalam dan para TIM RUQYAH…dan kita semua..waspadalah..waspadalah..waspadalah…BAHAYA LATEN JIN….Karena anda…anda..semua tidak dapat mengislamkan jin qorin kalian…Bagaimana mungkin kalian saling menyalahkan bagaimana cara mengusir jin…dan tenaga dalam adalah haram sedangkan kalian semua tidak dapat mengusir jin qorin yang ada pada anda-anda sendiri..lantas mau ngusir jin orang yang kesurupan jin Qorinnya piye to…lawong kita semua tiap hari hidupnya sama-sama jin qorin sampai akhir hayat kita…Selalu saja tenaga dalam di kaitkan dengan jin emangnya hidupnya anda sekalian tida terkait dengan jin Qorin…Mau Tenaga Dalam kek..RUQYAH kek…semua itu tergantung niat orangnya.Kalo anda punya tenaga dalam dan menganggapnya kekuatan itu dari jin ya…itu sudah syirik..karena menganggap ada kekuatan selain Allah…sama seperti RUQYAH kalo anda meyakini dengan ruqyah bisa mengusir jin berarti syirik…karena menganggap ruqyah bisa mengusir jin..Tetapi kalo anda merasa bahwa tenaga dalam ini adalah titipan dari Allah tidak ada daya upaya selain dari pertolongan Allah ya..sah..sah…saja..begitu juga dengan ruqyah jika anda yakin bahwa yang menyembuhkan adalah Allah Ta’ala bukan dzat ruqyah itu sendiri ya..sah..sah.saja..jadi semuanya itu dari niat masing-masing ya..tergantung orangnya…itu sendiri…

    • ibnu fauzy Says:

      1. bedanya ruqyah syar’iyyah itu disyariatkan sedangkan tenaga dalam itu tidak pernah diajarkan..
      2. niat baik saja tidak cukup, karena syarat sahnya amal ada 2 :
      - Niat ikhlas
      - Sesuai dengan sunnah (ittiba’us sunnah).
      contah :
      seperti 3 orang yg masing2 ingin : sholat malam terus tanpa tidur, ibadah terus tanpa menikah, puasa terus tanpa berbuka, maka meskipun niat mereka baik namun menyelisihi Nabi, maka Nabi justru marah thd mereka dan mengatakan : barangsiapa yg tidak suka dengan sunnahku, bukan termasuk golonganku” (Muttafaq alaihi).
      3. APakaah jin yang merasuk itu jin qorin ?

      • Abdullah Says:

        1.Bedanya ruqyah syar’iyyah itu disyariatkan sedangkan tenaga dalam itu tidak pernah diajarkan..bukan berarti haram kan..anda juga kan pake celana yang ada rosletingnya kan nabi nggak contohin…dan nggak di syariaatkan..iya to…
        2.apanya yang salah kalo kita niat lillahi Ta’ala..Allahumma inna nas aluka ridho….anda ini sangat takut dengan syirik ya…wah duh…gawat nih….ke musliman anda patut di pertanyakan dong….kan kata Rasulullah..
        ” Sesungguhnya aku tidak khawatir terhadap kalian akan syirik, tetapi aku khawatir (terhadap kalian) akan dunia dan kalian saling berlomba didalamnya ”
        Jika seseorang sudah Muslim maka jangan risau akan jatuh pada perbuatan syirik, karena tidak semua yang dikatakan oleh anda tentang hal yang syirik itu adalah syirik, tapi karena kejahilan anda terhadap syariah maka anda mengatakannya syirik.
        Contoh:Perguruan TD yg pernah aku ikuti..aku selalu di nasehati untuk melaksanakan sholat fardhu,Sholat malam,berzikir setiap saat…dll smuanya itu di lakukan lillahi ta’ala…kan..Kata Allah “Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”lah..piyo..to..anda katakan syirik…kalo begitu anda melarang aku sholat,melarang aku sholat malam dan melarang aku zikir kepada allah lillahi ta’ala….ASTAGFIRULLAH…
        3.APakaah jin yang merasuk itu jin qorin ?bisa saja…mengapa nggak..kan jin qorin itu adalah syetan trus..kata nabi..sesungguhnya syetan itu mengalir dalam tubuh cucu anak Adam melalui darah…maaf ya kalo ada kata-kata yg kurang berkenan di hati..

      • ibnu fauzy Says:

        1. mungkin anda salah dalam memahami makna bid’ah. Yang dimaksud bid’ah adalah dalam hal ibadah, bukan dalam urusan dunia. dan bid’ah dlm agama itu terlarang. karena jika membuat bid’ah maka dia telah membuat syari’at baru, syariat tandingan, sementara agama Islam itu sudah sempurna tidak butuh panambahan dan pengurangan. sedangkan dalam masalah dunia maka dibuka pintu inovasi untuk kemaslahatan manusia. ingat kaidah ushul fiqh : “Asal ibadah itu haram sampai ada dalil yang memrintahkan, dan asal muamalah itu halal sampai ada dalil yang mengharamkan”. dalam masalah dunia seperti teknologi, dsb maka diperbolehkan selama tidak bertentangan dg syariat. “Antum A’lamu bi umuri dunyakum”. JADI JANGAN DIBALIK !

        2. Syarat diterima amal tidak cuma niat yang ikhlas tapi juga mutaba’ah (sesuai petunjuk nabi). Nabi bersabda “Man ‘amila amalan, laisa amruna fahuwa raddun” Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalan itu tertolak (HR. Muslim). bagaimana jika ada orang ingin shodaqoh tapi dg mencuri (niat baik tapi caranya tidak baik..?)

        Bagaimana kita tidak takut syirik, wong 2 kholilulloh, Nabi Ibrahim dan nabi Muhammad salallohu ‘alaihi wassalam saja takut dengan syirik…?! Beliau nabi Muhammad salallohu ‘alaihi wassalam berdoa:

        اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ

        “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap kesyirikan yang tidak aku ketahui.”HR. Ahmad (4/403).

        “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (Ibrahim:35).

        Apakah anda tidk melihat fenomena kesyirikan bertebaran di zaman sekarang ? betapa banyak orang yang memberikan sesaji dsb, memakai jimat, percaya takhayul, bukankah ini kesyirikan nyata..?
        “Sesuatu yang aku khawatrikan menimpa kalian adalah perbuatan syirik asghar.” Lalu para sahabat menanyakan pada beliau, “Apa yang dimaksud syirik ashgor, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “(Contohnya) adalah riya’. ” HR. Ahmad 5/428

  35. Abdullah Says:

    Aliran hitam, aliran putih, aliran hitam berkedok putih itu pembagian yg tidak ada dasarnya dari Islam. masing2 membuat pembagian untuk membela perguruan masing2. yang ada sesuai sunnah atau tidak…waduh…gawat nih..Anda katakan kiyai-kiyai yang mendirikan pondok pesantren yang di dalamnya ada latihan tenaga dalam…smuanya syirik…sedangkan pondok adalah pabriknya ustad-ustad yg turut menyebarkan agama islam di dunia ini..hebat…pengetahuan agama anda udah lebih dari para pendiri pondok pesantren…yang telah mencetak ribuan bahkan jutaan orang sebagai pendakwah tangguh dalam menyebarkan agama islam…hmmmm..senjata andalan Anda hanya satu yaitu..sesuai sunnah atau tidak..kalo sesuai sunnah di pakai kalo tidak sesuai sunnah di tolak..alias…..“kullu bid’atin dlolaalah,artinya “semua bid’ah adalah sesat”Yang namanya sesat tempatnya di Neraka..gitu kan…?ya…cape deh….trus…ngapain anda internetan..?kan bid’ah…AL kohol aja haram..looo..ko’…orang yang sakit mau di operasi sama dokter di suntikin al kohol supaya mematikan rasa sakit piye to..kan al kohol haram….buat aja..blog yang berjudul membongkar hakekat/rahasia para dokter untuk mematikan rasa sakit..ternyata menggunakan al kohol….berarti menurut anda para dokter smuanya sesat karena menggunakan barang haram untuk mengobati…iya to…Di jaman sekarang ini, bid’ah itu lagi ngetren menjadi sebuah peristilahan yang digunakan sebagai senjata yang teramat tajam untuk menuduh seseorang atau sekelompok orang berada dalam dlolalah,atau kesesatan yang berujung tuduhannya pada kekufuran(takfiry). Dengan istilah tersebut,harga kekufuran menjadi murah dan dijual dengan bebas.Setiap orang dengan mudah dicap ‘tukang bid’ah” yang sudah pasti sesat. Seolah sudah tidak ada lagi orang-orang yang beriman didunia ini, karena mereka telah dituduh oleh anda melakukan bid’ah dengan pemaknaan yang sempit ya…seperti anda ini pemikirannya sangat sempit sekali…kayak katak dalam baskom…eh..salah… maksudnya kayak katak dalam tempurung…Jika kondisi tersebut terus berlangsung, maka surga yang luasnya seluas langit dan bumi,…wa jannatin ‘ardluhassamawati wal alrd (Al Imron 31), tentu akan mengalami kekosongan. Itu pulalah mengapa Nabi Muhammad SAW,melarang umatnya untuk cepat-cepat menuduh orang-orang yang telah beriman dengan kekufuran. Diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa nabi Muhammad SAW bersabda :
    “Tiga prinsip keimanan : mencegah dari pengkafiran terhadap seseorang yang telah berkata La ilaha ilallah (tiada ilah selain Alloh) hanya karena perbuatan dosanya dan juga kita tidak mengeluarkannya dari Islam hanya karena amal maksiat yang dilakukannya.Dan jihad tetap ada sejak Alloh mengutusku hingga umatku yang terakhir,memerangi Dajjal yang tidak mampu dikalahkan oleh kedzaliman orang yang dzalim atau keadilan orang yang adil (kecuali dengan kekuatan Alloh).Dan iman terhadap takdir (ilmu Alloh SWT) “(HR.Abu Dawan,Muhammad Alawy al Maliki al Hasani,Mafahim Yajibantushohhah,hal 6)
    Anda ini…terlalu mudah menuduh kepada orang-orang yang beriman sebagai pelaku bid’ah yang dlolalah tentu tidak sesuai dengan prinsip keimanan yang diajarkan Nabi SAW. Dan sebaliknya,orang-orang yang gemar mengobral tuduhan bid’ah dlolalah kepada sesama orang Islam tanpa memperhatikan argumentasi yang dibangun oleh orang-orang Islam yang tertuduh atas perilakunya, itu adalah kefasikan yang tidak pernah diajarkan Nabi Muhammad saw.katanya ikut sunnah nabi trus..main tuduh tenaga dalam itu sesat…kan sudah menyalahi sunnah nabi…waduh..makin bingung..nih..mikirnya kalo hadapi orang kayak anda…Tenaga Dalam adalah BID’AH..jadi Anda juga BID’AH dong..karna main Tuduh.itu nggak di contohin tuh..ama BAGINDA RASULULLAH SAW..sekali lg maaf ya…bukan maksud hati tuk menggurui..tapi niat hati untuk berkata jujur….Wallahu a’lam…

    • ibnu fauzy Says:

      pelan-pelan mas..
      1. saya hanya mengatakan bahwa pembagian tsb tidak ada dlm islam, bukan saya mengkafirkan..! kayaknya anda sering terlalu prematur dlm memahami perkataan orang.. jika memang pembagian itu ada dasarnya saya tolong diberi tahu dalilnya.
      2. Istilah bid’ah tidak ngetrend disaat sekarang saja. Bahkan Nabi salallahu ‘alaihi wassalam ketika berkhutbah sering membaca hadits tsb (lihat khutbah hajat nabi). ini menunjukkan bahwa perkara bid’ah adalah perkara yg besar dan nabi berkali-kali memperingatkan umat akan bahaya bid’ah. tidak cuma 1 tapi banyak sekali hadits yg memperingatkan umat akan bahaya bid’ah. jadi apakah kita salah meniru nabi untuk memperingatkan umat akan bahaya bid’ah ?
      KENAPA ALERGI DENGAN PEMBAHASAN BID’AH ??
      para salaf juga sangat memperhatikan masalah bid’ah.
      *) Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma : “Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.
      *) Imam At-Tsauri rahimahullah berkata: “Bid’ah lebih di cintai oleh iblis dari pada perbuatan maksiat, orang terkadang bertaubat dari maksiat tetapi seseorang sulit bertaubat dari perbuatan bid’ahnya.
      bahkan pelaku bid’ah akan diusir dari telaga nabi :
      Rasululah Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda: “Sesung-guhnya aku mandahului dan menanti kamu di telaga. Barang siapa yang melewatiku niscaya dia minum, dan barang siapa yang minum niscaya dia tidak akan haus selama-lamanya. Sesungguhnya sekelompok orang akan mendatangiku, aku mengenal mereka, dan mereka mengenalku, kemudian dihalangi antara aku dengan mereka, maka aku berkata: “Sesungguhnya mereka dari pengikutku” tetapi di jawab “Sesungguhnya engkau tidak mengetahui apa yang mereka ada-adakan secara baru setelahmu.” Maka aku (Nabi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam) berkata: “jauh ! jauh!! Bagi orang-orang yang merubah agama setelahku.” (HR. Bukhari -Muslim). SELENGKAPNYA BAHAYA BID’AH KLIK http://ummusalma.wordpress.com/2007/07/13/bahaya-bidah/
      3. Anda jangan tergesa-gesa.. anda salah faham
      Tidak semua yang melakukan bid’ah langsung dikatakan ahlul bid’ah, tidak semua yg melakukan kekufuran / kesyirikan langsung dikatakan kafir/musyrik. harus terpenuhi syarat dan tidak ada penghalangnya. contoh, mungkin orang yg melakukan kekufuran dia tidak tahu atau ada subhat dlm hatinya. dan belum ditegakkan hujjah, maka orang tsb tidak boleh langsung dikafirkan !! inilah manhaj ahlussunnah tidak mudah memvonis ahlul bid’ah atau kafir orang-perorang. namun kalau perbuatan mk boleh kita katakan itu perbuatan bid’ah, perbuatan kufur..
      Berbeda dg khawarij yg suka mengkafirkan kaum muslimin (takfiri). mereka tidak memakai kaidah pengkafiran yg benar shg serampangan.
      mudahnya gini mas, kalau kita melihat kawan kita melakukan kesalahan maka kita katakan perbuatan anda ini salah, perbuatan anda ini termasuk bid’ah, dalilnya ini.. ini. yg kita nilai perbuatannya, krn ada dalilnya, bukan orangnya agar supaya dia kembali ke jalan yg benar, bukan mengkafirkan.
      4. maaf mas apakah alkohol itu bisa sebagai penghilang rasa sakit ?
      5. ada orang yg bermudah-mudah dlm membid’ahkan ada pula yg anti dg pembid’ahan, maka ahlussunnah pertengahan. tidaklah dikatakan bid’ah kecuali yg memang menyelisihi syara’.

      • Abdullah Says:

        apakah alkohol itu bisa sebagai penghilang rasa sakit ?
        silahkan di baca di sini kang Ibnu Fauzy..
        http://www.dokterumum.net/tag/alkohol-juga-dapat-bermanfaat

      • Abdullah Says:

        SIAPA BILANG SAYA ALERGI TENTANG PEMBAHASAN BID’AH,anda ini terlalu prematur tentang memahami kata-kata saya.Anda yang tidak mengklasifikasikan Bid’ah.Bagi anda jika sesuai sunnah di pakai tetapi jika tidak sesuai sunnah maka di tolak,anda kan yang katakan demikian?makanya saya selalu protes jawaban anda .ok…mari kita membahas tentang bid’ah
        Nabi bersabda :
        “kullu bid’atin dlolaalah,artinya “semua bid’ah adalah sesat”
        Yang namanya sesat tempatnya di Neraka..
        Pengertian bid’ah adalah segala sesuatu yang tidak di contohkan oleh Rasulullah.
        Mafhum bid’ah menurut kelompok Wahhabiyyah yaitu sebuah kelompok yang yang pemikirannya selalu dinisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab,mereka (salah satunya,H Mahrus Ali ) berpendapat bahwa bid’ah adalah : “… segala ajaran yang tidak diajarkan dimasa Nabi SAW dan sahabatnya tidak boleh diajarkan setelahnya…” (Mantan Kiai NU,Menggugat sholawat dan dzikir,syirik,hal 127)
        Demikian juga Sholeh al Utsaimin (tokoh Wahhabiyyah juga) memiliki pendapat yang lebih ekstrim tentang bid’ah :
        “Ucapan Rasulullah,kullu bid’atin dlolaalah,’semua bid’ah adalah sesat’, adalah bersifat umum, menyeluruh dan dipagari dengan kalimat menyeluruh dan umum yang paling kuat yaitu “kull” (seluruh).Apakah setelah adanya kalimat “menyeluruh”/”kull” ini masih dibenarkan kita membagi bid’ah mejadi 3 atau 5 ?.Selamanya, ini tidak benar” (Muhammad bin Sholeh al ‘Utsaimin,al ibda’ fi kamal al syar’i wa khatar al ibtida’,hal 13,ini hasil kajian Tim Bahtsul Masail PC NU Jember dalam buku mereka ‘Membongkar Kebohongan Buku “Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syirik”.)
        Pernyataan Utsaimin diperkuat dengan pernyataan Hammud bin Abdullah al Mathor (juga dari Wahhabiyyah) :”Barangsiapa membagi bid’ah menjadi bid’ah hasanah dan bid’ah saiyah (yang buruk) maka dia telah melakukan kekeliruan dan menyalahi sabda Nabi Muhammad SAW tersebut (Hammud bin Abdullah al Mathor,Al bida’ wa al muhdatsatu wa ma la ahslalahu,terj. Ensiklopedia bid’ah,hal 97)
        Demikian pemahaman mereka ketika menafsirkan hadis Nabi SAW; “Kullu Bid’atin Dlolalah “,(Setiap hal yang baru adalah sesat).
        Namun,memahami hadis tersebut dengan tafsiran bahwa bid’ah tidak bisa dibagi-bagi adalah sebuah pemahaman yang sempit dan tidak berdasarkan pada kajian ilmiah yang rasional. Bahkan mereka yang berpendapat seperti itupun akhirnya melanggar dan tidak konsisten dengan pendapatnya. Hammud bin Abdullah al Mathor misalnya,akhirnya juga telah membagi bid’ah atau ibtida’ (membuat suatu yang baru) menjadi dua. Pertama , Bid’ah dalam urusan dunia dan kedua ,bid’ah dalam urusan agama (ibid,hal 24).
        Demikian juga al ‘Utsaimin,tidak konsisten dengan pendapatnya sendiri. Dalam kitabnya yang lain,Syarh al ‘aqidah al wasithiyyah,hal 639-640,menyatakan :

        “Hukum asal perbuatan baru dalam urusan-urusan dunia adalah halal,kecuali ada dalil yang mengharamkannya.Tetapi,hukum asal perbuatan baru dalam urusan-urusan agama adalah terlarang lagi bid’ah kecuali ada dalil dari Al Qur’an dan as sunnah yang menunjukkan keberlakuannya”
        Lihatlah pada kalimat beliau tersebut,Hukum asal perbuatan baru dalam urusan-urusan agama adalah terlarang lagi bid’ah kecuali ada dalil dari al quran dan sunnah…,sangat sarat dengan ketidak konsistenan dengan pendapat sebelumnya. Kecuali kalau dia mengenal istilah- yang dipakai Imam As Syafi’i- qaul qodim dan qoul jadid – pernyataan lama dan pernyataan baru.Tapi jika ada qoul jadid, Imam as Syafi’i dengan jujur menganulir qoul qodimnya.
        Yang bisa kita simpulkan dari pendapatnya: pertama, bahwa bid’ah itu ada dua macam, bid’ah dalam urusan dunia dan bid’ah dalam urusan-urusan agama.Yang kedua,baik dalam urusan-urusan dunia maupun dalam urusan agama, ada bid’ah yang bisa diterima selama berlandaskan pada dalil-dalil Al Qur’an dan as sunnah.
        Tanggapan Ulama’ Ahlu Sunnah Wal Jama’ah
        Mafhum bid’ah dalam pandangan ahlus sunnah wal jama’ah, sangat argumentatif,realistis dan rasional.Oleh karena itu mereka menafsirkan hadis “semua bid’ah itu sesat” adalah kata-kata umum yang harus dibatasi, ‘am makhshush, maksudnya adalah semua bid’ah yang tercela yang sudah pasti bertentangan dengan syari’at, itulah yang sesat (DR. As Sayyid Muhammad, mafahim yajibu antushohhah,hal 33).
        Karena memang dalam menafsirkan hadist tersebut tidak hanya melihat dhohir (teksnya) saja,namun seharusnya dikaitkan dengan qorinah-qorinah lain untuk bisa memahami konteks hadis tersebut.Oleh karenanya Imam Nawawi dalam syarah Shahih Muslim,jilid 6/154) menafsirkan hadis tersebut sebagai berikut:
        “Sabda Nabi SAW , “Semua bid’ah adalah sesat”, ini adalah kata-kata umum yang dibatasi maksudnya. Dan yang dimaksud oleh hadis itu adalah gholibnya atau biasanya/terkadang bid’ah itu adalah sesat”
        Hadis tersebut senada dengan hadis ; “Kullu ma’rufin shodaqoh” semua kebaikan adalah shodaqoh (Riwayat dari al Bukhori). Pertanyannya apakah semua kebajikan yang diberikan kepada seseorang bisa dianggap shodaqoh yang berpahala ?. Apakah jika ada manusia yang membantu pembangunan sebuah gereja dianggap shodaqoh?, apakah jika seseorang memberikan seekor ayam untuk sesajen pada pohon bisa disebut shodaqoh yang berpahala?,apakah jika ada beberapa orang yang saling membantu untuk mensukseskan kemaksiatan juga disebut shodaqoh?. Tentu jawabannya, tidak kan? Dan dengan jawaban tersebut berarti telah membatasi hadis “semua kebaikan adalah shodaqoh.Karena tidak semua kalimat “kull” mengharuskan bersifat umum atau menyeluruh.Sebaliknya terkadang bersifat umum yang dibatasi dengan qorinah-qorinah (indikator) dari hadis lainnya.
        Demikian juga dengan Firman Alloh swt,surat al Ahqof ayat 25 mengenai angin topan yang menimpa kaum ‘Ad:
        “(Angin topan itu) menghancurkan segala sesuatu atas perintah Tuhannya”
        Kalimat Alloh swt “Kulla Syain”,atau segala sesuatu itu bersifat umum namun yang dimaksud khusus atau terbatas.Karena angin topan itu tidak menghacurkan semua yang diatas bumi dan planet lainnya.Hanya menghancurkan sebatas kaum ‘Ad saja. Demikian pula dalam Firman Alloh swt,Q S.Ali Imron 159
        “Ajaklah mereka bermusyawarah dalam suatu urusan…”
        Kalimat “al-amr”,atau suatu urusan adalah tidak bermakna umum pada semua urusan,baik urusan duniawi dan urusan ibadah.Kan tidak mungkin untuk urusan ibadah itu wajib atau tidak atau zinah itu haram atau boleh harus di musyawarahkan terlebih dahulu?.Lucu jadinya,kalau hendak berzinah harus musyawarah tentang keharamannya terlebih dahulu. Demikian juga dengan hadis :
        “Barangsiapa membuat hal baru yang tidak ada hubungannya dengan perkara kami,maka itu tertolak” (Muttafaq ‘alaih)
        Kalimat ( Ma laisa minhu ), “yang tidak ada hubungannya dengan urusan kami”, menjadi pembatas atas kesesatan hal-hal yang baru. Artinya,jika masih ada hubungan dengan urusan-urusan agama yang sesuai dengannya dan tidak bertentangan dengan syara’, tentu hal-hal yang baru tersebut tidaklah sesat.Karena pada kenyataannya banyak qorinah / indikator yang mendukung penafsiran hadis-hadis diatas,bahwa ada bid’ah yang terpuji, yaitu yang berdasarkan dalil-dalil syariat atau tidak bertentangan dengan syari’at, sekalipun di jaman Nabi SAW tidak pernah dilakukan.
        Dalam kitab Risalah Ahlussunnah wal Jama’ah karya Hadratusy Syeikh Hasyim Asy’ari, istilah “bid’ah” ini disandingkan dengan istilah “sunnah”. Seperti dikutip Hadratusy Syeikh, menurut Syaikh Zaruq dalam kitab ‘Uddatul Murid, kata bid’ah secara syara’ adalah munculnya perkara baru dalam agama yang kemudian mirip dengan bagian ajaran agama itu, padahal bukan bagian darinya, baik formal maupun hakekatnya. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW,” Barangsiapa memunculkan perkara baru dalam urusan kami (agama) yang tidak merupakan bagian dari agama itu, maka perkara tersebut tertolak”. Nabi juga bersabda,”Setiap perkara baru adalah bid’ah”.

        Menurut para ulama’, kedua hadits ini tidak berarti bahwa semua perkara yang baru dalam urusan agama tergolong bidah, karena mungkin saja ada perkara baru dalam urusan agama, namun masih sesuai dengan ruh syari’ah atau salah satu cabangnya (furu’).

        Bid’ah dalam arti lainnya adalah sesuatu yang baru yang tidak ada sebelumnya, sebagaimana firman Allah S.W.T.:

        بَدِيْعُ السَّموتِ وَاْلاَرْضِ
        “Allah yang menciptakan langit dan bumi”. (Al-Baqarah 2: 117).

        Adapun bid’ah dalam hukum Islam ialah segala sesuatu yang diada-adakan oleh ulama’ yang tidak ada pada zaman Nabi SAW. Timbul suatu pertanyaan, Apakah segala sesuatu yang diada-adakan oleh ulama’ yang tidak ada pada zaman Nabi SAW. pasti jeleknya? Jawaban yang benar, belum tentu! Ada dua kemungkinan; mungkin jelek dan mungkin baik. Kapan bid’ah itu baik dan kapan bid’ah itu jelek? Menurut Imam Syafi’i, sebagai berikut;

        اَلْبِدْعَةُ ِبدْعَتَانِ : مَحْمُوْدَةٌ وَمَذْمُوْمَةٌ, فَمَاوَافَقَ السُّنَّةَ مَحْمُوْدَةٌ وَمَاخَالَفَهَا فَهُوَ مَذْمُوْمَةٌ
        “Bid’ah ada dua, bid’ah terpuji dan bid’ah tercela, bid’ah yang sesuai dengan sunnah itulah yang terpuji dan bid’ah yang bertentangan dengan sunnah itulah yang tercela”.

        Sayyidina Umar Ibnul Khattab, setelah mengadakan shalat Tarawih berjama’ah dengan dua puluh raka’at yang diimami oleh sahabat Ubai bin Ka’ab beliau berkata :

        نِعْمَتِ اْلبِدْعَةُ هذِهِ
        “Sebagus bid’ah itu ialah ini”.

        Bolehkah kita mengadakan Bid’ah? Untuk menjawab pertanyaan ini, marilah kita kembali kepada hadits Nabi SAW. yang menjelaskan adanya Bid’ah hasanah dan bid’ah sayyiah.

        مَنْ سَنَّ فِى اْلاِسْلاَمِ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِ اَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ سَنَّ فِى اْلاِسْلاَمِ سُنَّةً سَيِئَةً فَعَلَيْهِ وِزْرُهَاوَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ غَيْرِاَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا. القائى, ج: 5ص: 76.
        “Barang siapa yang mengada-adakan satu cara yang baik dalam Islam maka ia akan mendapatkan pahala orang yang turut mengerjakannya dengan tidak mengurangi dari pahala mereka sedikit pun, dan barang siapa yang mengada-adakan suatu cara yang jelek maka ia akan mendapat dosa dan dosa-dosa orang yang ikut mengerjakan dengan tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun”.

        Apakah yang dimaksud dengan segala bid’ah itu sesat dan segala kesesatan itu masuk neraka?
        كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَ لَةٍ وَكُلُّ ضَلاَ لَةٍ فِى النَّارِ
        “Semua bid’ah itu sesat dan semua kesesatan itu di neraka”.

        Mari kita pahami menurut Ilmu Balaghah. Setiap benda pasti mempunyai sifat, tidak mungkin ada benda yang tidak bersifat, sifat itu bisa bertentangan seperti baik dan buruk, panjang dan pendek, gemuk dan kurus. Mustahil ada benda dalam satu waktu dan satu tempat mempunyai dua sifat yang bertentangan, kalau dikatakan benda itu baik mustahil pada waktu dan tempat yang sama dikatakan jelek; kalau dikatakan si A berdiri mustahil pada waktu dan tempat yang sama dikatakan duduk.

        Mari kita kembali kepada hadits.
        كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَ لَةٍ وَكُلُّ ضَلاَ لَةٍ فِى النَّارِ
        “Semua bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu masuk neraka”.

        Bid’ah itu kata benda, tentu mempunyai sifat, tidak mungkin ia tidak mempunyai sifat, mungkin saja ia bersifat baik atau mungkin bersifat jelek. Sifat tersebut tidak ditulis dan tidak disebutkan dalam hadits di atas; dalam Ilmu Balaghah dikatakan, حدف الصفة على الموصوف “membuang sifat dari benda yang bersifat”. Seandainya kita tulis sifat bid’ah maka terjadi dua kemungkinan: Kemungkinan pertama :
        كُلُّ بِدْعَةٍ حَسَنَةٍ ضَلاَ لَةٌ وَكُلُّ ضَلاَ لَةٍ فِى النَّارِ
        “Semua bid’ah yang baik sesat, dan semua yang sesat masuk neraka”.

        Hal ini tidak mungkin, bagaimana sifat baik dan sesat berkumpul dalam satu benda dan dalam waktu dan tempat yang sama, hal itu tentu mustahil. Maka yang bisa dipastikan kemungkinan yang kedua :
        كُلُّ بِدْعَةٍ سَيِئَةٍ ضَلاَ لَةٍ وَكُلُّ ضَلاَ لَةٍ فِى النَّاِر

        “Semua bid’ah yang jelek itu sesat, dan semua kesesatan itu masuk neraka”.

        Jelek dan sesat paralel tidak bertentangan, hal ini terjadi pula dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah membuang sifat kapal dalam firman-Nya :

        وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِيْنَةٍ غَصْبَا (الكهف: 79)
        “Di belakang mereka ada raja yang akan merampas semua kapal dengan paksa”. (Al-Kahfi : 79).

        Dalam ayat tersebut Allah SWT tidak menyebutkan kapal baik apakah kapal jelek; karena yang jelek tidak akan diambil oleh raja. Maka lafadh كل سفينة sama dengan كل بد عة tidak disebutkan sifatnya, walaupun pasti punya sifat, ialah kapal yang baik كل سفينة حسنة .

        Selain itu, ada pendapat lain tentang bid’ah dari Syaikh Zaruq, seperti dikutip Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari. Menurutnya, ada tiga norma untuk menentukan, apakah perkara baru dalam urusan agama itu disebut bid’ah atau tidak: Pertama, jika perkara baru itu didukung oleh sebagian besar syari’at dan sumbernya, maka perkara tersebut bukan merupakan bid’ah, akan tetapi jika tidak didukung sama sekali dari segala sudut, maka perkara tersebut batil dan sesat.

        Kedua, diukur dengan kaidah-kaidah yang digunakan para imam dan generasi salaf yang telah mempraktikkan ajaran sunnah. Jika perkara baru tersebut bertentangan dengan perbuatan para ulama, maka dikategorikan sebagai bid’ah. Jika para ulama masih berselisih pendapat mengenai mana yang dianggap ajaran ushul (inti) dan mana yang furu’ (cabang), maka harus dikembalikan pada ajaran ushul dan dalil yang mendukungnya.

        Ketiga, setiap perbuatan ditakar dengan timbangan hukum. Adapun rincian hukum dalam syara’ ada enam, yakni wajib, sunah, haram, makruh, khilaful aula, dan mubah. Setiap hal yang termasuk dalam salah satu hukum itu, berarti bias diidentifikasi dengan status hukum tersebut. Tetapi, jika tidak demikian, maka hal itu bisa dianggap bid’ah.

        Syeikh Zaruq membagi bid’ah dalam tiga macam; pertama, bid’ah Sharihah (yang jelas dan terang). Yaitu bid’ah yang dipastikan tidak memiliki dasar syar’i, seperti wajib, sunnah, makruh atau yang lainnya. Menjalankan bid’ah ini berarti mematikan tradisi dan menghancurkan kebenaran. Jenis bid’ah ini merupakan bid’ah paling jelek. Meski bid’ah ini memiliki seribu sandaran dari hukum-hukum asal ataupun furu’, tetapi tetap tidak ada pengaruhnya. Kedua, bid’ah idlafiyah (relasional), yakni bid’ah yang disandarkan pada suatu praktik tertentu. Seandainya-pun, praktik itu telah terbebas dari unsur bid’ah tersebut, maka tidak boleh memperdebatkan apakah praktik tersebut digolongkan sebagai sunnah atau bukan bid’ah.

        Ketiga, bid’ah khilafi (bid’ah yang diperselisihkan), yaitu bid’ah yang memiliki dua sandaran utama yang sama-sama kuat argumentasinya. Maksudnya, dari satu sandaran utama tersebut, bagi yang cenderung mengatakan itu termasuk sunnah, maka bukan bid’ah. Tetapi, bagi yang melihat dengan sandaran utama itu termasuk bid’ah, maka berarti tidak termasuk sunnah, seperti soal dzikir berjama’ah atau soal administrasi.

        Hukum bid’ah menurut Ibnu Abd Salam, seperti dinukil Hadratusy Syeikh dalam kitab Risalah Ahlussunnah Waljama’ah, ada lima macam: pertama, bid’ah yang hukumnya wajib, yakni melaksanakan sesuatu yang tidak pernah dipraktekkan Rasulullah SAW, misalnya mempelajari ilmu Nahwu atau mengkaji kata-kata asing (garib) yang bisa membantu pada pemahaman syari’ah.

        Kedua, bid’ah yang hukumnya haram, seperti aliran Qadariyah, Jabariyyah dan Mujassimah. Ketiga, bid’ah yang hukumnya sunnah, seperti membangun pemondokan, madrasah (sekolah), dan semua hal baik yang tidak pernah ada pada periode awal. Keempat, bid’ah yang hukumnya makruh, seperti menghiasi masjid secara berlebihan atau menyobek-nyobek mushaf. Kelima, bid’ah yang hukumnya mubah, seperti berjabat tangan seusai shalat Shubuh maupun Ashar, menggunakan tempat makan dan minum yang berukuran lebar, menggunakan ukuran baju yang longgar, dan hal yang serupa.

        Dengan penjelasan bid’ah seperti di atas, Hadratusy Syeikh kemudian menyatakan, bahwa memakai tasbih, melafazhkan niat shalat, tahlilan untuk mayyit dengan syarat tidak ada sesuatu yang menghalanginya, ziarah kubur, dan semacamnya, itu semua bukanlah bid’ah yang sesat. Adapun praktek-praktek, seperti pungutan di pasar-pasar malam, main dadu dan lain-lainnya merupakan bid’ah yang tidak baik.
        Baca yang cermat kang biar jelas…

      • ibnu fauzy Says:

        Bismillah..
        sebenarnya saya agak males melanjutkan diskusi ini karena seperti debat kusir. dan sudah melenceng dari tema yang dibicarakan.
        1. Sebelum saya tanggapi komentar anda ada yg ingin saya sampaikan, anda ternyata sudah salah faham dulu dengan wahabi.!
        anda katakan bahwa wahabi sebuah kelompok yang yang pemikirannya selalu dinisbatkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab. ini sudah menunjukkan kejahilan antum tentang hakikat dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul wahhab. Ketahuilah bahwa wahabi adalah firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad ke 2 (dua) Hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, sangat membenci syiah dan sangat jauh dari Islam.
        jika wahabi dinisbatkan kpd Syaikh muhammad bin abdul wahab maka ini sangat keliru, karena penisbatan itu berdasarkan nama tokohnya atau pemikirannya. sedangkan syaikh muhammad bin abdul wahab telah kita tahu bersama beliau bernama muhammad bukan abdul wahab. maka jika ingin menyebut dakwah beliau seharusnya menyebutnya dg muhammadi/muhamadiyah. namun para musuh dakwah beliau tentu tidak mau karena penisbatan tsb justru akan mengesankan penisbatkan kpd Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wassalam. kemudian mereka menggelari wahabi agar umat lari dari dakwah beliau. namun ini juga tidak tepat karena abdul wahab itu nama kakeknya !!

        Untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam.
        Dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul wahab adalah dakwah ahlussunnah wal jama’ah yang menyerukan kembali kpd Al-Qur’an dan As-sunnah diatas pemahaman generasi salaf. sudahkah anda membaca karya-karya beliau ??
        yang benci dg dakwah beliau kemungkinan 2 hal :
        1. mereka jahil tentang hakikat dakwah beliau yg sebenarnya. mereka hanya mengatahuinya memalui kabar-kabar miring. tanpa pernah mengecek kitab beliau langsung.
        2. mereka adalah yang terusik dg dakwah beliau. mereka ini para pengusung kebid’ahan yang takut terbongkar dan ditinggalkan pengikutnya..
        http://www.jundi.co.cc/2010/06/kisah-taubat-seorang-yang-menuduh.html

        Ingatkah kita bahwa Imam bonjol dijuluki wahabi karena memberantas praktek syirik dan bid’ah sehingga terjadi perang dg kaum adat (paderi) yg membela tradisi ayirik dan bid’ah mereka. bahkan muhammadiyahpun tak luput dituduh wahabi karena memberantas TBC (tahayul, bid’ah dan churofat). bahkan krn sangat jahilnya atau krn dengkinya, semua yg jenggotan dan ga mau tahlilan dijuluki wahabi.. Allahul mustaan..
        saya harap anda jangan ikut2an latah dg seenaknya menjuluki wahabi tanpa ilmu. saya yakin anda tidak seperti mereka. selengkapnya lihat http://bantahansalafytobat.wordpress.com/2011/03/14/perbedaan-wahabi-dan-salafy/

        2. Anda menulis panjang lebar, saya tahu anda hanya copas dari blog penghujat manhaj salaf. sesuatu yg kita blm mengilmuinya, namun terburu-buru ikut2an itu akan berbahaya. padahal agar lebih mudah anda baca saja kitab al-i’tishom karya Imam As-syatibi. beliau ulama ahlussunnah yang tentunya kita mengikuti beliau kan ? kitab tsb berisi kaidah2 tentang bid’ah silahkan di baca mas.. (ada terjemahannya kok..)
        baiklah, mari kita bahas bersama.

        anda menggunakan pendapat tim ba’tsul masail untuk membantah pendapat syaikh Utsaimin. maka untuk adil mari kita perhatikan hadits berikut : orang-orang yang hidup sepeninggal kalian akan melihat pertentangan yang banyak. Maka, hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para khulafaur-rasyidin yang mendapat petunjuk sesudahku. Gigit (pegang erat) sunnah tersebut dengan gigi geraham. Tinggalkanlah hal-hal yang baru, karena setiap bid’ah adalah sesat” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 4607; At-Tirmidzi no. 2676.

        Nabi menjelaskan bahwa jika terjadi perselisihan maka kita harus mengikuti sunnah Nabi dan para sahabat. Apa-apa yang dipandang baik oleh mereka maka itu baik, dan apa-apa yang mereka pandang jelek maka itu jelek.

        maka jika anda tidak mau mengikuti pendapat syaikh ‘Utsaimin, maka bagaimana kalau kita kembalikan kepada sunnah nabi dan sahabat ?? bagaimana nabi dan sahabat berkata dan bersikap tentang bid’ah..

        kita mulai dari makna kata “kullu” dalam hadits bid’ah
        mari kita lihat bagaimana penafsiran kata kullu menerut ulama salaf :
        Berkata Ibnu Rajab: “Perkataan beliau صلى الله عليه و سلم : “كل بدعة ضلالة” –setiap bid’ah itu adalah kesesatan- merupakan jawami’ul kalim (satu kalimat yang ringkas namun mempunyai arti yang sangat luas -pent) yang meliputi segala sesuatu, kalimat itu merupakan salah satu dari pokok-pokok ajaran agama yang agung” [Jami’ul ‘ulum wal hikam, hal. 28)
        Berkata Ibnu Hajar: “Perkataan beliau صلى الله عليه و سلم : “كل بدعة ضلالة” –setiap bid’ah itu adalah kesesatan-, merupakan suatu kaidah agama yang menyeluruh, baik itu secara tersurat maupun tersirat. Adapun secara tersurat, maka seakan-akan beliau bersabda: “Hal ini bid’ah hukumnya dan setiap bid’ah itu adalah kesesatan”, sehingga ia tidak termasuk bagian dari agama ini, sebab agama ini seluruhnya merupakan petunjuk. Oleh karena itu maka apabila telah terbukti bahwa suatu hal tertentu hukumnya bid’ah, maka berlakulah dua dasar hukum itu (setiap bid’ah sesat dan setiap kesesatan bukan dari agama), sehingga kesimpulannya adalah tertolak.”. [Fathul Baariy, (13/254)
        Asy Syatibhi mengatakan, “Para ulama memaknai hadits di atas sesuai dengan keumumannya, tidak boleh dibuat pengecualian sama sekali. Oleh karena itu, tidak ada dalam hadits tersebut yang menunjukkan ada bid’ah yang baik.” (Dinukil dari Ilmu Ushul Bida’, hal. 91, Darul Ar Royah)

        Inilah pula yang dipahami oleh para sahabat generasi terbaik umat ini. Mereka menganggap bahwa setiap bid’ah itu sesat walaupun sebagian orang menganggapnya baik. Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata,
        كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ ، وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
        “Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun manusia menganggapnya baik.” (Lihat Al Ibanah Al Kubro li Ibni Baththoh, 1/219, Asy Syamilah)

        Imam Mâlik bin Anas radhiallahu’anhu mengatakan:

        “Barangsiapa yang mengadakan suatu bid’ah dalam Islam yang ia pandang hal itu baik (bid’ah hasanah), maka sungguh dia telah menuduh Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam mengkhianati risalah agama ini. Karena sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman: “Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu…” (Qs al-Mâ`idah/5:3) Maka, sesuatu yang pada hari itu (pada masa beliau masih hidup) bukanlah ajaran agama, maka hari ini pun sesuatu itu bukanlah ajaran agama.”

        Ada sebagian orang yang memahami kata kullu dalam “kullu bid’atin dhalâlah” itu sebagian bid’ah, tetapi ketika mereka mengartikan “kullu dhalâlatin finnâr” tidak diartikan sebagian kesesatan tempatnya di Neraka, tetapi semua kesesatan tempatnya di Neraka. Inilah cara berfikir mereka yang kontradiksi.

        Imam Abu Muhammad al-Hasan bin ‘Ali bin Khalaf al-Barbahâri rahimahullah (beliau adalah Imam Ahlus Sunnah wal Jamâ’ah pada zamannya, wafat th. 329 H) berkata:

        “Jauhilah setiap perkara bid’ah sekecil apa pun, karena bid’ah yang kecil lambat laun akan menjadi besar. Demikian pula kebid’ahan yang terjadi pada umat ini berasal dari perkara kecil dan remeh yang mirip kebenaran sehingga banyak orang terpedaya dan terkecoh, lalu mengikat hati mereka sehingga susah untuk keluar dari jeratannya dan akhirnya mendarah daging lalu diyakini sebagai agama. Tanpa disadari, pelan-pelan mereka menyelisihi jalan lurus dan keluar dari Islam.”

        Imam Sufyân ats-Tsauri rahimahullah (wafat th. 161 H) berkata,

        “Perbuatan bid’ah lebih dicintai oleh Iblis daripada kemaksiatan. Pelaku kemaksiatan masih mungkin ia untuk bertaubat dari kemaksiatannya sedangkan pelaku kebid’ahan sulit untuk bertaubat dari kebid’ahannya.”

        Perkataan anda bahwa Syaikh Ustaimin tidak konsisten, maka ini menunjukkan ketidak fahaman anda (orang yang membantah beliau) dalam masalah ushul fiqh. bukankah bagi yang mempelajari ushul fiqh akan tahu bahwa ada kaidah asal perkara ibadah adalah haram sampai ada dalil yang memerintahkannya dan asal muamalah adalah boleh sampai ada dalil yang melarangnya.

        maka bid’ah dlm urusan dunia tidak masuk dalam pembahasan bid’ah yang dimaksud. bid’ah dlm urusan dunia termasuk dalam kaidah ke-2 yaitu asal muamalat boleh sampai ada dalil yang melarangnya..

        Anda katakan membagi bid’ah menjadi 2 yaitu Bid’ah dalam urusan dunia dan kedua ,bid’ah dalam urusan agama adalah bentuk ketidak konsistenan, maka saya katakan justru ini lah yang menunjukkan konsisten !!
        dalam pembahasan bid’ah, yang dimaksud dalam pembahasan bid’ah dalam fiqh adalah perbuatan dalam lingkup ibadah. sedangkan bid’ah dalam urusan dunia tidak masuk dalam pembahasan ini. setiap ulama yang membahas bid’ah, maka yang mereka bahas adalah bid’ah dlm hal ibadah. dan ini bid’ah yang terlarang. Syaikh Ustaimin tidak pernah melenceng dari pembahasan bid’ah, yang beliau maksud semua bid’ah adalah sesat adalah semua bid’ah dalam urusan agama.
        Hal ini seperti dalam hadits :
        abi Shallallahu ‘Alahi wa Sallam bersabda: “Barang siapa yang membuat hal yang baru dalam urusan agama kami ini sesuatu yang tidak ada didalamnya, maka ia tertolak.” (Bukhari Muslim)

        PERHATIKAN BAIK-BAIK HADITS DIATAS …!
        hadits diatas menegaskan bahwa bid’ah yang dimaksud adalah dalam urusan agama. dan sesuatu yang tidaka ada didalam nya maka itu adalah bid’ah dan tertolak !!

        Imam malik berkata: “Barang siapa yang membuat bid’ah dalam islam dan melihatnya sebagai suatu kebaikan, maka Sesungguhnya dia telah menuduh bahwa Nabi Muhammad rtelah berkhianat, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman Dalam Al-qur’an , “pada hari ini telah aku sempurnakan bagimu agamu.” Maka apa yang pada hari itu tidak termasuk sebagai agama maka pada hari inipun bukan termasuk Agama.”( Asy-syatibi dalam Al-I’tisam)

        lihat pula pengertian bid’ah menurut Al Imam Asy Syatibi dalam Al I’tishom. Beliau mengatakan bahwa bid’ah adalah:

        عِبَارَةٌ عَنْ طَرِيْقَةٍ فِي الدِّيْنِ مُخْتَرَعَةٍ تُضَاهِي الشَّرْعِيَّةَ يُقْصَدُ بِالسُّلُوْكِ عَلَيْهَا المُبَالَغَةُ فِي التَّعَبُدِ للهِ سُبْحَانَهُ

        Suatu istilah untuk suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) yang menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika menempuhnya adalah untuk berlebih-lebihan dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.
        PERHATIKAN KATA-KATA YANG TERCETAK TEBAL.. ! ADAKAH PENGERTIAN BID’AH ADALAH URUSAN DUNIA ??

        Mereka yang ingin melegalkan bid’ah ketika terpojok, biasanya berdalih : lo… bukankah komputer itu bid’ah, bukankah pengeras suara itu bid’ah dsb…dsb…
        LIHAT SIAPA YANG TIDAK KONSISTEN…?! ketika diskusi tentang bid’ah (misal mendiskusikan selamatan kematian, maulud dsb..), maka jika terpojok biasanya memakai jurus tsb, mengalihkan ke permasalahan dunia.. !!

        Wal hasil mereka yang membela bid’ah mati-matian perlu kita curigai, ada apa dengannya, apa tujuan ia membela bid;ah hasanah ???!!
        TIDAK LAIN ADALAH UNTUK MENGHALALKAN PRAKTEK BID’AH MEREKA. padahal Imam Syafii saja yang menyebutkan bid’ah hasanan tidak bermaksud demikian, yang beliau maksud adalah masalihul mursalah, tidak bermaksud menghalalkan praktek bid’ah yang sangat subur saat ini, bahkan beliau terkenal sebagai pembela sunnah dan penentang bid’ah.

        KENAPA SIH CAPEK-CAPEK MEMBELA AMALAN YANG JELAS-JELAS TIDAK DICONTOHKAN..? PADAHAL JIKA MEREKA BENAR INGIN MENIRU NABI, INGIN MELAKSANAKAN SUNNAH DENGAN BENAR, KATAKANLAH : BEGITU BANYAK SUNNAH YANG JIKA KAU LAKSANAKAN SEMUA NISCAYA ENGKAU TIDAK AKAN SEMPAT MELAKSANAKAN BID’AH, NISCAYA ENGKAU TIDAK SEMPAT BERKREASI DLM IBADAH KARENA AMALAN YANG NYATA-NYATA SUNNAH BEGITU BANYAK JUMLAHNYA…
        yang jelas-jelas sunnah saja masih banyak yang tidak dilaksanakan kok masih mencari amalan lain yang belum tentu sunnahnya..?!!

        BAGI ANDA YANG MEMBAGI BID’AH MENJADI HASANAH DAN SAYIAH, KENAPA AKHIRNYA SEMUA BID’AH ENGKAU MASUKKAN KEDALAM BID’AH HASANAH, LANTAS APA CONTOH AMALAN BID’AH YANG MASUK KE BID’AH SAYIAH, DAN APA ALASANNYA ?

        Beberapa subhat yang mas abdullah bawakan :
        1. berdalil dg hadits umar.
        JAWABNNYA :
        Jawaban atas syubhat ini:

        1. Anggaplah kita terima dalalah (pendalilan) ucapan beliau seperti yang mereka maukan – bahwa bid’ah itu ada yang baik, namun sesungguhnya, kita kaum muslimin mempunyai satu pedoman; kita tidak boleh mempertentangkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pendapat siapapun juga (selain beliau). Tidak dibenarkan kita membenturkan sabda beliau dengan ucapan Abu Bakar, meskipun dia adalah orang terbaik di umat ini sesudah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam atau dengan perkataan ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu ataupun yang lainnya.

        Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

        “(Kami mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pemberi berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya para Rasul itu.” (An-Nisa`: 165)

        Sehingga tidak tersisa lagi bagi manusia satu alasan pun untuk membantah Allah dengan telah diutusnya para rasul ini. Merekalah yang telah menjelaskan urusan agama mereka serta apa yang diridhai oleh Allah. Merekalah hujjah Allah terhadap kita manusia, bukan selain mereka.

        “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1)

        Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah (secara ringkas) mengatakan: “Ayat ini mengajarkan kepada kita bagaimana beradab terhadap Allah dan Rasul-Nya, hendaknya kita berjalan (berbuat dan beramal) mengikuti perintah Allah dan Sunnah Rasul-Nya, jangan mendahului Allah dan Rasul-Nya dalam segenap urusan. Dan inilah tanda-tanda kebahagiaan dunia dan akhirat.”

        Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan: “Hampir-hampir kalian ditimpa hujan batu dari langit. Aku katakan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda demikian…demikian, (tapi) kalian mengatakan: Kata Abu Bakr dan ‘Umar begini…begini….”

        ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz rahimahullah mengatakan: “Tidak ada (hak) berpendapat bagi siapapun dengan (adanya) sunnah yang telah ditetapkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

        Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah mengatakan: “Kaum muslimin telah sepakat bahwa barangsiapa yang telah jelas baginya sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak halal baginya untuk meninggalkan sunnah itu karena pendapat (pemikiran) seseorang.”

        Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah mengatakan: “Barangsiapa yang menolak hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berarti dia (sedang) berada di tepi jurang kehancuran.”

        2. Bahwa ‘Umar radhiyallahu ‘anhu mengatakan kalimat ini tatkala beliau mengumpulkan kaum muslimin untuk shalat tarawih berjamaah. Padahal shalat tarawih berjamaah ini bukanlah suatu bid’ah. Bahkan perbuatan tersebut termasuk sunnah dengan dalil yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam shalat di masjid, kemudian orang-orang mengikuti beliau. Kemudian keesokan harinya jumlah mereka semakin banyak. Setelah itu malam berikutnya (ketiga atau keempat) mereka berkumpul (menunggu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Namun beliau tidak keluar. Pada pagi harinya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

        “Saya telah melihat apa yang kalian lakukan. Dan tidak ada yang menghalangiku untuk keluar (shalat bersama kalian) kecuali kekhawatiran (kalau-kalau) nanti (shalat ini) diwajibkan atas kalian.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 1129)

        Secara tegas beliau menyatakan di sini alasan mengapa beliau meninggalkan shalat tarawih berjamaah. Maka tatkala ‘Umar radhiyallahu ‘anhu melihat alasan ini (kekhawatiran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam) sudah tidak ada lagi, beliau menghidupkan kembali shalat tarawih berjamaah ini. Dengan demikian, jelaslah bahwa tindakan khalifah ‘Umar radhiyallahu ‘anhu ini mempunyai landasan yang kuat yaitu perbuatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri.

        Jadi jelas bahwa bid’ah yang dimaksudkan oleh ‘Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu adalah bid’ah dalam pengertian secara bahasa, bukan menurut istilah syariat. Dan jelas pula tidak mungkin ‘Umar berani melanggar atau menentang sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah menyatakan bahwa: “Semua bid’ah itu sesat.”
        2. ABDULLAH BERDALIL DG HADITS MAN SANNA SUNNATAN HASANATAN…
        jawabannya :
        Hadits diatas menunjukkan bahwa sunnah (jalan) itu ada dua : sunnah /jalan yang terpuji dan sunnah/jalan yang tercela.
        MAKA INI ADALAH DALIL PEMBAGIAN SUNNAH, BUKAN DALIL PEMBAGIAN BID’AH… Baca teks hadits nya mas yang jelas…!

        Pertama: Sesungguhnya makna dari (barangsiapa yang membuat satu sunnah) adalah menetapkan suatu amalan yang sifatnya tanfidz (pelaksanaan), bukan amalan tasyri’ (penetapan hukum). Maka yang dimaksud dalam hadits ini adalah amalan yang ada tuntunannya dalam Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Makna ini ditunjukkan pula oleh sebab keluarnya hadits tersebut, yaitu sedekah yang disyariatkan.

        Kedua: Rasul yang mengatakan:

        “Barangsiapa yang membuat satu sunnah (cara atau jalan) yang baik di dalam Islam.”

        Adalah juga yang mengatakan:

        “Semua bid’ah itu adalah sesat.”

        Dan tidak mungkin muncul dari Ash-Shadiqul Mashduq (Rasul yang benar dan dibenarkan) Shallallahu ‘alaihi wa sallam suatu perkataan yang mendustakan ucapannya yang lain. Tidak mungkin pula perkataan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam saling bertentangan.

        Dengan alasan ini, maka tidak boleh kita mengambil satu hadits dan mempertentangkannya dengan hadits yang lain. Karena sesungguhnya ini adalah seperti perbuatan orang yang beriman kepada sebagian Al-Kitab tetapi kafir kepada sebagian yang lain.

        Ketiga: Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan (barangsiapa membuat sunnah) bukan mengatakan (barangsiapa yang membuat bid’ah). Juga mengatakan (dalam Islam). Sedangkan bid’ah bukan dari ajaran Islam. Beliau juga mengatakan (yang baik). Dan perbuatan bid’ah itu bukanlah sesuatu yang hasanah (baik).

        Tidak ada persamaan antara As Sunnah dan bid’ah, karena sunnah itu adalah jalan yang diikuti, sedangkan bid’ah adalah perkara baru yang diada-adakan di dalam agama.

        Keempat: Tidak satupun kita dapatkan keterangan yang dinukil dari salafus shalih menyatakan bahwa mereka menafsirkan Sunnah Hasanah itu sebagai bid’ah yang dibuat-buat sendiri oleh manusia.
        3. mas abdullah mengingkari bahwa setiap bid’ah adalah sesat.
        Ada sebagian orang yang memahami kata kullu dalam “kullu bid’atin dhalâlah” itu sebagian bid’ah, tetapi ketika mereka mengartikan “kullu dhalâlatin finnâr” tidak diartikan sebagian kesesatan tempatnya di Neraka, tetapi semua kesesatan tempatnya di Neraka. Inilah cara berfikir mereka yang kontradiksi.

        Walhasil, mereka yg gigih memperjuangkan “bid’ah hasanah” kebanyakan bukanlah orang-orang yang komitmen dengan sunnah. mereka lebih suka mengamalkan ritual bid’ah yang belum jelas dasarnya ketimbang mengamalkan sunnah yg sudah jelas sunnahnya. Tampak sebagian besar mereka meninggalkan sunnah seperti memelihara jenggot, tidak isbal dll perkara sunnah yang ini saja mereka belum becus melakukannya, masih menginginkan amal lain yg tidak jelas.

        Yang mereka inginkan hanyalah menuruti hawa nafsu, membela amal yang sudah kadung mereka sukai, mereka bela habis2an bukan karena memang sunnah tapi karena sudah kadung senang dan terbiasa. maka apakah agama didasarkan pada kebiasaan dan perasaan ?

        JIKA MEREKA MAU JUJUR, JIKA BENAR-BENAR INGIN MENJADI AHLUSSUNNAH, JIKA BENAR-BENAR INGIN MENGAMALKAN SUNNAH, LIHAT, BEGITU BANYAK AMALAN SUNNAH YANG JELAS2 ADA DALILNYA YANG SHOHIH, RATUSAN AMALAN SUNNAH JIKA ENGKAU MAU !! NISCAYA ENGKAU TIDAK AKAN SANGGUP MELAKSANAKAN SEMUA SUNNAH TSB, NAMUN KENAPA ENGKAU MERASA KURANG, BAHKAN ENGGAN DAN MEMILIH AMALAN LAIN YG TIDAK ADA DASARNYA .. ?!!!

        Demikianlah, perbedaan ahlussunnah dan ahlul bidah wal hawa’
        ahlussunnah mencari dalil dulu baru beramal, sedangkan ahlul bid’ah beramal dulu baru cari-cari dalil.

  36. mencari kebenaran Says:

    Assalamu alaikum ya..ustadz..aku masih bingung bagaimana hukumnya berteman dengan jin muslim, ..apakah haram..soalnya.ada yang bilang boleh saja tetapi ada juga yang bilang itu tidak boleh atau haram..aku jd bingung ustadz mohon pencerahannya karena ada saudaraku yang mempunyai teman dari bangsa jin…terima kasih sebelumnya wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

  37. mencari kebenaran Says:

    alhamdulillah makasih ustadz atas jawabannya semoga dapat bermanfaat bagi saya dan kita semua..amin ya robbal alamin.wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh….

  38. Abdullah Says:

    jujur..da’wah anda bagus…saya suka itu…… tapi yang harus di perhatikan adalah cara penyampaiannya..saya tahu persis maksud dan tujuan anda….delete aja mas..koment2ku..yang kurang berkenan di hati….ku cukupkan sampai di sini dialogku dengan anda…berjuang terus pantang mundur mohon maaf bila ada kata-kata yang salah ..wassalam…

  39. jun Says:

    Ass wr wb. Menurut pendapat aku,penyebaran islam dilakukan dengan berbagai macam cara ,pada jaman dahulu atau sekarang, itu di tunjukan untuk orang2 awam, diantaranya dg hiburan wayang atau pengobatan dll,supaya menimbulkan ketertarikan, saya bayangkan bagai mana jadinya bila seorang wali ALLOH pada jaman dulu seperti anda, adapun sesuatu yang luar biasa yang dipunyai seorang kyai itu memang pantas untuk mendukung dakwahnya, klo seorang kyai hanya bisa berkata-kata saja mungkin orang2 awam tidak akan tertarik,selama tujuan untuk dakwah saya kira syah2 saja. Ws wr wb

  40. Abdullah Says:

    oh..ya..lupa…sekedar pemberitahuan ..aja..Tenaga Dalam itu ada DALIL / Landasannya bukan saja hadist tapi ada di Dalam Al Qur’an…he..he…bingung ya…kalo anda..mau tahu..ya..belajar aja…tuh..AL QUR’AN…lengkap..pedoman hidup dunia wal akherat…akhir kalam Subhanaka Allohumma Wabihamdika Ash-hadu An La Ilaaha illa anta astagfiruka wa atuubu ilaika wassalamu alaikum waraohmatullahi wabarokatuh..

  41. sahril Says:

    Ni saya ambil dari:
    http://www.paranormal.or.id/viewtopic.php?topic=35&forum=4&start=20
    Mohon komentarnya….

    Salam,

    Perintah Allah yang paling utama dan paling banyak dalam Al-Qur’an, adalah ya Tafakarun. Berfikirlah.

    Perintah terbanyak yang kedua, adalah ikhtiar. Berusaha.

    Apa yang menjadi sunnah rosul bukanlah harga mati. Rosul tidak mencontoh kita naik mobil, bukan berarti kita tidak boleh naik mobil. Rosul tidak mencontohkan kita menggunakan handphone, bukan berarti kita tidak boleh menggunakan handphone.

    Islam adalah konsep murni dari rahmatan lil ‘alamin. Yang sangat luar biasa fleksibelnya, dan dapat berkembang terus seiring perkembangan jaman, tidak akan pernah basi, walau sampai akhir jamanpun.

    Siapa bilang rosul tidak “kebal” ingat ketika rosul ditempelkan pedang oleh musuhnya dan musuhnya bertanya, “siapa lagi yang mau menolong kamu?” Kemudian rosul berdoa, dan akhirnya pedang itu jatuh, ketika rosul menjawat, “Allah yang akan menolong saya.”

    Do’a rosul ketika itu sekarang ini telah menjadi ilmu hikmah untuk keselamatan. Ehem.. biasa juga disebut ilmu kebal.

    Dulu pasukan Islam, adalah pasukan pertama dijazirah Arab yang memperkenalkan baju besi, agar terhindar dari serangan senjata tajam atau panah. Jadi sejak jaman rosul, sudah ada usaha manusia untuk bisa kebal.

    Rosul juga banyak mengajarkan kita ilmu2 hikmah, seperti pengobatan, pengusir jin, dsb. Sayangnya Rosul sudah meninggal ketika explorasi Islam sedang berlangsung, tetapi ingatlah amanah dari Allah tersebut, berfikir dan berusaha.

    Sepeninggal Rosul, ilmu Islam jauh berkembang luar biasa. Hampir diseantero dunia mana tidak ada Islam? Para pemikir Islam mengembangkan Islam dengan berbagai pendekatan dan metode. Kita mengenal banyak mahzab umpamanya. Al-Qur’an juga ditafsirkan secara luar biasa, banyak buku, sampai menghabiskan miliaran halamanan untuk mengupas Al-Qur’an, tetapi tetap saja ada buku setiap harinya yang terbit, dengan kupasa baru.

    Memperoleh keselamatan adalah ikhtiar kita. Lewat do’a, usaha, belajar silat, tenaga dalam, atau apapun… seperti kata Allah, Aku menyukai hambaKu yang kuat2. Artinya disini adalah manusia dituntut untuk kuat dalam berbagai hal, iman dan takwanya, termasuk fisik dan bathinnya.

    Sekali lagi naif, kalau kita berpandangan, ini itu tidak dicontohkan rosul.. kalau begitu mungkin saat ini kita hanya pakai kuda dan onta, pakai baju gamis.. jadilah pantas kalau ada orang beranggapan, Islam ini sebagai bangsa yang terbelakang, yang padahal tidak demikian. Rosul selalu mencontohkan perkembangan jaman.

    Ada cerita, ketika itu Rosul dilaporkan, kalau ada orang yang merubah kehendak Allah, dengan merubah jadwal panen yang tadinya 1x setahun hingga akhirnya bisa panen dalam 3x dalam setahun.

    Ketika itu rosul menegur “insiyur” tersebut, dan insinyur tersebut menjelaskan, Ya Rosul, kalau kita tidak intensifikasi produk ini, maka penduduk akan kelaparan, karena hanya lahan inilah yang bisa ditumbuhi, akhirnya rosul mengijinkan, bahkan meninggalkan hadistnya, setiap usaha akal manusia untuk memuliakan (mensejahterakan) golongannya maka keridhoan Allah akan tercurah untuknya.

    Ilmu hikmah, jaman wali songo dulu ditanah jawa, adalah jualan laku agar orang mau masuk Islam. Ketika itu ajaran perdukunan dan atraksinya begitu meluas, sehingga para wali tersebut perlu mencari cara agar Islam mempunyani “nilai jual” yang sangat pantas.

    Ajaran sinkritisme, penggabungan budaya lokal dengan ajaran Islam juga tumbuh subur. Tetapi karena kebijaksanaan para wali tersebutlah ada Islam ditanah jawa, dan kita wajib menghormati jasa mereka.

    Istilahnya, tanpa ada mereka, tidak ada Islam ditanah jawa. Mungkin sekarang kita masih semedi digoa2, hehehe..

    Cara Rosul, Awliya, ‘Alim ulama, patut kita contoh. Dan kita jadikan teladan. Seperti sering saya tanyakan.. sudah berapa banyak orang Islam yang anda Islamkan? Dan berapa banyak sudah Mu’alaf yang anda Islamkan?

    Saya Alhamdulillah, dengan media ini, situs ini, setiap minggu rata2 mengislamkan 1 mualaf. Dan dari mereka saya harapkan keluar anak2 Islam lagi, Semoga Allah memudahkan saya terus dengan hal ini. Amiin.

    Jadi yang patutnya kita tonjolkan adalah, sebagai sesama muslim, janganlah mempertentangkan sesama muslim itu sendiri, apalagi diforum terbuka seperti ini, tetapi jadikanlah kita contoh rohman rohim. Contoh kebaikan dan kasih sayang, yang bisa menolong sesama, menyampaikan pandangan yang menenangkan, bisa tegas dalam melihat suatu masalah, tanpa perlu melihat latar belakang orang tersebut.

    Sudah saya sediakan Forum Wacana Islam untuk kita sesama muslim berdiskusi membicarakan perspektif kita dalam Islam, tanpa perlu mempermalukan diri kita antar sesama muslim di Wild Life ini.

    Semoga bermanfaat.

    • ibnu fauzy Says:

      1. Perintah Allah yang pertama dan utama adalah mentauhidkan Allah. dan larangan pertama dan utama adalah syirik.
      silahkan baca Al-Qur’an dari awal sampai akhir, niscaya engkau akan dapatkan perintah pertama ada pada ayat :”Hai manusia, sembahlah Rabb-mu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa. (QS. Al-Baqoroh (2): 21).
      Ketika Alloh menyebutkan 10 kewajiban manusia, kewajiban pertama yang Alloh sebutkan adalah kewajiban beribadah hanya kepadaNya dan larangan syirik, ini adalah makna kalimat Laa ilaaha illa Alloh. Yaitu firman Alloh:

      (1) Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. (2) Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, (3) karib-kerabat, (4) anak-anak yatim, (5) orang-orang miskin, (6) tetangga yang dekat dan (7) tetangga yang jauh, (8) teman sejawat, (9) ibnu sabil dan (10) hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (QS. An-Nisa’ (4):36)

      ketika Allah menyebutkan 10 larangan, Dia memulai dengan larangan syirik, dan ini merupakan kandungan kalimat Laa ilaaha illa Alloh. Dia berfirman:
      Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Rabbmu, yaitu:
      (1) Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, (2) berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, (3)… QS. Al-An’am (6):151-153)
      Bukankah tugas pokok dan utama kita adalah beribadah (mentauhidkan Allah) ?
      “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka (hanyalah) menyembah–Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56).
      “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Toghut (sesembahan selain Allah) itu.” (QS. An Nahl: 36)
      hadits :
      1. “Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersyahadat (bersaksi) Laa ilaaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka telah melakukannya, mereka telah menjaga darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan mereka atas tanggungan Allah.” (HSR. Bukhari, no: 25; dan lain-lain, dari Ibnu Umar)
      2. urutan dakwah yg diajarkan nabi : “Sesungguhnya engkau akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka jika engkau telah mendatangi mereka, ajaklah mereka untuk bersyahadat Laa ilaaha illa Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh. Jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan lima kali shalat sehari semalam kepada mereka. Jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah telah mewajibkan shodaqoh (zakat) kepada mereka. Zakat itu diambil dari orang-orang kaya mereka dan diberikan kepada orang-orang miskin mereka. Jika mereka telah mentaatimu tentang hal itu, maka janganlah (engkau ambil) harta-harta mereka yang berharga (untuk zakat) dan jagalah dirimu dari doa orang yang terzholimi, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara dia dengan Alloh”. [HR.Bukhari no:1496, 4347; Muslim no:(29)(30)]
      3. Islam dibangun di atas lima (tiang): syahadat Laa ilaaha illa Alloh dan syahadat Muhammad Rosululloh; menegakkan sholat; membayar zakat; haji; dan puasa Romadhon. (Hadits Shohih Riwayat Bukhori, no: 8; Muslim, no: 16; dll)

      2.. yang dimaksud bid’ah yg tercela adalah dalam urusan agama. karena agama telah sempurna, tidak butuh penambahan dan pengurangan. pembuat bid’ah seolah-olah dia membuat syariat tandingan.
      Lalu bagaimana cara kita mengenali bid’ah?

      Adapun cara untuk mengenali sesuatu sebagai bid’ah diantaranya adalah sebagai berikut:
      1. Setiap yang menentang Sunnah, baik perkataan, perbuatan atau akidah, meskipun datang dari ijtihad seseorang itu masuk dalam bid’ah. Contohnya tentang firqah-firqah yang ada sekarang ini.

      2. Setiap urusan atau amal yang mendekatkan diri kepada Allah – padahal Nabi shallallahu alaihi wasallam telah melarangnya – seperti puasa sepanjang zaman, puasa itu sunnah, tapi sepanjang zaman telah dilarang oleh Rasulullah.

      3. Setiap urusan atau amal yang tidak mungkin disyariatkan kecuali dengan nash atau tauqid. Pdahal tidak ada nash, kecuali yang datang dari sahabat dan dilakukan berulang-ulang di hadapan sahabat yang lain dan tidak diingkari. Maka bisa terjadi ijma sahabat.

      4. Adat-adat kebiasaan kuffar yang masuk ke dalam kaum Muslimin dan dijadikan ibadah. Tidak syak lagi Maulid Nabi termasuk dalam hal ini. Diantara kebiasaan kuffar adalah memperingati natal.

      5. Melampaui batas dalam ibadah. Allah tabaraka wata’ala telah melarang melampaui batas. Ahli Kitab (Nashara) telah melampaui batas sehingga mereka jadikan Isa ibnu Marya Tuhan atau anak Tuhan. Mahasuci Allah dari apa yang mereka katakan. Contoh lain jamaah haji, melontar jumrah dengan batu-batu besar, bahkan dengan sendal dan payung. Padahal Nabi telah memerintahkan dengan batu kerikil sebesar biji kurma. Ini telah termasuk dalam al-ghuluw, berlebihan dalam ibadah. Melampaui batas yang telah ditentukan oleh syara’ termasuk ghuluw.

      6. Apa yang dikatakan disukai oleh sebagian ulama, padahal tidak ada dalil.

      7. Setiap ibadah yang tidak datang kaifiyahnya (bagaimana cara melakukannya) kecuali dari hadits-hadits dha’if atau maudhu.

      8. Setiap ibadah yang dimutlakkan oleh Pembuat Syariat – Allah Subhanahu wa Ta’ala – dan manusia telah mengikatnya dengan sebagian ikatan, seperti tempat, waktu, sifat dan bilangan. Seperti yang telah dicontohkan, kalimat laa ilaaha illallah. Syari’ (Pemubat syariat, Allah Tabaraka wa Ta’ala) telah memutlakkannya, tentang sifat, tentang bilangannya, tempatnya, tentang waktunya tidak ditentukan. Kemudian oleh manusia ditentukan bilangannya, waktunya ditentukan, tempatnya ditentukan, dan lain sebagainya. Penentuan-penentuan inilah yang bid’ah. Ulama bukan tidak mengakatan kalimat laa ilaaha illallah haram, tetapi cara mengucapkan laa ilaaha illallah pada tempat yang telah diatur oleh mereka, bilangan yang ditentukan, waktu yang telah ditentukan, sifat yang telah ditentukan, maka hal-hal itulah yang disebut bid’ah. Contoh lain, yasinan setiap malam Jumat. Bukan membaca surat yasin itu yang haram, tetapi ketentuan dan i’tiqad (keyakinan) mereka bahwa membaca surat Yasin pada malam Jumat itu ada tambahan keutamaan, lebih utama dari malam yang lainnya. Hal ini lah yang salah.

      Selebihnya untuk mengetahui mana yang masuk bid’ah mana yang bukan bid’ah tidak bisa diputuskan oleh masyarakat awam bahkan para penuntut ilmu belum tentu sanggup menentukannya kecuali ada kaidah-kaidah dari para ulama dan mendapatkan penjelasan dari para ulama.

      Oleh karena itu dalam bid’ah, ada dua kelompok manusia di tengah-tengah kaum Muslimin:

      1) Kelompok yang terbesar yang mengerjakan bid’ah.

      2) Kelompok yang mengatakan perbuatan sunnah menjadi bid’ah karena kebodohan mereka terhadap bid’ah, sehingga mereka melampaui batas, segala sesuatu pun dikatakan bid’ah. Hal ini disebabkan karena mereka tidak memiliki ilmu tentang permasalahan tersebut.

      3. Islam fleksibel, maksudnya apa, jika maksudnya islam sesuai sepanjang masa dan setiap tempat maka itu benar. tp jika maksudnya Islam bisa ditarik kesana kemari sesuai selera dan hawa nafsu maka ini tidak boleh.

      4. Nabi pernah luka dan tanggal giginya. apakah ini kebal ?
      5. kalau meniru apa yang diajarkan nabi seperti mengusir jin dg ruqyah maka itu sunnah, tapi yg jadi masalah jika caranya tidak mengikuti contoh nabi salallahu ‘alaihi wassalam
      6. Banyaknya kitab ulama itu menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan Hadits sangat banyak faidah untuk digali. bukan untuk membuat ajaran yang menyelisihi syara’.
      7. hadits insinyur tsb. teksnya bagaimana ? yang saya tahu maknanya : kalian lebih tahu urusan dunia kalian.. justru ini menunjukkan bahwa dalam masalah dunia diserahkan kpd kita, namun dalam masalah agama maka serahkan kpd nabi. wallahu a’lam
      8. kita menghormati jasa para da’i yg menyebarkan agama di indonesia ini dan juga tetap meluruskan apa yg perlu diluruskan. namun kita tidak boleh mengatakan bahwa jika tidak ada mereka, maka tidak ada Islam di indonesia, ini sama saja mendahului Allah Ta’ala.
      9. saling menasihati dalam kabaikan dan taqwa adalah diperintahkan dan itu bukti kasih sayang kita kpd sesama muslim. jika kita melihat saudara kita berbuat salah kita akan membiarkannya atau menasihati?
      WALLAHU A’LAM..

  42. Temannya Abdullah Says:

    Rasanya sakit kalo aku mendengar tenaga dalam itu sesat..masa sih sesat…jangan-jangan yang bilang sesat dia yang tersesat he.he..he.Dalam agama islam itu..kalo menuduh harusnya punya bukti yang akurat dong…jangan asal main klaim aja..ntar.. lu yang kena deh.. getahnya…membongkar hakekat tenaga dalam…he.he..he..apanya yang mau di bongkar mas.. emangnya anda tahu hakekat tenaga dalam? …mau berbicara tentang yang nggak nampak ya?…kayak tenaga dalam?he…he..seru nih…mau ikutan ah…yang mas tulis di atas itu…bukan hakekat tenaga dalam…tapi membongkar kebingungan anda tentang tenaga dalam..so…anda baru belajar TD seumur jagung…kata anda kan…”kalau saya sendiri mengambil jalan yang mudah yaitu tidak berani belajar tenaga dalam, karena takut. jika memang TD itu boleh, saya tidak dosa jika tidak belajar TD, namun jika ternyata TD itu haram, maka saya telah selamat”
    he.he..dari pernyataan anda ini..kelihatannya anda bingung ya…tentang hukum mempelajari TD makanya… .IQRO mas..bukan asal IQRO..(bingung ya…waduh aku lebih bingung lihatnya..hukum TD aja..anda masih bingung trus mau bahas TD and langsung klaim TD sesat…ehemmm.. suatu pernyataan yang luar biasa..bukan kah pernyataan anda bertolak belakang..tidak sinkron..nggak nyambung…cape…deh…)wow…inilah inti tenaga dalam membongkar hakekat IBNU FAUZY dengan segala ke dho’ifannya…di satu sisi bilangnya A di sisi lain Bilang B.pernyataan kok di bolak balik nggak keren…bicara hukum itu harus jelas…jangan plin plan dong…lu..jual…gue borong..he..he..guyon..jangan masukin di hati ya..mas nanti panas..kalo panas..nanti kayak api..kalo kayak api nanti kayak jin kalo kayak jin…bisa di kemasukin jin.. kesurupan deh…solusinya ya..di ruqyah biar keluar jinnya..peace…

    • ibnu fauzy Says:

      biar ga bingung silahkan baca http://ibnuabbaskendari.wordpress.com/2010/06/18/ilmu-tenaga-dalam-dalam-perspektif-islam/ yang menjadikan saya tambah bingung adalah kenapa mas abdullah pake 2 nama segala, mengatakan temannya abdullah padahal satu orang, bukankah ini penipuan publik ? maaf ya heee..

      • Abdullah Says:

        he..he.he…yang menjadikan saya tambah bingung adalah kenapa mas abdullah pake 2 nama segala, mengatakan temannya abdullah padahal satu orang, bukankah ini penipuan publik ?he..he..he…anda kan yg duluan….kan aku pake nama abdullah udah katakan cukup sampai di sini dialogku dengan mas kok mas malah ladeni…hi..hi.hi..so..aku buat dengan nama temannya abdullah….lah yang nipu siapa…emangnya aku bodoh…setiap orang yang koment kan… alamat emailnya masuk ke blog anda…jelaslah anda tahu karna aku pake satu email 2 nama…he..he..he..kan aku jujur…yang nggak jujur kan anda…baca dong di atas..kotak box koment..bunyinya..Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked…he..he..anda yang melanggar aturan yang anda buat…kena..deh…maaf ya…brother…kalo diskusi..yang sehat dong…mis…you…

      • ibnu fauzy Says:

        kalau mau udahan kok koment terus atuh kang…
        saya sebagai tuan rumah ya sudah sepantasnya merespon koment yg masuk…
        aya-aya wae akang mah…

      • Abdullah Says:

        he..he..refrensinya bagus aku suka itu tapi….ehem…kurang akurat..hi..hi…buktinya referensi anda itu kurang valid…ok..kita buktikan…kutipan refrensi anda (‘kesaksian dari persaksian sebagian mantan praktisi tenaga dalam yang telah meninggalkan keilmuan tersebut dan kembali kepada sunnah menjelaskan bahwa dalam keilmuan tenaga dalam dan ilmu metafisika terdapat bermacam pokok kesesatan dan kesyirikan”) itu kan kata mantan praktisi tenaga dalam seperti anda juga kan…tidak bisa di jadikan patokan atau menetapkan suatu hukum agama tentang tenaga dalam…anda jadi bingng ya…kalo saya katakan tenaga dalam yang anda pelajari dan mantan praktisi TD yang anda jadika refrensi itu adalah ilmu hitam karena dengan ciri2 tersebut…mau jawab apa?.nggak bisa di jadikan landasan hukum bro…syukur lah anda dan praktisi TD yang mempelajari ilmu hitam telah kembali ke jalan yang lurus..makanya bro…kalo mau mempelajari sesuatu hendaknya kita tahu dulu apa yang kita pelajari..jangan main telan bulat-bulat nanti keselek…kunya dulu..baru telan kan…enak…maaf ya…sekali lagi maaf…

  43. Abdullah Says:

    1.kaidah ushul fiqh : “Asal ibadah itu haram sampai ada dalil yang memerintahkan, dan asal muamalah itu halal sampai ada dalil yang mengharamkan”lah..Seni beladiri Tenaga dalam kan masalah muamalah trus mana dalil yang mengharamkannya? Anda katakan TD haram trus..mengapa anda katakan juga ”kalau saya sendiri mengambil jalan yang mudah yaitu tidak berani belajar tenaga dalam, karena takut. jika memang TD itu boleh, saya tidak dosa jika tidak belajar TD, namun jika ternyata TD itu haram, maka saya telah selamat”ini membuktikan kalo anda agu-ragu tentang hukum Tenaga Dalam dan tidak tahu apakah hal itu haram atau halal,berarti kan syubhat mengapa anda katakan haram..kalo anda katakan syubhat sebaiknya di hindarkan ya..ok.lah kalo begitu…kan enak….kalo anda katakan haram…eit..eit…tunggu dulu gue punya dalil yang kuat..?
    2.Syarat diterima amal tidak cuma niat yang ikhlas tapi juga mutaba’ah (sesuai petunjuk nabi). Nabi bersabda “Man ‘amila amalan, laisa amruna fahuwa raddun” Barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada contohnya dari kami, maka amalan itu tertolak (HR. Muslim)
    he.he..he..emangnya anda tahu kalo amalanku nggak di contohin sama nabi…hati-hati dong kalo ngomong…dosa kalo anda main tebak-tebakan itukan mirip nujum…he..he..
    Saya akui fenomena kesyirikan bertebaran di zaman sekarang ini bukan lagi banyak tapi banyak sekali betapa banyak orang yang memberikan sesaji dsb, bukankah ini kesyirikan nyata..?ya..kalo udah jelas kesyirikan yang nyata ya..syirik ngapain di bela..Tapi jangan anda katakan semua tenaga dalam seperti itu?harus di klasifikasikan dong…jangan mentang-mentang anda di gigit satu semut lantas anda membantai semua semut dalam satu sarang…ngga adil tuh…

  44. Temannya Abdullah Says:

    Dalam fiqih Islam, masalah dibagi 2.Masalah ritual, dan masalah muamalah.
    Untuk masalah ritual, hukumnya jelas :
    semuanya haram (bid’ah), kecuali ada tuntunan dari Allah & RasulNya
    Untuk masalah muamalah, hukumnya juga jelas :
    semuanya mubah, kecuali ada tuntunan (keterangan lain) dari Allah & RasulNya.
    Masalah ritual hanya akan jatuh menjadi 3 kategori : wajib, sunnah, bid’ah.
    Masalah muamalah hanya akan jatuh menjadi 6 kategori : wajib, sunnah, halal, mubah, makruh, haram.
    Silat, beladiri, teknik tempur, senjata perang, tenaga dalam, dll, semuanya bukanlah perkara ritual.Itu perkara muamalah.Jadi berdasar hukum fiqih, dasarnya mubah.Kecuali, ada keterangan lain yang mengharamkannya?mana keterangan lain yang mengharamkan tenaga dalam…mana dalilnya yang menyebutkan Silat, seni beladiri tenaga dalam, teknik tempur, senjata perang, adalah haram di pelajari…?JANGAN HANYA KARENA NILAI SETITIK (merasa tau; merasa pandai; sedikit tau; tidak mau tau; tidak murni; tidak fokus; tidak brsungguh sungguh)….., RUSAK SUSU SEBELANGA !!!,
    …….. hanya….karena … tidak murni; tidak fokus; tidak sungguh-sungguh dan main klaim sesat…. menuruti hawa nafsu … saja ……… kebanyakan manusia akhirnya menderita di neraka.Anda menilai Tenaga Dalam hanya dari diri anda … menurut paham anda … menurut tau anda saja ….. sedangkan Allah SWT menilai MURNINYA TAQWA … MURNINYA TA’AT hanya dari segi ke taqwaan pada Allah,
    Apakah anda tidak berpikir …. apakah anda tidak pikirkan ….. renungkanlah … pahamilah Al Qur’an dengan benar ! …. pahamilah Al Qur’an secara benar !.
    Kebanyakan manusia karena kurangnya pengetahuan ……. mudah menuduh sesat kepada sesama muslim…….. bila baru tau … baru belajar … baru kenal … tampak luarnya saja … sesuai dengan selera anda.. sesuai dengan apa yang anda tau saja ……… lalu mengklaim sesat tanpa dasar,…Kosongkanlah diri anda dari berbagai pendapat yang tidak benar, ……. sucikan hati anda …… berpikirlah positif dan bersikaplah terbuka serta rendah hati ……… agar kita mudah menerima Hidayah Allah, …… iringilah dengan kesantunan dan kesabaran.Dimanapun anda berada, berbuatlah selalu yang baik, berbuat baiklah selalu ….. karena hadiah bagi orang yang berbuat baik …. adalah .. kebaikan;Berbuat baik adalah seperti …halnya orang… menguwap (ngantuk)……. menularkan kebaikan kepada sesamanya dan kepada alam semesta;Hadiah bagi orang yang melakukan kebaikan … adalah kebaikan.
    Kebaikan itu lama usianya …. bahkan melebih umur kita sendiri … begitupun dengan …. kejahilan-kejahatan-kebodohan kita. Janganlah anda menjadi orang yang tidak diharapkan keberadaan anda, …… dan …. jangan menjadi orang yang tidak bermanfa’at bagi sesama anda….. jangan mau untung sendiri (egois) ……. jangan bangga diri…. jangan puas diri …. jangan merasa diri lebih ….. jangan merasa diri paling benar.. tidak mau kalah tidak mau salah ……… janganlah sampai ada orang mengatakan “Berpisah dengan kita menimbulkan suka, bertemu dengan kita menimbulkan duka” ….. ingatlah …. kalau itu terjadi … berarti … manusianya sudah menyatu bersama iblis.iblis itu…sesat menyesatkan hi..hi..hi…oooo…seram….

  45. Ryan Says:

    Silahkan baca juga di sini:
    http://www.ryanmartian.com/?p=282
    tulisan dari Ustadz Muhammad Arifin Badri, M.A.
    S3 Universitas Islam Madinah (Lulus summa cumlaude)
    Pakar FIKIH dan EKONOMI Islam
    Pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia
    Penulis Buku RIBA dan TINJAUAN KRITIS SYARIAH

  46. Abdullah Says:

    warning keras buat ibnu fauzy….
    Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
    لَا يَسْتُرُ عَبْدٌ عَبْدًا فِي الدُّنْيَا إِلَّا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
    “Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.” (HR. Muslim no. 2590)
    Dari Abdullah bin Umar radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يُسْلِمُهُ مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ وَمَنْ فَرَّجَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً فَرَّجَ اللَّهُ عَنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
    “Seorang muslim dengan muslim yang lain adalah bersaudara, dia tidak boleh berbuat zhalim dan aniaya kepada saudaranya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa yanga membebaskan seorang muslim dari suatu kesulitan, maka Allah akan membebaskannya dari kesulitan pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat kelak.” (HR. Muslim no. 2850)
    Dari Ibnu Umar radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menaiki mimbar lalu menyeru dengan suara yang lantang:
    يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الْإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ لَا تُؤْذُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تُعَيِّرُوهُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ
    “Wahai sekalian orang yang hanya berislam dengan lisannya namun keimanan belum tertancap di dalam hatinya. Janganlah kalian menyakiti kaum muslimin, jangan pula kalian memperolok mereka, dan jangan pula kalian menelusuri.mencari-cari aib mereka. Karena barangsiapa yang mencari-cari aib saudaranya niscaya Allah akan mencari-cari aibnya, dan barang siapa yang aibnya dicari-cari oleh Allah niscaya Allah akan mempermalukan dia meskipun dia berada di dalam rumahnya sendiri.” (HR. Abu Daud no. 4236 dan At-Tirmizi no. 2032)
    mudah-mudahan anda dapat mengerti maksud yang tersirat dalam hadis tersebut..wassalam

  47. Pryo Adjie Says:

    Tenaga Metafisik Golongan Putih
    Yaitu sejenis tenaga Metafisik yg diberikan atau diturunkan langsung oleh Allah SWT tanpa prantaraan dan syarat2 tertentu. Tenaga Metafisik tersebut bila diturunkan kpda Nabiyullah disebut mukjizat, bila kpd wali atau penyebar agama Islam dsebut karomah dan bila kpd manusia biasa dsebut maunah, ada juga yang menyebut maunah sebagai ilmu laduni. Tenaga metafisik ini bisa ditrunkan kpd orang lain tetapi pertanggungjawabannya di akhirat sangatlah berat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al`Quran surat Shaad mengenai mu`jizat yang diberikan Allah SWT kpd Nabi Sulaiman AS yang artinya :
    “Lalu kami tundukan angin kencang untuk dia, angin mana saja dapat berhembus ke mana saja menurut kemauannya. Dan kami tundukkan pula untuk dia syetan-syetan, semuanya ahli bangunan dan penyelam. Dan syetan-syetan yang lain yang membangkang bersama-sama diikat dengan belenggu. Inilah tiga ni`mat utama yang Kami karuniakan kepadamu, boleh engkau berikan kepada orang lain atau engkau tahan untuk dinikmati sendiri tanpa pertanggungjawabannya.” (QS Shaad : 36-39)

    Jadi sudah jelas bahwa Tenaga Dalam & Tenaga Metafisik yang diturunkan Allah SWT dapat diturunkan kepada orang lain, tetapi pertanggungjawabannya di akhirat kelak sangat berat.

    Tenaga Dalam juga salah satu bagian yang GHOIB dimana golongan JIN dan Manusia tidak mengetahui rahasia yang GHOIB tersebut kecuali sedikit. Tenaga Dalam itu merupakan bagian dari hal-hal Rahasia Allah yang sedikit tersebut.

    “Hai Jama’ah Jin dan Manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi maka lintasilah. Kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS Ar Rahman : 33)

    “Hai orang-orang yang beriman, Ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, diwaktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertaqwalah kepada Allah dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mu’min itu harus bertaqwakal..

    • ibnu fauzy Says:

      ingatkah kita dg hadits bahwa nabi menangkap jin ifrit ketika beliau sedang sholat lantas melepasnya : …Kemudian aku teringat perkataan saudaraku, yaitu Nabi Sulaiman: ‘Ya Rabbi, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kekuasaan yang tidak layak dimiliki oleh siapapun sesudahku,’ maka Allahpun melepaskan (dalam riwayat lain: maka Nabipun melepaskan) ‘Ifrit dalam keadaan terhina” HR al Bukhari Kitab ash Shalah.

      • Abdullah Says:

        Apa hubunganya..hadist yang anda bawakan :
        ingatkah kita dg hadits bahwa nabi menangkap jin ifrit ketika beliau sedang sholat lantas melepasnya : …Kemudian aku teringat perkataan saudaraku, yaitu Nabi Sulaiman: ‘Ya Rabbi, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kekuasaan yang tidak layak dimiliki oleh siapapun sesudahku,’ maka Allahpun melepaskan (dalam riwayat lain: maka Nabipun melepaskan) ‘Ifrit dalam keadaan terhina” HR al Bukhari Kitab ash Shalah.

        Dengan ….ayat yang di bawakan Oleh Sa’adah Latifah Barokah:
        “Hai Jama’ah Jin dan Manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi maka lintasilah. Kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS Ar Rahman : 33)
        “Hai orang-orang yang beriman, Ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, diwaktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertaqwalah kepada Allah dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mu’min itu harus bertaqwakal..(QS.Al Maidah ayat 11)

        nyambung..nggak..sih…

      • ibnu fauzy Says:

        saya hanya mengomentari penafsiran Pryo ttg QS Shaad : 36-39. dia meyakini bahwa mu’jizat bisa diturunkan tapi pertanggung jawabannya berat. namun pd hadits yg saya bawakan menunjukkan bahwa menguasai jin adalah kekhususan Nabi sulaiman ‘alaihissalam yang tidak layak dimiliki oleh siapapun sesudahnya. sehinga Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam melepas jin ifrit tsb. saya tidak mengomentari yg lain karena dia dari awal sudah mengatakan mu’jizat itu adalah sama dengan ilmu metafisik yg dipelajari praktisi. dan itu perkataan yang tidak ada dasarnya..

  48. Abdullah Says:

    ehemm…saya ingin bertanya kepada anda jujur dari hati yang paling dalam apakah anda juga yang bernama perdana ahmad? yang mempunyai blog ini…http://metafisis.wordpress.com/2010/07/11/kumpulan-para-master-tenaga-dalam-yang-dipermalukan/
    monggo..di tunggu jawabannya

  49. Abdullah Says:

    saya sebenarnya tidak mau memperdebatkan masalah beginian…tapi saya lihat banyak kejanggalan-kejanggalan yang di sembunyikan pada da’wah anda….sebagai seorang muslim kita wajib sehat-menasehati dalam hal kebaikan..makanya sy udahan koment..tp jika sy melihat yang tidak beres pada anda maka sy kembali untuk koment..begitu kang..sy mundur bukan berarti takut atau kalah..berdebat dengan anda.Da’wah anda bagus tapi tidak berbobot..?kang..

    • Sa'adah Latifah Barokah Says:

      Makanya saudara2 ku …. kajilah dulu lbh dalam tentang Al Qur’an & Hadits shahih (ini pesan guru ane) ….sya juga msh terus belajar, namun kita simpulkan baik secara logika & keimanan bahwa para waliyullah, guru2 kita, orng2 tua kita, ulama, yg mengaji dan mengkaji Al Qur’an & Hadits … yg telah menemukan peljran ilmu ini ..namun dahulu kala blum ada itu namanya Tenaga Dalam atw Ilmu Bathin, Kedigdayaan, dsb…namun “siapun yg mengamalkna isi Al Qur’an” Insya Allah akan menemukn peljran ilmu tsb. Sesungguhnya sejak zaman Nabi SAW – Sahabat Nabi – Pengikutnya sdah ada ilmu ini namun hanya org2 tertentu yg dberikan oleh Allah SWT. baek langsung atwpun tdk langsung …… namun semuanya melalui perantara Do’a ….memohon kpd Allah SWT. ……”Mintalah pada Ku, niscahya Aku akan mengambulkannya” ……itu kata Allah SWt. Para Waliyullah konon setiap menunjkkan Karomahnya pasti berdo’a dahulu, baek do’a biasa atwpun dgn sholat …. Nabi Muhammad SAW. sebnar bisa semua dgn apa2 yg dpunyai oleh para Waliyullah (kata guru ane), bisa kebal pula, mnghilang, dsb. namun itu semua atas ijin Allah, namun Nabi kadng menolak utk diberi pertolngan oleh Allah melalui malaikatnya, mknnya ada kisah Nabi SAW terluka, berdarah, dsb. Tpi byk juga kisah Nabi yg selamat atas pertolngan Allah SWT. Namun Al Qur’an adlah sumber ilmu tertinggi & obat seglanya bagi umat Islam yg beriman, yg mau mengaji & mengkaji tapi dgn ilmu pengtahuan pula dlm mempelajarinya dan bnyak pula turun ayat yg mnjadi do’a, ….banyk kisah2 perjuangan dlm menegakkan syarieat Islam pd zaman Nabi dan pengikutnya yg mnunjukkn kemukzijatan Al Qur’an, itu mnjadi dalil atw kajian mngenai adanya ilmu hikmah/laduni/TD/Bathin, dsb ………makanya kita yg mash jauuuuh dlm mengaji & mengkaji isi kandungan Al Qur’an …jgnlah berkomentar yg kita jg tdk paham akan pelajran tsb …..”Kita sebagai sbg generasi penerus tinggal menikmati & meneruskan ilmu ini utk dikembangkan demi kemaslayatan umat, beda dgn org2 tua/guru2/ulama2 yg bener mengaji & mengkaji dan pastinya demi dakwah Islamiah agar “bergetar & gemetar para musuh2 Islam” ….mari kita rapatkn barisan, selama ilmu ini mash berpegang pd syareat Islam / tdk menyimpang, mari kita dukung …. biar Allah SWT yg akan membalsnya bagi pelaku2nya, semoga amal & kebajikan para guru2 kita diterimah Allah SWT hingga akhir zaman, krn akan terus mengalir selama kita mengamalkna dan mempelajarinya ………..amiin ya Robbal Alamin ……..(tolong cek n ricek semua kisah2 hebat para pejuang2 Islam, dari zaman Nabi – Mujahidin Afganistan) sesungguhnya disanalah trjadi sesuatu diluar nalar manusia ….itulah bagian dri ilmu bathin tsb ….. Mohon maap saudara qu ….mari kita berdialoq secara santun, sabar, bijaksana ……

  50. Abdullah Says:

    ehemmmm…sedikit lagi diskusinya…selesai…
    @Temannya Abdullah:Saatnya pasang perangkap brother..
    @Mas Sunan:Perangkap apaan tuh..yang mau di pasang..
    @Sa’adah Latifah Barokah : Mohon maap saudara qu ….mari kita berdialoq secara santun, sabar, dan bijaksana ……
    @Abdullah:OK..sippp..Jazakallohu khoir atas nasihatnya…kang.
    @mencari kebenaran:aku sih nyimak aja deh…yang benar aku ikuti yg salah aku tinggalkan…
    @Ibnu Fauzy :tersenyum…smile..
    Ok…di monitor..

  51. Abdullah Says:

    ibnu fauzy Says:
    27 April 2011 pukul 22:57
    saya sebagai tuan rumah ya sudah sepantasnya merespon koment yg masuk…
    aya-aya wae akang mah…
    ——————————————————————————–Tolong dong..merespon… banyak koment di atas yang belum di jawab…plesae deh..

    • ibnu fauzy Says:

      wah…wah. mas abdullah ternyata sudah menunggu-nunggu balasan komentku wah jadi ga enak nih… maaf mas saya akhir2 ini lagi sibuk bikin laporan. maklum kerjaan kantor… ternyata mas abdullah ini pengunjung setia blogku… terimakasih banyak mas ya..
      sabar ya satu-satu insya Allah akan saya tanggapi..

      • Abdullah Says:

        ya..begitulah…saya ini fans berat blog anda…makanya saya selalu mengunjunginya….ah…jadi nggak enak juga nih…makasih banyak ya..mas fauzy..udah mau mengomentari komenku..Sabar juga ya..mas..atas pertanyaanku yang agak tajam menusuk hati…insya Allah saya akan menunggu tanggapan anda selanjutnya…

  52. Abdullah Says:

    Saya setuju dengan anda bahwa mi’jizat tidak bisa di turunkan kepada orang lain tapi kita tunggu mas Priyo dulu siapa tahu di punya penafsiran lain.Ok..next..kata anda menguasai jin adalah kekhususan Nabi sulaiman ‘alaihissalam yang tidak layak dimiliki oleh siapapun sesudahnya.
    1.Pertanyaan saya:apakah itu tafsiran para salaf atau tafsiran anda sendiri…
    2.Bisa di jelaskan lebih detail maksud dari kata”menguasai jin”

  53. Abdullah Says:

    tes..tes..kenapa koment-komentku nggak mau masuk bro…

    • ibnu fauzy Says:

      Maaf mas abdullah, karena koment anda sangat banyak, untuk sementara koment anda ditangguhkan. hal ini untuk menghindari tumpukan antrian koment anda. Insya Allah akan saya tanggapi satu-satu. begitu 1 koment ditanggapai, koment anda yg lain akan dimoderasi. karena keterbatasan waktu saya dlm menanggapi koment. sampai-sampai saya tidak sempat posting baru nih…. jadi untuk mas abdullah satu-satu ya, krn waktu saya tidak cuma buat nanggepi koment anda.

  54. Abdullah Says:

    Oh.ya..Sekali lagi Tenaga Dalam itu ada dalilnya bro…

  55. Abdullah Says:

    he..he..sudah aku duga pasti anda mengelak dengan memutar balik untuk menutupi kesalahan anda yang pastinya kita tidak akan ketemu pada satu titik karena saya adalah Warga Nahdatul Ulama…yang paling anda benci termasuk kiyai-kiyai NU….so….Anda bukan Tuhan..yang seenaknya mengklaim kiyai-kiyai NU sesat….yang jelas…di sini yang jadi penilai adalah para pengunjung.Anda katakan saya hanya copas….he..he…..ngaca dulu bro….itu bukan pemikiran saya sendiri tetapi itu sudah di bahas oleh Ulama-ulama NU.Anda siapa yang berani menetang kiyai-kiyai NU..kalo coment jangan asal bro…pikir dulu baru coment….anda katakan diskusi ini sudah melenceng dari tema..lah yang mengajak melencengkan anda…saya hanya mengikuti saja…baca yang teliti mas coment2 anda….sekali lagi lu..jual gue tetap borong….baca coment yang cermat mas..

    • ibnu fauzy Says:

      Mas abdullah yang baik, tolong biarkan saya menyelesaikan tanggapan saya dulu baru anda komentari lagi. jika belum selesai anda koment dan koment lagi maka ini tidak akan ada habisnya. untuk seterusnya koment anda dipending dulu menunggu koemnt sebelumnya.
      anda katakan : aya adalah Warga Nahdatul Ulama…yang paling anda benci termasuk kiyai-kiyai NU…
      Kata siapa saya benci warga NU ? sekali lagi anda sebenarnya yang sering sembarang menuduh. jika anda muslim maka setiap muslim adalah saudara dan diantara hak saudara adalah saling menasihati dalam kebaikan. mungkin anda kebalik, warga NU yang benci salafiyah kali… meskipun saya kadang tidak habis pikir kenapa NU justru membela ahmadiyah dan aliran sesat lainnya dg dalih pluralisme, namun saya tetap katakan bahwa anda adalah saudara sesama muslim…
      NU hanyalah organisasi seperti yang lainnya. jadikanlah sebagai wasilah, jangan dijadikan sbg tujuan dan timbangan senang dan benci. janganpula organisasi dijadikan sbg aliran sehingga seolah-olah orang organisasi X cara beragamanya seperti ini sedangkan organisai Y seperti ini. tapi pedoman kita tetap sama yaitu kembalikan segala sesuatu kpd Al-Qur’an dan As-Sunnah dg pemahaman generasi salaf. Jika ada ulama yang saya ikuti tidak sesuai dg Al-Qur’an dan As-Sunnah maka saya katakan salah dan saya tidak taklid buta kpd seorangpun kecuali kpd Nabi, namun saya menghormati kedudukan ulama. begitupula jika ada kyai yang anda pendapatnya menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah maka jangan ragu untuk memilih pendapat lain yang lebih kuat. sehingga kita selamat dari fanatik buta dan pengkultusan. tidak menutup pintu kritik atas suatu pendapat jika memang itu menyelisihi Al-Qur’an dan As-Sunnah. akhirnya kata-kata : “berani menetang kiyai-kiyai NU” tidak akan keluar, karena yang tidak boleh ditentang hanyalah Allah dan rasul-Nya…

  56. indro Says:

    Ass.wr.wb…
    Mas faudzi…bagaimana pendapat anda tentang uraian yang saya tulis pada bulan maret.mohon tanggapannya.
    Makasih.
    Wass

  57. Abdul Lathif Says:

    @Abdullah
    1. Mohon dibabar dalil yang membolehkan tenaga dalam.
    2. Tenaga dalam seperti apa yang dilarang?

    @All
    Apa reiki tergolong tenaga dalam?

  58. Abdullah Says:

    Tenaga Dalam yang di larang adalah Tenaga Dalam yang bertentangan dengan norma-norma syariah.Hanya orang yang mempelajari ilmu tersebut yang dapat membedakannya.
    Biar lebih jelasnya sabar aja…..sementara ini saya lagi buat suatu blog tentang Tenaga Dalam Insya Allah para praktisi Tenaga Dalam akan menemukan jawaban apakah tenaga dalam itu halal atau haram untuk di pelajari…
    @Reiki tergolong Tenaga Dalam serupa tapi tak sama.Reiki lebih kental dari tenaga dalam.Sedangkan sumber kekuatannya adalah murni dari jin…nggak percaya…silahkan protes….Saya bisa buktikan itu….

    • ibnu fauzy Says:

      mas abdullah maaf menunggu lama, komentar saya telah selesai silahkan dibaca selengkapnya.
      sedikit koment untuk koment anda diatas :
      “Tenaga Dalam yang di larang adalah Tenaga Dalam yang bertentangan dengan norma-norma syariah” Norma syariah yang bagaimana yang anda inginkan ?
      “Hanya orang yang mempelajari ilmu tersebut yang dapat membedakannya.” Maaf ini kaidah aneh yang baru saya lihat. setahuku untuk mengetahui permasalahan agama yang lebih tahu adalah ulama yang mengetahui Al-Qur’an dan As-Sunnah dan tahu berbagai jenis ilmu agama. Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui”. [An-Nahl : 43]

      Tapi maaf untuk komentar anda yang lain saya tidak berselera untuk menanggapinya karena anda mengatakan “kesesatan ibnu fauzy” bukankah mas abdullah yang dari dulu mengatakan bahwa jangan gampang menuduh sesat, namun ternyata siapakah yang sebenarnya mudah menjatuhkan tuduhan sesat ?
      kalau saya hanya mengatakan amal ini dan itu bid’ah karena menyelisihi sunnah, karena tidak dicontohkan nabi dan sahabat, tidak ada dalil yang memrintahkan dll. jadi yang saya katakan bid’ah itu amalannya BUKAN ORANGNYA. saya tidak pernah menuduh individu dengan ahlul bid’ah, musyrik dll. karena memang dalam akidah Ahlussunnah wal jama’ah kita tidak boleh sembarangan memvonis individu. TIDAK SEMUA YANG MELAKUKAN BID’AH LANGSUNG DI CAP AHLUL BID’AH DAN TIDAK SEMUA YANG MELAKUKAN KESYIRIKAN LANGSUNG DICAP MUSYRIK DAN KELUAR DARI ISLAM… HARUS TERPENUHI SYARAT-SYARAT DAN TIDAK ADA PENGHALANGNYA.
      mungkin saja yang melakukan perbuatan bid’ah / syirik itu tidak tahu atau mungkin malah menganggap itu suatu sunnah/ibadah, maka harus ditegakkan dlu hujjah bagi mereka dan telah hilang subhatnya.
      Artinya orang yang melakukan perbuatan bid’ah diancam masuk Neraka. Adapun memastikan dia masuk Neraka, maka tidak boleh dilakukan dan sangat berbahaya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah mengatakan, “Seseorang yang berilmu terkadang menyebutkan ancaman terhadap sesuatu yang dipandangnya sebagai perbuatan dosa, padahal dia mengetahui bahwa orang yang menakwilnya diampuni dan tidak terkena ancaman. Tetapi dia menyebutkan hal itu untuk menjelaskan bahwa perbuatan dosa mengakibatkan mendapatkan siksa. Dia hanya mengingatkan untuk menghalangi manusia dari perbuatan yang dipandangnya sebagai dosa.”
      Vonis sesat / ahlul bid’ah apalagi kafir itu hak ulama atau umara. maka tidak boleh setiap orang menuding orang lain hanya karena perbuatannya.
      CONTOH : perbuatan judi / mencuri zina itu dosa dan dosa itu ancamannya neraka. namun kita tidak boleh langsung menuduh orang yg melakukannya masuk ke neraka, karena di akhirat bisa jadi ia diampuni oleh Allah baik dengan syafaat dsb. namun perbuatannya tetap kita katakan salah dan sesat untuk memperingatkan manusia agar menjauhi.

      SEDANGKAN MAS ABDULLAH LANGSUNG MENUDUH SAYA SESAT SEBAGAI INDIVIDU. maka secara kaidah mas abdullah telah salah menerapkannya maka saya merasa tidak perlu memperpanjang diskusi ini.
      saya tidak marah mas, saya senang anda mau mengunjungi blog saya, semoga perkenalan kita membawa hikmah.
      Barokalllohu fiikum..

  59. Abdullah Says:

    MAKASIH MAS NASEHATNYA….

  60. Abdullah Says:

    Saya sudah puluhan tahun hidup dengan tenaga dalam bahkan dari kecil sampai sekarang…saya tahu persis tentang tenaga dalam…perguruan saya hanya memakai pernafasan dan do’a/amalan.Saya akan menjelaskan sedikit tentang pertanyaan anda…..
    1.Transfer…….he..he…saya ingatkan kepada praktisi tenaga dalam berhati-hatilah dengan transfer tenaga dalam dengarin ya….yang di transfer itu bukan tenaga dalam tapi itu adalah jin….yang jadi pertanyaannya adalah apakah jin muslim atau jin kafir…?he..he…jawabannya ada pada praktisi tenaga dalam itu sendiri…
    2.Bukaan…..he..he….mau tahu apa itu bukaan….jangan tertipu….bukaan itu….bukan aura tenaga dalam yang di buka dari seseorang tapi… sebenarnya bukaan itu adalah suatu jalan yang di buka dari tubuh seseorang sebagai jalan atau tempat masuk keluarnyanya jin ketubuh seseorang.bukaan kedua adalah merangsang jin yang ada dalam tubuh agar dapat timbul ke permukaan……ingat seseorang yang di rasuki oleh jin tidak mesti orang itu kesurupan.kamasukan jin ada dua pertama orang tersebut hilang kesadarannya alias kesurupan.Kedua orang tersebut tetap sadar seperti biasanya tetapi jinnya mempengaruhi dari dalam tubuh untuk jauh dari agama..serta banyak kejaggalan-kejanggalan yang lain atau nyeneh…yang di lakukan orang tersebut…
    3.Meditasi…..he…he..hati-hati dengan meditasi tenaga dalam..meditasi bukannya untuk menghimpun tenaga dalam tetapi mengosongkan pikiran supaya he…he…jin masuk ke dalam tubuh dengan tipuan aliran/getaran listriknya….ehem…itu sedikit tentang yang anda tanyakan…yang mau protes silahkan…..sedangkan perguruan kami hanya menggunakan pernafasan dan doa/amalan.Amalannya adalah RUQYAH SYAR’I….yaitu kitab ayat kirsyi / Ayat benteng.Pengobatan kesurupan jin saya lakukan dengan tenaga dalam jika tidak mampu baru saya meruqyah orang tersebut…Asal tahu aja ya….Kehebatan Ruqyah itu jauh lebih hebat/mujarab dari Tenaga Dalam.ok….itu dulu dari saya….ada yang protes….silahkan…

    • ibnu fauzy Says:

      Memang benar, ritual tsb adalah tipu muslihat jin untuk masuk dan memperdaya manusia.
      Nah sekarang yang menggunakan amalan do’a, pertanyaannya adalah :
      1. apakah do’a tsb diambil dari hadits shohih ?
      2. Apakah seperti itu cara mengamalkan do’a tsb ( tata cara membacanya, bilangan, waktu dsb juga shohih) dan ada nukilan dari ulama salaf yang menggunakan do’a tsb untuk tenaga dalam ?
      3. Apakah do’a tsb memang untuk menghasilkan tenaga dalam yang ada penjelasannya dari Nabi / sahabat / ulama madzhab ? atau ini adalah penyalahgunaan do’a yg ujung2nya adalah membuat amalan bid’ah yg tidak ada contohnya. seperti mujarobat yg banyak beredar, menggunakan ayat tapi tujuan dan tatacara amalannya ngarang-ngarang sendiri.
      3.

  61. indro Says:

    Ass.wr.wb…
    Yang ditransfer adalah jin….yang saya dengar diaktifkan tenaga dalam dari dalam tubuhnya?
    Mana yang benar ya ? Kalo yang ditransfer itu adalah jalan masuknya jin,ada GaK dalilnya Baik dari Qur’an ataupun sunah bahwa yang ditransfer itu adalah membuka jalur masuknya jin?
    Kalo yang ditransfer itu jalur masuknya jin, hinga dia dapat mementalkan musuh ketika latihan,anggaplah bahwa itu hasil jin dalam mementalkan tubuh lawan,berarti mau jin iitu disuruh mementalkan lawan ketika latihan. Tapi kenapa…ketika saya berkonsentrasi untuk memecahkan gelas dari jarak jauh….kok tidak bisa? Kenapa Jinnya tidak mau membantu ? Meditasi adalah membuka jalur masuknya jin?
    Dari mana kita bisa Melihat bahwa ada jin masuk ketika Meditasi? Lantas kalo benar dengan Meditasi itu mengkibatkan Jinnya masuk’,hasilnya Apa dari Meditasi itu atau dengan kata lain Apa yang bisa diperbuat oleh jin dengan Meditasi yang dilakukan ? Kalo dengan latihan Meditasi mengakibatkan Jinnya masuk hingga seseorang mampu mementalkan lawan tanpa disentuh, berarti orang cukup berlatih Meditasi tanpa latihan pernafasan dan gerakan latihan pernafasan bisa mementalkan lawan tanpa disentuh ? Nah coba buktikan orang yang tanpa latihan pernapasan’cukup Meditasi saja, tanpa gerakan gerakan pernapasan dan tanpa guru, apakah bisa mementalkan lawan tanpa disentuh?
    Ketika dirukyahpun ternyata GaK ada reaksi Apa Apa? Alat ukurnya Apa untuk bisa Melihat Jinnya itu masuk?
    Kok jin mau masuk padahal asma Allah disebut didalamnya? Minimal taudz dan basmallah.

    WAllahu A’lam

    • ibnu fauzy Says:

      banyak contoh pengisian tenaga dalam kilat. bahkan mengklaim bisa langsung dipraktekkan ditempat. banyak jg cerita orang yg ketika semedi tiba-tiba didatangi mahluk dan tiba-tiba punya kemampuan aneh dan ia pun mengajarkan kpd murid2nya..

  62. cholis Says:

    Wah seru yah…

    Udah2 pokoknya yg disebut tenaga dalam adalah syirik , manusia normal itu adalah manusia yg biasa2 saja.

    Jika terjadi sesuatu keanehan pada manusia tersebut, seperti bisa terbang, bisa ilang, bisa kebal semuanya cuma tipu daya setan, sampai orang tersebut percaya pada ilmunya dan khodamnya, nanti dia diakhirat pun akan menjadi teman khodam tersebut di neraka jahannam.
    Naudzubillah…

    Nabi muhammad bisa hal ghaib itu dikarenakan allah memberikan mu’jizat padanya…, dan mu’jzat hanya diberikan pada para nabi dan rosul, selanjutnya mu’jizat sudah tidak ada sampai hari ini.

    Jika ada yg mengaku2 menfgetahui hal ghoib maka dia berdusta. Apalagi taunya dari bisikan ghoib semuanya tipu daya setan…

    Jika di ruqyah tidak ada reaksi, berarti yg meruqyah belum benar2 beriman, jangan meruqyah kepada para dukun juga, meruqyahlah kepada ustadz2 yang memang benar kesholihannya, ustadz yang tidak memakai ilmu kebal , ilmu terawangan, ilmu penglarisan, ilmu lembu sekilan, ilmu panglimunan , tasbih maghrobi, ilmu pukulan jarak jauh, ajian saepi angin, ajian pelet, ilmu semar mesem, semar nangis, tapak semar, semar mendem, semar mingkem, semar buang aer hehehe… Iitu semua omong kosong hanya tipu daya syetan. Meruqyahlah kepada para ustadz atau santri yang benar2 mengkaji ilmu alqur’an dan sunnah rosul. Dan ingat kalau di ruqyah jangan tidur hahahaha setannya juga tidur kalo sampeyan tidur…

    Semua amalan yg tidak dilakukan nabi adalah bid’ah dan Ingat semua bid’ah itu sesat dan sesat tempatnya di neraka.

    Sering2lah membaca buku fiqh yg benar jangan fiqih sufi atau tasawuf…
    Jangan baca primbon kitab stambul, kitab pewayangan semuanya buatan dukun jaman dulu…

    Semoga allah membuka mata hati kita semua dan menjauhkan kita dari syrik besar ataupun kecil.

  63. saparsmansa Says:

    Saya bukan murid HI, hanya praktisi ilmu beladiri dan ilmu pernafasan, ingin menjawab kesaksian sdr Ibnu, sebagai berikut :
    1. Apakah yang dimasukkkan / diisikan kedalam tubuh di murid ? adakah yang bisa menjamin bahwa itu bukan jin ?!!
    Jawab : Adakah yang bisa menjamin bahwa yang dimasukkan itu “benar2 jin ?”
    2. Jika ingin mengaktifkan ilmunya, murid perguruan ini cuma perlu meniatkan didalam hati saja. Bukankah hal ini mirip dengan Reiki ?
    Jawab : Setiap tindakan selalu didasari oleh niat… kecuali syarafnya sudah rusak/stroke.
    3. Siapakah sosok bayangan yang mengajari GU jurus2 TD dan TM ? adakah yang bisa menjamin itu bukan JIn ?!!
    Jawab : Adakah yang bisa menjamin bahwa bayang2 hitam itu adalah “benar2 jin ?”

    1. bukankah Nabi salallahu ‘alaihi wassalam tidak sakti ? beliau tidak kebal, beliau terluka bahkan tanggal giginya waktu perang, beliau menggunakan pedang dan tidak mementalkan musuh dari jarak jauh. beliau tidak pernah belajar ataupun mengajarkan tenaga dalam atau tenaga metafisik kepada sahabatnya.
    Jika seandainya ilmu Tenaga dalam (TD) dan Tenaga Metafisik (TM) itu benar (haq), tentulah NAbi akan mengajarkannya, karena hal itu sangat berguna terutama untuk jihad fii sabilillah.
    Jawab : semua praktisi TD/TM pun bisa terluka, bisa meninggal, bisa ompong, bisa tanggal giginya.
    TD/TM, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi tidak diajarkan Rasul kepada Sahabatnya
    3. Para murid perguruan selalu mengandalkan ilmu mereka TD/TM ketika dalam masalah. muncullah sifat paling hebat sendiri, merasa dirinya sakti, aman dari godaan jin, dan muncul kesombongan dll
    Jawab : berapa % yang mempunyai sifat tersebut ?..kalau hanya menduga2 namanya fitnah

    Catatan : Jangan samaratakan semua ilmu pernafasan sama.

  64. saparsmansa Says:

    Bahkan pertama kali latihan saya langsung membawa kikir untuk dipatahkan dan berhasil. Padahal untuk dapat mematahkan kikir, perguruan lain memerkukan beberapa bulan latihan dan tingkat tertentu. Maka saya semakin semangat, apalagi sering ikut menangani orang kesurupan dan pengaruh ilmu hitam dan pengobatan berbagai penyakit..
    Jawab : Bukannya nyombong, tapi saya dapat mematahkan 3 buah kikir rangkap tanpa diberi jarak, tanpa harus latihan TD/TM….. ilmu pernafasan.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.