Pernahkah anda ikut mentoring/pendampingan agama Islam di kampus atau sekolah ? Apa yang anda rasakan, tambah semangat, tiba-tiba banyak kegiatan, atau malah melihat ada kejanggalan ?
Jika Tahun ajaran baru tiba, banyak kegiatan dalam menyambut mahasiswa baru di kampus. diantaranya adalah mentoring atau pendampingan agama Islam. Kegiatan ini adalah kegiatan yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru yang muslim dengan menunjuk beberapa senior yang nantinya akan berfungsi sebagai pembimbing (murabbi) mahasiswa baru dalam mengenalkan atau mengajak untuk ikut aktif dalam kegiatan keagamaan di lingkungan kampus tsb. Untuk melegalkan kegiatan ini,di beberapa kampus berhasil melobi dosen dan birokrasi kampus, maka kegiatan ini dimasukkan dalam penilaian mata kuliah agama Islam. akhirnya mahasiswa baru tidak ada pilihan, jika mau dapat nilai bagus maka harus ikut kegiatan ini. jika tidak, maka satu aspek penilaian akan kosong nilainya.
kegiatan ini biasanya diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) atau Unit Kegiatan Kampus (UKI) dan nama-nama lain yang sejenis. diakui atau tidak, yang menjadi murabbi hanya berdasarkan senioritas. Tidak melihat kemampuan ilmu dan amalnya. Mereka tidak pernah dibekali dengan ilmu yang cukup, bahkan membaca Al-Qur’an saja masih banyak yang tersendat-sendat namun berani menjadi murabbi seorang hafidz. Sehingga mahasiswa yang senior mau tidak mau harus berani jadi murabbi. akhirnya ilmu yang disampaikan sangat minim bahkan sangat rawan dengan penyimpangan. Tidak tahu mana hadits shohih mana yang dhoif, tidak tahu apa tafsir ayat menurut para sahabat nabi dan perkataan para ulama.
Sepintas tidak ada yang aneh dan mencurigakan dengan kegiatan ini. kegiatan ini hanyalah berupa pembagian kelompok-kelompok pengajian kecil (halaqoh), di mana satu orang pembimbing (murabbi) membimbing sekitar 10-15 orang, tergantung banyaknya mahasiswa baru dan stok murabbinya. Kegitan ini biasanya hanya berisi sebagai berikut :
1. pembacaan Al-Qur’an secara bersambung. disimak oleh semua peserta liqo’
2. penyampaian materi oleh murabbi. Yang disampaikan tidak lebih dari perbincangan masalah politik dan kabar hangat yang terjadi. Soal gosip artispun sering tak luput jadi ajang diskusi. SAngat minim dari kajian fiqh, tafsir, bahasa arab, dan ilmu syar’i lain.
3. diskusi. mereka berdiskusi ngalor ngidul tanpa ada seorang ustadz yang dijadikan tempat bertanya. akhirnya kesimpulan yang didapat kadang berdasarkan kesepatan.
4. Ngecek amal yaumi. Berapa ayat yang dibaca dan dihafal, berapa buku, majalah dan koran yang dibaca, berapa nasyid yang dihafal ?!!
Namun ternyata kegiatan ini adalah suatu kegiatan pengkaderan yang nantinya para mutarobbi (peserta liqo’) akan diarahkan untuk mengikuti suatu gerakan / aliran / sekte tertentu.
Mereka mula-mula akan diarahkan untuk menjadi simpatisan partai tertentu. Jika sudah mulai simpatik, maka kegiatan demi kegiatan terus di lakukan untuk memfollow upi mangsa tsb. Akhirnya mereka benar-benar menjadi kader fanatik partai tsb.
namun itu bukan akhir, tujuan sebenarnya bukan itu. meskipun si Murabbi kadng juga tidak mengetahui hakikat tujuan yang sebenarnya.
Nantinya mereka akan dijejali dengan doktrin /faham/akidah dan manhaj harokah. suatu manhaj yang banyak meracuni kaum muda terutama aktivis dakwah kampus. Manhaj ini diusung oleh suatu aliran yang mereka menyebut dirinya dengan nama Ikhwanul Muslimin.
Tahukah anda apa Ikhwanul Muslimin (IM) itu ?
Secara umum, Ikhwanul Muslimin dapat digambarkan sebagai berikut :
* Gerakan ini awalnya muncul di Mesir, didirikan oleh Hasan Albanna (yg pose fotonya selalu pake dasi). orang ini berakidah sufi hashofiyyah.
* Gerakan IM sangat berorientasi dan bernafsu pada kekuasaan. Untuk mencapai tujuan tsb, mereka berani memberontak kpd pemerintah di berbagai negara. Termasuk dimesir, yang akhirnya partai Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai partai terlarang di negeri tsb. di Banyak negara gerakan ini selalu mendapat pengawasan ketat. Bahkan Al-Qaida yang dipimpim osama bin Laden, banyak terinspirasi oleh gerakan ini. Di Negara yang kadernya belum militan, mereka dalam mencari kekuasaan hanyut dalam lumpur demokrasi. merekapun akhirnya sedikit demi sedikit tapi pasti mulai menghalalkan segala macam cara. Mulai dari mengadakan konser musik, menyewa artis-artis yg tidak berjilbab sampai tidak malu-malu lagi memploklamirkan diri sebagai partai terbuka, siap menampung caleg dari orang-orang kafir.
* IM tidak mempedulikan akidah anggotanya. mereka tidak mempersoalkan anggotanya yang berakidah sufi, khowarij, bahkan syiah. yang penting mau bergabung itulah saudara seperjuangan. Bahkan ada upaya untuk mempersatukan sunni-syiah.
* Mereka sangat keras sekali dalam memusuhi ulama ahlussunnah wal jama’ah. bahkan mereka menjuluki ulama ahlussunnah wal jama’ah dengan julukan2 yang keji.
* didalam gerakan ini (IM) ada tingkatan-tingkatan. Ada bai’at sumpah setia kepada pemimpin tertinggi IM
Namun sangat disayangkan, tidak semua yang ikut liqo’ tahu bahwa mereka sebenarnya telah larut dalam pemahaman IM, bahkan mungkin mereka tidak tahu apa itu IM, namun pemikiran mereka sudah teracuni akidah dan manhaj IM. Yang jadi murabbi saja banyak yang belum mengatahui bahwa mereka adalah pengikut IM, apalagi mengetahui penyimpangan-penyimpangan yang ada didalamnya, terutama penyipangan para tokohnya.
berikut link-link yang dapat digunakan sebagai rujukan untuk mengetahui hakikat gerakan/sekte/aliran Ikhwanul Muslimin :
http://ibnuramadan.wordpress.com/2008/06/07/koreksi-terhadap-gerakan-dakwah-ikhwanul-muslimin-im/
http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=304
http://www.almanhaj.or.id/content/1653/slash/1
http://www.almanhaj.or.id/content/1653/slash/0
http://ikhwanmuwahid.wordpress.com/2010/02/01/mengenal-hasan-albana-persatuan-gado-gado/
Semoga Allah Ta’ala menunjukki kita jalan yang lurus dan kita diberi keistiqomahan diatasnya, amiin
















8 Agustus 2010 pukul 13:15
amal yauminya kudu di ntingkatkan Ramadhan ini
7 September 2010 pukul 21:52
kerjaannya jelekin orang, masih banyak kerjaan mas, merasa paling soleh, paling benar, paling hebat, paling khilafah paling ahli sunnah wal jama’ah, heran
7 September 2010 pukul 22:26
Maaf mas dodo, saya tidak ada niatan menjelekkan orang, palagi merasa paling benar, hebat dll. tapi saya cuma mencoba menjelaskan berdasarkan dalil. jika anda tidak percaya, silahkan cek sendiri aktivitas mentoring, apa benar mereka itu berpemahaman ikhwanul muslimin..?
19 Januari 2011 pukul 16:28
assalaamu’alaykum, insyaAllah kita semua berharokah dalam rangka menegakkan KalimatiLlah, sangat disayangkan jika saling jegal dengan cara yang tidak ahsan. untuk mengetahui isi perut seseorang mestilah lihat perut orang itu, jangan lihat perut orang lain. maka kalo mau lihat IM seperti apa lihat di web yg menyatakan sebagai corong IM misal al-ikhwan.net. jikalau IM sesat, kok banyak ikhwan salafi yang berusaha menikahi akhwat2 yg ikut mentoring IM trus dilarang ikut liqoat lagi setelah menikah? why?
19 Januari 2011 pukul 20:50
Waalaikum salam.
jika ingin tahu hakikat pemikiran IM, baca kitab-kitab yg ditulis oleh tokoh IM sendiri, dan bandingkan dg kitab ulama ahlussunnah. maka akan jelaslah bagaimana akidah dan manhaj mereka..
tidak ada larangan menikahi wanita selama masih muslim. apa antum kalah saing ya ?
19 Maret 2011 pukul 09:22
saya setuju sekali dengan tulisan ini dan semua bentuk front yang menjunjung izzah islam sebagai agama rahmatan lil’alamin. itu kenapa monggo…jauhi sejauh mungkin apa yang bisa menjadikn kita takabur, pecah dan saling berburuk sangka. tanpa menghujat pun kita banyak rintangan untuk bersatu, apalgi bila ada gap yang makin dibuat lobang. Jaga aib sodaramu, niscaya Allah akan menjaga aib kita. berilah nasihat terbaik bagi sodarmu.
9 September 2010 pukul 21:49
yang saya tahu justeru banyak sekali ulama yg mengaku ahlu sunnah menulis buku dan menjelekan orang2 ikhwan,apakah tidak boleh orang yang mengetahui islam sedikit kemudian menyampaikan kepada orang lain,apakah menyampaikan islam hanya hak orang yg paham syari’at? apakah ada dalil yg jelas bahwa sarana mentoring adalah sarana yang yg tdk halal, bid’ah dsb. kalau begitu bgm cara mengajak orang agar sadar dan meumbuhkan semangat keislaman mereka, kalau ada dan anda melakukan apakah rosul dan para sahabat melakukannya persis seperti yg anda lakukan
10 September 2010 pukul 18:40
Tolong bedakan antara menjelekkan dg menasihati diatas hujjah. Bahkan Imam Nawawi menjelaskan ada beberapa ghibah yang diperbolehkan seperti Memperingatkan kaum muslimin dari kejelekan sebagian orang dan dalam rangka menasihati mereka.
Kebanyakan banyak yg salah dlm memahami hadits : “Balligu ‘anni walau aayah…” (Sampaikan dariku walau satu ayat…) namun mereka melupakan kata ‘annii (dari-ku, yakni dari rasulullah), yang seharusnya mereka menyampaikan ayat yang telah benar-benar nyata dari rasulullah. maksudnya bahwa yg disampaikan harus benar2 shohih dari Nabi !
sementara banyak yang belum tahu apakah itu hadits doif stau shohih tapi asal disampaikan.
Mereka juga lupa akan ayat Allah yang berbunyi : “Katakanlah (wahai Muhammad): Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajakmu kepada Allah atas bashiroh (hujjah yang nyata)” (QS. Yusuf 108). Yang seharusnya mereka menyeru kepada islam di atas hujjah yang nyata.
ketika dicomot hadits atau ayatpun mereka tafsiri sendiri, mereka tidak bertanya bagaimana para sahabat menafsirkan ayat/hadits tsb.
maka bagaimana ia akan memberi kalau ia tidak punya. Maka belajarlah terlebih dahulu, hanya saja kebanyakan mereka terburu-buru..
Jika telah shohih suatu hadits, kemudian tahu penafsiran dari ulama salaf, maka tentu siapa saja boleh menyampaikan sebatas keilmuannya..
saya tidak mengatakan mentoring tidak halal, hanya saja dalam mentoring biasanya terjadi tingkatan-tingkatan. dan para murabbinya kebanyakan belum cukup ilmu untuk jadi seorang murabbi tapi dipaksakan. Kenapa mereka tidak berkumpul kepada seseorang yang paling alim diantara mereka dan menimba ilmu bersama-sama dalam suatu pengajian ?? Bukankah hal seperti ini lebih terjaga keilmuan dan lebih baik?
Barokallahu fiikum..
21 September 2010 pukul 14:03
mungkin pembahasannya anda pisahkan saja mas.. antara IM dan dakwah kampusnya.. soalnya belum tentu yang yang dakwah dikampus dengan metode mentoring itu IM…
kesalahan2 dakwah kampus bisa diuraikan terlebih dahulu.. jangan lupa solusinya… karena saya lihat kajian2 salaf juga kurang menarik.. memang membahas akidah sunnah dsb.. tapi ya nggak menarik banget klo buat anak muda…
tiba2 kajian langsung bahas jamaah A sesat , Jmaah B sesat , saya sendiri jujur jadi bingung ketika kajian salaf… malah nggak dong.. karena banyak menasehati jamaah lain…
ikut ustadz salaf yang lain, ane tertarik tapi kata temen, salafi nya beda… waduh jadi tambha bingung lagi… ustadz A salafi yamani , ustadz B salafi arab… waduh… tambah puyeng kan..
jadi takut ngaji klo gini,, denger2 juga dari temen2, dulu ada seorang yang ngaku salaf dan dia buangin gamelan milik bapak ibunya, padahal gamelan itu adalah pekerjaan bapak ibunya, kata temen habis dengerin kajian tentang haramnya musik, pulang2 langsung bikin rusuh orang tua.. apakah itu juga termasuk perbuatan seorang salaf??
Cmiww
21 September 2010 pukul 14:46
salaf adalah Nabi dan sahabatnya, maka siapa saja yang mengikuti mereka dg baik itulah yg disebut salafi baik dia mengaku atau tidak. Jika anda berusaha beragama dg meniti jalan yg telah ditempuh nabi dan sahabatnya maka andapun seorang salafi..
Maka manhaj salaf adalah Islam itu sendiri yg mulia. Maka jika ada da’i salafi namun tidak mencocoki manhaj salaf maka bukan bukan manhaj salafnya yg salah, tapi personnya.
Begitu juga jika ada ikhwan yg karena baru ngaji salafi kemudian melakukan tindakan diatas kebodohan dan tidak diatas bimbingan manhaj salaf maka yg salah adalah orangnya. Maka kpd ikhwan yg baru mengaji tsb kita nasihatkan dia untuk mempelajari manhaj sahabat dalam amar ma’ruf nahi mungkar termasuk adab-adabnya, terutama kpd orang tua. Memang sering terjadi, karena semangat mengamalkan ilmu, tapi belum mengetahui kaidah penarapannya,maka yang terjadi justru akan menimbulkan fitnah, orang akan menuduh manhaj salaf dg berbagai tuduhan keji. Hal itu sering terjadi karena kejahilan ikhwan yg belum mempelajari adab-adab amar ma’ruf nahi mungkar.
Semoga bermanfaat..
7 Juli 2011 pukul 09:35
hem…numpang nimbrung,bener juga sih. tolong di bedakan antara salaf dengan salafi. salaf ntu artinya orang-orang terdahulu (kerabat rasulullah dan seterusnya) sedangkan salafi ntu orang yangg mengikuti kaum salaf tersebut…
seperti halnya mahzab, kita ambil contoh mahzab syafi’i, ketika memang ada orang yang fanatik dengan mahzab tersebut, itu bukan salah sang imam syafi’inya, tetapi salahkan pengikutnya. karena setiap imam-imam apalgi yg terkenal ntu (4 mahzab) beliau semua mau mendengarkan pendapat siapapun selama itu benar. karena memang pengikutnya saja yg terlalu ashobiyah terhadap mahzab yang di anggap benar olehnya.
begitu juga dengan salaf dan salafi…saya sih kurang setuju klo yang d salah salaf-nya begitu….hem,,,,kita berfastabiqul khoirot aja,,,,kita juga bukan Tuhan,,,bisa menjushtis orang ini salah orang ini benar,,,gerakan ini benar gerakan ini salah
begitu akhi…..^^
4 Oktober 2010 pukul 22:05
semua muslim selayaknya mengibarkan bendera yang sama… yakni Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin. baik itu sesama muslim maupun kepada non muslim sepatutnya bersikap baik (ahsan).
ketika sesama muslim saja tak bisa saling bertoleransi pada hal-hal yang tidak disepakati, bagaimana mungkin dinul Islam ini akan kokoh, tegak, dan jaya seperti yang dijanjikanNya…
Bukankah Rasulullah itu sangat lembut tutur katanya?, bukankah Rabb kita juga sangat menyukai kelembutan?,
saudaraku, sedikit pesan saja, kita ini sama-sama umat akhir zaman, zamannya banyak fitnah terhadap Islam,
sesama muslim jelas harus saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. dan ana cuma mau bagi ilmu aja dari Dr. Yusuf Qardhawi yaitu tentang salah satu ciri kelompok yang bisa dibilang ekstrim yaitu: fanatik terhadap pendapatnya sendiri dan menolak pendapat orang lain.
5 Oktober 2010 pukul 18:03
Skron atas kunjungannya..
sedikit mengomentari ya… madzhab muwaznah : bertoleransi dlm hal yg tidak disepakati dan bekerjasama dlm hal yg disepakati. tidak semua perbedaan bisa ditolelir, seperti perbedaan dalam ushuluddin contoh antara tauhid dan syirik, sunnah dan bid’ah.
saudaraku… tidaklah bermaksud aku, kecuali juga saling mengingatkan dalam kebenaran dan sabar. teman yg baik adl yg mau menasihati saudaranya, bukan membiarkan saudaranya dalam kekeliruan…
saya sangat setuju bahwa kita jangan fanatik, dan menolak kebenaran, meskipun datangnya dari luar kelompoknya, makanya saya juga berharap untuk semua fans IM untuk tidak fanatik dg tokohnya padahal sudah dijelaskan dimana kesalahnnya…
semoga Allah Ta’ala memberikan kita petunjuk kpd al-haq, amiin.
6 Oktober 2010 pukul 13:13
dulu ane juga pernah ngaji /liqo/ tarbiyah selama hampir 10th,
8 Oktober 2010 pukul 20:43
10 th… wah mantep. Banyak pengalaman dong, gmn hakikat IM sebenarnya..
7 Oktober 2010 pukul 22:11
Saya juga dulu ikut mentoring dan bahkan udah disuruh jadi MR tapi lambat laun saya tahu manhaj yang haq,,meski ada perang batin dan juga resiko dijauhi teman harokah, tapi tekad saya sudah bulat…
-bahwa yang saya cari adalah kebenaran dan bukan pembenaran
-meski di lingkungan itu saya sudah nyaman dg orang-orangnya tapi saya tidak bisa terus berada di zona nyaman yang menghanyutkan itu. Saya rela melawan arus, meski pada awalnya terasa sangat berat …
-ambillah ilmu bukan pada siapa yg mengatakan tapi pada apa yg dikatannya itu sesuai Al-Quran dan Hadits.
-Setiap kali selesai liqo saya pikir isinya hanya curhat dan kaderisasi (ilmu dien yang saya haus akannya tidak saya dapatkan). Kita malah diskusi tentang suatu perkara yg harusnya masih di atas standar kapasitas kita untuk berbicara. Jika suatu urusan diserahkan bukan pada ahlinya maka tunggulah saat kehancurannya.
-MENJADI BAIK SAJA TIDAK CUKUP TAPI JUGA HARUS DENGAN CARA YANG BENAR SESUAI PETUNJUK NABI.
” Betapa kasihan Majnun, ia mengatakan cinta dan berkorban untuk laela. Tapi ternyata sayangnya Laela tidak mengenal Majnun”
Allohu Ta’ala A’lam
18 Oktober 2010 pukul 14:10
ada apa dibalik mentoring? yaitu membentuk pribadi yg taat pada Alloh dan rosul, ente kerjanya mata-matai melulu yg terpenting ente dakwah aja sesuai yg antum pahami jgn malah ganggu si ini begini begitu jgn begini harus begitu, orang mau ketujuan jakarta ada banyak jalan mau pake blu bird, metroo mini, angkot, mobil pribadi bisa aja kan ok mas berlomba-lomba dalam kebaikan begitu aje deh kalau mau nasehati tidak begini caranya antum datangi n silaturahim tuh ama orangnya atau ama pimpinannya diskusi tuh cari jalan terbaik, bukan mengira-ngira nanti salah tafsir lagi ok mas
19 Oktober 2010 pukul 08:56
diantara dakwah adalah amar ma’ruf nahi munkar. saya bukannya memata-matai, krn saya juga sempat ikut tarbiyah sekian lamanya..
sesungguh jalan kebenaran itu satu, yaitu mengikuti apa yg telah ditempuh oleh Nabi dan sahabatnya.
Dari Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu dia berkata, “Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam membuat garis lurus dengan tangannya sambil bersabda, ‘Ini jalan Alloh yang lurus.’ Kemudian beliau membuat garis-garis di sebelah kanan dan kiri (garis lurus tersebut) sambil mengatakan, ‘Ini jalan-jalan (menyimpang). Tidaklah setiap jalan melainkan di dalamnya ada syaithon yang menyeru/mengajak ke jalan itu.’ Kemudian beliau membaca firman Alloh, ‘Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia. Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (lain yang menyimpang), yang memecah-belah kalian dari jalan-Nya. Demikianlah Dia mewasiatkan kepada kalian, mudah-mudahan kalian bertaqwa’.” (Shohih, HR. Ahmad dan An Nasa’i)
19 Oktober 2010 pukul 11:23
kalau tidak salafi pasti salah ya Mas?
19 Oktober 2010 pukul 21:08
sebentar, menurut anda salafi itu apa dulu ?
22 Oktober 2010 pukul 08:11
As, saya sepakat dengan mas yadi, jalan menuju roma banyak, selagi tujuan kita sama, dengan cara apa pun kita berdakwah tidak jadi masalah, selagi tidak melanggar syariat agama. Gerakan dakwah islam cukup banyak, kita mestinya saling toleransi antar gerakan, bahkan mestinya saling kerja sama bukan saling menjatuhkan, saya yakin setiap gerakan dakwah memiliki kelebihan dan kekurangan maka sebgai kader isalam yang baik, berusahalah untuk saling mengisi kekurangan dari kader dakwah yang lain, minimal tidak saling menghujat, menghina bahkan mengatakan sesat gerakan dakwah lain.
SEMOGA KITA SEMUA MENEMUKAN KEBENARAN ISLAM DARI GERAKAN DAKWAH APAPUNJUGA DAN MENDAPATKAN KERIDHAAN DARI ALLAH SWT, DAN BERJUMPA DENGANNYA SECARA BERSAMA-SAMA, AMIIN
WASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
22 Oktober 2010 pukul 08:54
Jalan menuju roma banyak, tapi jalan menuju surga cuma satu heee
27 Oktober 2010 pukul 07:53
Aha! saya setuju sama semuanya aja…
Pengajian (Ta`lim Akbar) yang gede2an diadakan, tergantung siapa dulu yang mengadakan. Kalo yg ngadain aliran sesat, ya udah… isinya dan orang2nya pun sesat donk!
Mentoring yang cakupannya kecil2an, tapi isinya mengajarkan Islam yg lurus? hmmm…
Yang saya lihat di kampus. Bahkan dalam ta`lim besar, ustaz ga bisa nanya2 satu persatu masalah dan keingintahuan sang pendengar. Sedangkan jika cakupannya lebih kecil, insya Allah dapat terkontrol dan ukhuwah lebih terjalin.
Kita ambil positifnya aja ya? Kalo hati kita saling terbuka, perbedaan pendapat ini akan saling kita hargai. Jalan lurus memang cuma satu. Ibadah itu ga bisa diapa2in lagi selain yg dicontohkan oleh Rasul, sedangkan Mu`amalah, berhubungan dengan manusia dan makhluknya, termasuk berdakwah. Saya fikir sah2 saja dengan jalan apapun asal tidak bertolak dengan syari`at.
Media dakwah secara on-line ini salah satunya. Terima kasih udah memberi pengetahuan bermanfa`at tentang sisi lain dibalik mentoring.
“Pisau adalah alat untuk memasak, jangan kau pakai saat kau bermaksud membunuh dengannya”
19 Januari 2011 pukul 20:54
dakwah juga ada manhajnya loh.. karena termasuk ibadah. makannya dalam dakwah juga ga asal, tapi harus mengikuti manhaj dakwahnya para nabi..
10 November 2010 pukul 09:06
Bismillah
ikut nimbrung ya sodara2…
semangat dari senior mentoring bolehla…akhirnya saya ikutan semangat trus ikutan jadi murobbi dech…he3…tapi selama perjalanan saya sadar bahwa saya butuh ilmu dan saya tidak dapatkan itu dari LDK….tak bisa dipungkiri…memang arah yag dibawa oleh LDK kemana udah jelas dan bs dirasakan dan dilihat sendiri arahnya…tapi saya sadar bahwa ilmu itu didapat langsung dari orang yang paham dan bukan dari murobbi yang baru belajar…
11 November 2010 pukul 14:55
Ni ceritaku zaman kuliah dulu pernah ikt LDK..ada keanehan yg kurasakan. Yaitu dalam menyebut ikhwan/akhwat..jika ada temen kuliah namun berharokah lain maka ngga akan dianggap ikhwan/akhwat. Tapi kalo satu LDK meskipun bacaan Al-Qurannya masih belepotan tp pintar orasi, pidato dsb maka tetap akan mendapat predikat ikhwan .Dan kalo ngajinya udah lama namun pemahaman agamanya ngga istimewa tetep aja bakal dijadiin murabbi jg,…karena itu aku merasa aneh aja..ngga cocok ama yg model begini !
Kalo liqo paling isinya curhat, kalaupun membahas masalah agama, akhirnya karena diskusi ya ketika banyak yg sepaham akhirnya dianggaplah itu jawaban yg benar, padahal kan ngga gitu kale,,,mustinya kan merujuk pada kitab yg shahih dan juga ustadz yg mumpuni dan berilmu. Bukannya pada kakak kelas yg IP nya jg kdg pas-pasan…
11 November 2010 pukul 15:01
aku pernah bilang ke MR pengen tetep ikut liQo tapi ngga mau masuk partai, ha..ha… cerita lalu by dudul
21 Desember 2010 pukul 10:34
berlomba2 dalam kebaikan ajah mas,…
ente kalo mau nyari kader mbok ya’o yang sportif to mas,…nggak pake nyebar fitnah tentang program sesorang,…
kalo memang ente tidak sependapat dengan adanya mentoring/pendampingan agama islam,harusnya anda dan teman2 anda yang sudah terdoktrin “S” itu mencari solusi dengan kajian2 atau kegiatan2 lain yang bisa menarik mahasiswa baru dong,jangan kegiatan orang lu cemooh smenetara lu nggak ada solusi,….ada solusi jadul,cuman kajian bahasa arab dengan pamplet yang lurus2 aje,….hari gini mas,ngrekrut kader tu yang pinter mas,jangan samain dengan pas ente di rekrut cuy,…..oke.
19 Januari 2011 pukul 20:56
afwan, ane ga lagi cari kader apalagi cari suara partai. dakwah yg benar adalah menyampaikan al-haq baik diterima atau tidak..
6 Januari 2011 pukul 15:30
cobalah berprasangka baik mas,inilah yang di sukai musuh-musuh ALLAH di mana kita umat islam tak saling bersatu,semoga kita sama-sama mendapat petunjuk.wallahu’alam
8 Januari 2011 pukul 08:32
ini adalah fakta, karena ana pernah terlibat langsung dan mendalaminya.. dan ana menyampaikan ini semata-mata untuk memperingatkan kaum muslimin akan bahaya IM
8 Maret 2011 pukul 17:01
Oalahhhhhh…….. ( ya Allah……. dalam rintihan orang jawa ). beragama kalo hanya simbol ya begini ini, Islam itu bukan nama dan dikotak-kotakkan untuk saling diperdebatkan, tetapi perulaku ( tunduk, patuh, ikhlas ) menjalankan perintah Allah dan mencontoh sunnah Rasulullah. sudahkah demikian???………, bagaimana dengan mayoritas Islam ( KTP ), tetapi masih jauh dari perilaku Islam, dinegara yang mayoritas mengaku Islam???…… pikirkan caranya berdakwahnya, supaya orang berislam dalam perilaku, bukan dalam nama, stempel, sebutan atau golongan-golongan…….., yang hanya akan saling menghancurkan……
Wassalam..
9 Maret 2011 pukul 16:12
Assalammu’alaikum..
saya juga lama ikut pengajian dg anak2 kampus (liqo’).. tapi malah kayak curhat2 doang. K2 letingnya (mr) juga byk yang belum siap memberi ilmu n berbagi. Ujung2′a semua masalah yg sya curhatkan dlm klmpok saya, nyampe ke kelompok2 lain.. akhr’a saya jadi malas n memilih pengajian kitab dengan ustadz..
Hmm,.sebaiknya memang dalam dakwah kampus harus terjamin kualitas seorang Murabbinya..
10 Maret 2011 pukul 11:37
mereka tergesa-gesa.. belum cukup ilmu tapi sudah mendudukkan diri menjadi seorang “murabbi”
19 Maret 2011 pukul 09:10
mari sibukkan diri perbaikan diri, keluarga, ummat. waktu terlalu sedikit daripda tugas2 yang kita punya …
salam ukhuwwah
22 Maret 2011 pukul 22:57
wAhai sdr2 ku yg seiman janganlah kalian berdebat hanya krn mslh sepele,,sadarlah wahai sdr2 ku musuh2 kita sedang bersiap2 membuat peluru n senjata yg siap menghancurkan sdr2 kita disana,,msihkah kita berdebat jk sdr2 kita dsn sdh tewas bergelimang darah,,sadarlah wahai sdr2 ku qt sdh d racuni olh orang2 kafir agar qt tdk bsa bersatu,,agar mereka bs dgn mudah mghancurkan islam,,,sudahlah cukup wahai saudara ku jgn brdebat lg,,skr yg trpenting adlh bgaimana cara qt agar qt bs bersatu kmbali sbGaimana umat islam di jaman Rasulullah n para sahabat…
26 Maret 2011 pukul 00:05
ya itu dia akhi… gimana agar kita bs bersatu kmbali sbGaimana umat islam di jaman Rasulullah n para sahabat… maka disini ana memberi nasihat kpd diri sendiri dan lainnya agar kembali kepada manhaj nabi dan sahabat dan menjauhi manhaj yang menyelisihi sunnah, seperti manhaj harokah. karena umat ini hanya akan kembali mulia jika kembali berpegang teguh dengan manhaj nabi dan sahabat..
Sukron atas nasihatnya…
23 April 2011 pukul 08:47
alhamdulillah saya seorang muslim, mengenal Islam lebih jauh ketika berada dalam lingkungan orang-orang sholeh di Jamaah Tarbiyah, tetapi saya tidak fanatik dengan jamaah ini, saya fanatik dengan Islam
, pun dengan temen2 lain dari HTI, Salafy, NU, Muhammadiyah saya anggap sebagai teman seperjuangan….tidak semua yang antum tulis itu benar tentang Jamaah Tarbiyah (antum menyebutnya IM) padahal qt sendiri tidak menyebut diri kita IM, walau memang kadang kita mengambil beberapa referensi dari IM. ^^ .. smg Allah mempertemukan qt semua nanti di jannahNya.. amiin
27 April 2011 pukul 22:18
amiin…
begitulah mas, tidak hanya anda, sang murabbipun kadang tidak sadar telah tersusupi faham IM…
23 April 2011 pukul 21:52
mas.. mbok jangan cari musuh sesama muaslim…
TEKO iTU HANYA AKAN MENGELUARKAN ISI TEKO…
23 April 2011 pukul 21:52
mas.. mbok jangan cari musuh sesama muslim…
TEKO iTU HANYA AKAN MENGELUARKAN ISI TEK
3 Agustus 2011 pukul 23:40
terus anda punya cara apa untuk mendakwahi orang-orang yang masih asing dengan ajaran islam yang syamil,kamil? pake metode anda? yang ada, orang2 udah pada takut duluan
4 Agustus 2011 pukul 11:48
dakwah adalah tauqifiyah, maka harus sesuai dengan manhaj dakwah nabi. Insya Alloh jika metodenya benar, mereka tidak akan lari, kecuali mereka yang dihalangi untuk mendapatkan hidayah.. Barokallohu fiikum
8 Agustus 2011 pukul 11:58
jadi anda telah benar yah mas???gabung di kelompok “salafi” itu yang yang benar yah??jadi IM itu salah? kenapa yah klo IM sesat anda komentari habis-binasakan, tapi islam liberal yang nyata telah salah jalan anda biarkan! kenapa anda takut yah mah kadernya nurkholist madjid?berani?
9 Agustus 2011 pukul 14:16
Alhamdulillah saya telah membantahnya http://ibnufauzy.wordpress.com/2010/01/12/membongkar-kedok-sepilis/
telah banyak bantahan baik buku, ceramah, artikel thd JIL silahkan lihat http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/03/10/download-audio-membongkar-manhaj-jaringan-islam-liberal-jil-ustadz-hartono-ahmad-jaiz/ http://www.gensyiah.com/dialog-terbuka-antara-jaringan-islam-liberal-dan-forum-kiai-muda-jawa-timur.html http://kaahil.wordpress.com/tag/jil/ http://moslemsunnah.wordpress.com/2009/03/10/terapi-kerasukan-jil-jaringan-islam-liberal/
Barokallohu fiikum..
6 Januari 2012 pukul 15:51
di internet…sy sering sekali mendapati tulisan dr mereka yg mengaku mengikuti manhaj sunnah MENYALAHKAN (menganggap manhaj yg lain salah, bid’ah) terutama dari PKS, IM, yg tarbiyah, yang liqo semacam itu …eh semacam saya .:)
yg ada…ketika membaca komen yang panjang (bahkan ada yg ratusan, di salah satu blog) cenut-cenut kepala saya,,,merasa tdk adanya persatuan umat islam,yg ada perpecahan…kalau yg baca org non muslim ataupun yahudi mungkin mrk senang sekali
internet ini, insyaAllah bs untuk mempersatukan kita umat islam. MARI DICARI JALANNYA BERSAMA !!!!
janganlah kita berpecah belah
note ini…sampai bertahun-tahun ke depan kalau terus di komen sana sini TAPI TETAP MEMPERTAHANKAN PERBEDAANNYA YANG MEMBAWA PERPECAHAN…maka ya akan tetap ada
mau pilih mana, umat islam bersatu atau berpecah belah????