PERPELONCOAN,HARUSKAH DIPERTAHANKAN ?

saat pulang kerumah saya melihat ada barang-barang aneh tergeletak diruang tamu. ada kardus, tas aneh dll. ternyata itu milik adikku yang baru pulang MOS. ia baru menginjakkan kakinya sebagi murid SMP. alhamdulillah bertaraf internasional. namun saya tidak tahu apa yang ada dalam hatinya, apakah ia senang diperlakukan seperti itu, disuruh bawa barang2 aneh dan konyol, ataukah ia sebenarnya malu dan tertekan?

MOS di sekolah atau Ospek dilengkungan kampus adalah ritual rutin untuk menyambut siswa baru. namun seringkali didalamnya hanya berisi kegiatan pembodohan dan sia-sia. tidak lebih adalah balas dendam senior kpd yuniornya. sehingga seolah-olah senior berhak melakukan apa saja terhadap yuniornya. disatu sisi pihak guru terkesan membiarkan dan hanya jadi penonton, sehingga sering terjadi korban jiwa. apalagi di sekolah ikatan dinas seperti IPDN dll yang beberapa waktu lalu sempat geger karena memakan korban jiwa.

sudah saatnya menteri pendidikan mengambil sikap tegas dalam mengatur MOS atau yang semisal. apakah perlu dibubarkan atau ditertibkan agar kegiatan tsb. jauh dari perpeloncoan, dan diisi dengan kegiatan yang mencakup :

1. pengenalan siswa baru thd lingkungan barunya

2. mempersiapkan siswa agar siap mengikuti pembelajaran.

3. memberi motivasi siswa untuk berprestasi.

(silahkan bagi pengunjung untuk berkomentar, sangat kami harapkan)

Satu Tanggapan to “PERPELONCOAN,HARUSKAH DIPERTAHANKAN ?”

  1. adirossi Says:

    Sama mas, hanya saja saat saya masuk universitas. Pada saat itu juga ada perpeloncoan atau di tempat saya disebut dengan osmaru (orientasi mahasiswa baru). Beruntungnya tidak seperti yang terjadi di IPDN atuu semacamnya.

    Tapi saya juga disuruh membawa dan membuat barang2 konyol yang menurut saya tidak ada hubungannya sama sekali dengan kegiatan perkuliahan.

    Belum lagi tekanan psikologis yang terjadi akibat dibentak2 oleh senior, ada yang sampai menangis dan pingsan. Tapi akhirnya pada saat selesai osmaru, senior tersebut menghibur kami dengan berbagai macam hal yang menarik serta meminta maaf jika yang dilakukan terlalu berlebihan, sehingga pada akhirnya, tidak terjadi permusuhan diantara kami


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: